saudaraku sebangsa dan setanah air: INDONESIA (bagian I)

Posted: Agustus 16, 2009 in musik, Renungan
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, Republik Indonesia kita genap berusia 64 tahun. Dulu, Soekarno dan Hatta berteriak keras atas nama Rakyat Indonesia menyatakan bahwa KITA MERDEKAT. Lalu, para rahayat Indonesia melanjutkan teriakan itu MERDEKA ATAU MATI. Dahulu, rahayat Indonesia bangga dengan kemerdekaan Indonesia. Dirgahayu. Selamat Sejahtera. Sekarang, masihkah kita berbahagia dengan HUT Proklamasi ini? Saya berbahagia, tak tahulah anda. Tetapi ada pertanyaan yang berlari-lari di kepala saya.

Siapakah saya dan siapakah anda sehingga kita saling menyapa sebagai saudara sebangsa. Saudara setanah air. Dari mana asalmu? Keturunan siapakahkah anda? saya mau bertanya? dan Saudara juga bertanya, dari mana asal saya? Apakah betul kita ini orang Indonesia? Indonesia itu apa?

Kata orang cerdik pandai, di antara 2 juta tahun lalu sampai 500.000 tahun yang lalu, hiduplah sekelompok primata tegak yang disebut sebagai kelompok Homo erectus di Pulau Jawa. Oleh karena itu, para ahli antopologi menyebutnya sebagai Manusia Jawa. Hasil penelitian Alan Wilson tentang asal usul manusia di Amerika Serikat (1980-an) menunjukkan bahwa manusia modern (Homo sapiens sapiens) berasal dari Afrika sekitar 150.000-200.000 tahun lampau dengan kesimpulan bahwa hanya ada satu pohon filogenetik DNA mitokondria, yaitu Afrika. Dari sana mereka meyebar ke segala penjuru dunia. Jika Wilson benar maka manusia moderen ternyata berasal dari 1 tempat, yaitu Afrika. Tak pelak lagi, Homo erectus yang ada di Pulau Jawa adalah species yang punah dan digantikan oleh pendatang dari Afrika. Tak bisa Tak.

Lalu, apakah mereka nenek moyang kita? Jika pendapat benar maka bagi saudara-saudara yang orang Jawa ada kemungkinan besar begitu tetapi bagaimana dengan saya yang bernenek moyang orang Sabu. Bagaimana anda yang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Flores, Rote, Sumba, Maluku, Papua dan seterusnya. Siapakah nenek moyang kita? Sama ataukah berbeda?

Sebagian pakar menyebutkan bahwa di antara rentang waktu antara 160.000 sampai 100.000 tahun datanglah orang-orang, yang merupakan bagian dari migrasi manusia purba “out of Africa”, yaitu orang-orang dari ras Austolomelanesia (Papua). Mereka memasuki kawasan ini ketika masih bergabung dengan daratan Asia kemudian bergerak ke timur, sisa tengkoraknya ditemukan di gua Braholo (Yogyakarata), gua Babi dan gua Niah (Kalimantan). Ras apakah ini? kata orang pintar: “Melanesia (berasal dari bahasa Yunani, μέλας black, νῆσος island) yang seara literalis berarti “islands of the black-skinned people”. Orang-orang Melanesia kini berdiam di daerah Bismarck archipelago, Fiji, Kepulauan Maluku, New Caledonia, New Guinea (termasuk orang Papua di bagian Barat), Norkfolk Island, Solomon Island, Torres Strait Island, Vanuatu, Flores, Nauru, Sumba, Timor (termasuk Timor Leste), Halmahera, Alor dan Pantar.

Semenjak sekitar 2000-an SM orang-orang Melanesia terdesak dan berpindah ke arah Timur karena kedatangan orang-orang yang berasal dari ras Austronesia, yaitu bangsa Yunan yang diduga berasal dari daratan Asia, kendati belakangan ditemukan bukti bahwa ras ini berasal dari daratan Formosa (Taiwan). Kaum migran baru yang mendesak orang-orang Melanesia ke arah timur ini datang dalam 2 gelombang migrasi, yaitu pada tahun 2500 dan pada tahun 1500 SM. Ras ini diduga telah memiliki peradaban yang cukup baik, mereka paham cara bertani yang lebih baik, ilmu pelayaran bahkan astronomi. Mereka juga sudah memiliki sistem tata pemerintahan sederhana serta memiliki pemimpin. Di antara tahun 2500 SM dan 1500 SM tersebut, berdasarkan bukti-bukti antropoligis diketemukan adanya sat ras lain, yaitu ras Mongoloid yang pandai bertani dan berniaga.

