dina rade mengirimkan sebuah PENSIL sebagai kado HUT bagi IBUNDA (andai ibunda “masih ada”)

Posted: Agustus 13, 2009 in Aboutme, musik
Dear Sahabat Blogger,

Sejak bulan Januari 2009, saya dan 9 orang bersaudara lainnya, telah menjadi yatim dan piatu. Ibunda kami, Agustine Sabartinah, telah berangkat menuju negeri abadi bertemu Tuhan-nya. Mungkin oleh Tuhan, Ibunda telah dipertemukan dengan Ayahanda kami, Robert “SGT” Riwu Kaho, yang telah setahun lebih dahulu menempuh perjalanan abadi yang sama. Sejatinya kedua orang itu telah “menghilang” dari mata fana kami. Benar belaka begitu. Akan tetapi, filsafat manusia mengajarkan tentang sisi lain dari manusia selain badan, yaitu jiwa. Dan di dalam kesatuan badan dan jiwa itulah bersemayam sesuatu yang sangat Ilahiat, sebenarnya, yaitu KASIH. Dan di dalam KASIH itulah, kami diyakinkan bahwa “mereka ada bersama dengan Tuhan”. Dan karena Tuhan itu Maha Ada maka mereka yang dekat dengan DIA-pun seharusnya masih tetap ada. Demikianlah, Agustine dan Robert sesungguhnya masih ada, kendati sudah tiada, karena kami punya KASIH.

Dalam terang KASIH itulah ketika pagi-pagi benar saya membuka e-mail, saya melihat di sana ada kiriman artikel yang sangat bagus yang dikirim oleh seseorang yang bernama DINA RADE RIWU KAHO. Siapa dia? Ya, tak lain dan tak bukan adalah si Bungsu di antara kami. Setelah saya membaca artikel kirimannya, segera saja saya mengirim SMS kepadanya…“Dina, kasi ijin beta untuk memuat artikelmu dalam blog“. “Bagus sekali” .…Dina setuju…. saya berbahagia….karena inilah kado yang amat indah untuk mama Tien tersayang yang besok akan berulang tahun yang ke-61. Hadiah dari Dina terasa indah karena substansi artikel itu berbicara tentang sesuatu yang sudah dilakukan oleh Agustine dan Kekasih hatinya, Robert, semasa masih bersama kami semua, yaitu menjadi sebatang PENSIL. …whaaaaattttt????? pensil?????? apa bagusnya?????….ah sabar dulu….baca dahulu artikel dari Dina, si bungsu dalam urutan kelahiran tetapi adalah si sulung dalam hal … perhitungan…..

SEBUAH PENSIL

Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan.

  1. Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang;
  2. Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik;
  3. Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya;
  4. Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.

Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran filsafat dan rohani yang luar biasa. Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. kendati kita hanyalah sebuah pensil kecil. Syaratnya adalah jika kita membiarkan diri berada di tangan Sang Ilahi. Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita harus melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter Ilahi muncul dalam hidup kita. Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Sang Pencipta Agung tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita. Keempat, di mana pun Sang Pencipta meletakkan kita di dunia ini, selalu harus kita meninggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang “membacanya.” Jadilah manusia yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita. Ketika rekam jejak kita bagus maka nama Sang Pencipta, yang membuat pensil-pensil itu, akan semakin harum dan dicintai oleh banyak orang

SUDAHKAH KITA MENJADI PENSIL
YANG MENINGGALKAN GORESAN MENDALAM?

Begitulah sahabat blogger yang budiman. Kiriman hadiah dari Dina, yang dia dan kami persembahkan bukan saja untuk Ibunda terkasih kami, Agustine Sabartinah – di gelombang radiasi manapun dia berada saat ini – tetapi juga untuk kita semua. Semoga bermanfaat.

Ini Pensil
Pensil untuk menulis di buku
Mau?????

Untuk Ibunda terkasih, saya persembahan sebuah lagu yang diciptakan Oleh Guruh Soekarno Putra bagi Ibundanya, yaitu “melati suci” (bunga melati adalah bunga kesayangan Ibunda). Damailah bunda. Damai…..

Tabe Tuan Tabe Puan

Komentar
  1. luiggimikerk mengatakan:

    “melati suci:

    ciptaan Guruh SP dan dinyanyikan Tika Bisono

    Putih.. putih melati
    mekar di taman sari
    semerbak wangi penjuru bumi

    Seri .. seri melati
    bersemi anggun asri
    kucipta dalam gubahan seni

    Tajuk bak permata
    siratan bintang kejora
    ‘kan kupersembahkan
    bagimu pahlawan bangsa

    Putiknya pesona
    rama-rama ‘neka warna
    ‘kan kupersembahkan
    bagi pandu Indonesia

    Su ci.. suci melati
    suntingan ‘bu Pertiwi
    lambang nan luhur budi pekerti

    ~{}~

    Tajuk bak permata
    siratan bintang kejora
    ‘kan kupersembahkan
    bagimu pahlawan bangsa

    Putiknya pesona
    rama-rama ‘neka warna
    ‘kan kupersembahkan
    bagi pandu ( bagi pandu.. bagi pandu.. ) Indonesia aa~ aa~

    Lambang nan luhur budi pekerti

    Ooh melati…
    Ooh melati..
    Ooh melati…

  2. monang mengatakan:

    kasih Ibu memang patut dibandingkan dengan indah dan harumnya melati putih dan suci

  3. hanspanalewen mengatakan:

    Gw inget bunda gw nih .. hicks hicks…

  4. hanspanalewen mengatakan:

    Lagu “Di Doa Ibuku Namaku Disebut” keren lho….

  5. dahfy mengatakan:

    Damailah damai di Surga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s