Lantas, pada akir-akhir abad sebelum Masehi, di tanah yang sekarang disebut Indonesia ini, kedatangan kaum imigran baru yang berasal dari India. Mereka memperkenalkan kepada masyarakat yang telah ada terlebih dahulu suatu sistem tata pemerintahan yang lebih maju, yaitu kerajaan.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,

Berdasarkan bukti-arkeologis dan antropologis ditemukan fakta bahwa pada 1-2 tahun sebelum Masehi, di Lubuk Jambi berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Kandis. Semenjak itu, tak kurang dari 76 buah kerajaan pernah berdiri bertebaran di seluruh wilayah archipelago yang belakangan di sebut Indonesia. Paling kurang terdapat 2 kerajaan yang sangat fenomenal, yaitu kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatera dan Kerajaan Majapahit di Jawa. Dikatakan fenomenal karena dua kerajaan tersebut wilayahnya lintas pulau dan lautan. Sriwijaya menguasai perniagaan di seluruh Selat Malaka sedangan wilayah Majapahit meliputi luas Indonesia sekarang ini. Bahkan, kokon, sampai Madagaskar. Konon pula, di masa Majapahit inilah isitlah Nusantara pertama kali di kenal yang berasal dari sumpah Sang Mahapatih, Gadjah Mada. Kerajaan-kerajaan yang pernah hidup di Indonesia pada umumnya selalu dapat dikaitkan dengan kegiatan perniagaan intetinsulair (lintas pulau) dan atau Agama. Sebagai contoh, kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan kerajaan Maritim nan perkasa yang menguasai perniagaan di seluruh Nusantara dengan pengaruh agama Budha dan Hindu.

Akibat adanya arus prniagaan yang terbuka maka dari Arab dab Persia, melalui Gujarat, datanglah kaum pedagang yang membawa serta agama Islam. Terctat juga pelaut-pelaut dari Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam yang juga selain berniaga, melakukan syiar Islam.

Ketika orang-orang Eropa pada awal abad ke-16 melakukan perniagaan jauh kearah Selatan untuk mencari sumber rempah-rempah maka bertemulah mereka dengan beberapa kerajaan. Beberapa pustaka menyebutkan bahwa kedatangan orang-orang yang berasal dari Britania Raya, Portugal dan Belanda itu tidak semata berniaga tetapi mengusung semangat 3 G (bukan ”triji-nya ponsel lho bung en soes), yaitu Gold, Glory and Gospel. Pada masa ini pula, kendati beberapa bukti menunjukkan bahwa agama Kristen sudah hadir di Nusantara jauh sebelum abad ke-16, agama Kristen dianggap masuk ke Indonesia sebagai bagian dari ”barat yang menjajah”. Stigma Agama Barat yang menjajah ini, bagi sebagian kalangan, ditempelkan begitu kuat bagi Agama Kristen di Indonesia terutama melihat fakta bahwa Agama Kristen mendapat tempat di beberapa kerjaan di bagian Timur Indonesia yang dikuasai oleh, mula-mula oleh Portugal, lalu VOC dan akhirnya pada abad ke-19 oleh pemerintah Belanda (India-Belanda).

Di masa penjajahan India-Belanda ini muncul nama Indonesia. Pertama kali digunakan oleh dua orang Inggris, yaitu George Samuel Windsor Earl, seorang pengacara kelahiran London, yang bersama James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Scotlandia, menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. 4, tahun 1850 dengan judul “The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders.”

Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda), sebagai Indunesians (Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan). Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians (Mela = hitam. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). Oleh karena itu, Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians, untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos, keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut.

Adalah Adolf Bastian, seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman, yang mempopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin, yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien, oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman, artinya: “Indonesia, atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). Jilid I berjudul Maluku, jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya, jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya, jilid IV Kalimantan dan Sulawesi, jilid V Jawa dan Penutup.

Eduard Douwes Dekker, dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut India-Belanda dengan nama Insulinde, variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913, para anggotanya mendirikan Partai Insulinde. Baik Indunesian, Indonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India, untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India- Belanda, sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores, Timor, Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia (Kepulauan orang-orang hitam).

Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda, Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia. Jadi kata Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India.

Akhirnya, adalah tagal perkara situasi perniagaan dunia maka negara Jepang melirik sumber minyak yang berlimpah di wilayah yang disebut sebagai Indonesia sebagai modal potensial guna mengembangkan diri sebagai negara adidaya. Maka, Hindia Belanda diserbu pada tahun 1942. Jepang, yang mula-mula mengaku sebagai saudara tua dari Timur yang akan membebaskan saudara mudanya, Indonesia, dari tangan ”bangsa barat”, ternyata menjajah Indonesia secara lebih kejam dibandingkan dengan penjajah sebelumnya. Tetapi syukurlah, mereka tak lam di sini. Cuma 3,5 tahun lalu terusir dari bumi Indonesia, mula-mula sebagai konsekuensi kekalahannya dalam Perang Dunia II lalu, juga karena lalu karena Bangsa Indonesia menyatakan bahwa ”KAMI MERDEKA” pada tanggal 17 Agustus 1945. Suatu pernyataan yang sederhana tetapi berkonsekuensi besar karena jika tidak demikian maka Indoensie hanyalah sebangsa daerah taklukan sekutu pada PD II lalu harus diserah terimakan dari Jepang kepada Sekutu.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Sejak 17 Agustus 1945 itulah Indonesia resmi dinyatakan sebagai Bangsa yang merdeka. Bangsa -bangsa yang mendiami daerah yan dahulunya dijajah Belanda dan Jepang secara resmi bersepakat membentuk sebuah Negara, yaitu Indonesia. Indonesia punya modal, yaitu Wilayah dan Rakyat yang berdaulat. Lalu Rakyat yang berdaulat itulah yang bersepakat siapa di antara mereka yang pantas memimpin mereka sebagai suatau pemerintahan, Semenjak itu, kita punya Soekarno, Soharto, Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY sebagai Presiden.

Tetapi lihatlah wajah kita sejak 1945 sampai hari ini: “revolusi belum selesai” kata Bung Karno, lalu sejak 1945 – 1967 pertikaian terus saja terjadi di antara kita. Ada Pembernontakan PKI Muso di Madiun, PRRI-Permesta, Kartosuwiryo, RMS dan Kahar Musakar. “Ekonomi Yes Politik No”, kata Soeharto tetapi peristiwa tahun 1965 yang menelan ratusan ribu korban nyawa rahayat Indonesia masih saja terus menjadi misteri sampai saat ini. Lalu, ada Malari 1974, Penembakan misterius kepada kelompok preman, Peristiwa Tanjung Priok, Kudatuli 1996, Kerusuhan Mei 1998, Ambon, Poso dan terakhir tak berhentinya teror Noordin M Top. Apa yang terjadi dengan kita? Apa yang terjadi dengan rahayat Indonesia. Benarkah kita bersaudara di bangsa yang sama dan tanah air yang sama?

Saya masih ingin terus mengulas tetapi mohon maaf saya akan berhenti dahulu di sini karena saya ingin berdiri sejenak, mengepalkan tangan kana saya lalu saya acungkan tinju ke udara sambil berteriak MERDEKA. Dirgahayu Indonesia. Salam Sejahtera. (posting dilanjutkan pada bagian II)


Tabe Tuan Tabe Puan

Komentar
  1. luiggimikerk mengatakan:

    Satu Nusa Satu Bangsa
    by L. Manik

    Satu nusa
    Satu bangsa
    Satu bahasa kita

    Tanah air
    Pasti jaya
    Untuk Selama-lamanya

    Indonesia pusaka
    Indonesia tercinta
    Nusa bangsa
    Dan Bahasa
    Kita bela bersama

  2. luiggimikerk mengatakan:

    Lirik lengkap lagu Indonesia Pusaka
    Karangan / Ciptaan : Ismail Marzuki

    “Indonesia Pusaka”

    Indonesia tanah air beta
    Pusaka abadi nan jaya
    Indonesia sejak dulu kala
    Tetap di puja-puja bangsa

    Reff :
    Di sana tempat lahir beta
    Dibuai dibesarkan bunda
    Tempat berlindung di hari tua
    Tempat akhir menutup mata

    Sungguh indah tanah air beta
    Tiada bandingnya di dunia
    Karya indah Tuhan Maha Kuasa
    Bagi bangsa yang memujanya

    Reff :
    Indonesia ibu pertiwi
    Kau kupuja kau kukasihi
    Tenagaku bahkan pun jiwaku
    Kepadamu rela kuberi

  3. hanspanalewen mengatakan:

    MERDEKA!!!!

  4. gerithone mengatakan:

    Ulasan tentang untaian sejarah Indonesia yang menarik

  5. dahfy mengatakan:

    JAYALAH SELAMANYA INDONESIA RAYA KU

  6. fajroelaen mengatakan:

    mau bilang merdeka, kita belum merdeka 100%…..noordin m top masih menjajah kita dengan terornya…malaysia masih suka nyuri ikan, nyuri pulau, nyuri karya seni….gimana nich????

  7. jeremy mengatakan:

    postingnya …DILANJUTKAN…LEBIH CEPAT LEBIH BAIK…DEMI PENGETAHUAN RAKYAT….

  8. david rixan mengatakan:

    MERDEKA.Sebenarnya nenek moyang orang flores berasal darimana? katanya orang ambon,tim-tim,dan nusatenggara timur berasal dari amerika latin dan nenek moyang orang papua berasal dari afrika.karena wajah2 seperti kita ini bukan orang asia karena di setiap benua mempunyai wajah yang berbeda. bagaimana menurutmu. thax. coba klik di http://www.rixan.2ya.com dan klik di visit my blog…kasi coment ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s