kasihilah musuhmu!!!!! emang enaaaaakkkk?????

Posted: Juni 8, 2009 in musik, Renungan
Dear Sahabat Blogger,

Haruslah diakui bahwa apa yang saya lakukan kali ini telah menimbulkan kekecewaan di hati banyak sahabat. Tiga (3) minggu menghilang dari blog dan absen membuat posting sudah barang tentu bukanlah hal yang tepat sebagai pembuktian janji saya untuk selalu setia menemui sahabat semua melalui tulisan-tulisan saya. Sampai dengan malam hari ini, sudah sebanyak 27 buah e-mail yang saya terima dan semuanya menyatakan “protes” terhadap “istirahat” panjang yang saya lakukan. Salah satu email bahkan menuliskan begini (ehm..saya takkan memberitahukan siapa sahabat ini – sudah deal he he he ): …. rupanya BM bukan saja sering tidak menepati janji atas lanjutan seri tulisan tertentu tetapi, bahkan, tega tak memperdulikan sahabat yang datang berkunjung menengok blog …BM ternyata mengidap penyakit yang bM tulis sendiri, yaitu penyakit lupa-lupa ingat ……walllllaaaaaahhhhhh ….. membaca hal ini mula-mula saya berpikir…heiiii….sedemikian buruknya kulitas janjinya saya kah????? … tercenung saya di pertanyaan itu..dan lalu…ini jawabannya:….saya telah berjanji dan tak pantas saya mengingkari….OK baiklah. Saya keliru…maafkan saya…hari ini saya posting kembali….dapatkah permohonan maaf saya diterima …… masihkah sahabat sekalian sudi mengunjungi saya di blog ini? Masihkah saya diterima?????

Berbicara tentang perihal “terima menerima”, saya memiliki sebuah kutipan komentar yang saya ambil dari artikel tentang koalisi Capres/Cawapres Megawati – Prabowo di http://www.kompas.com beberapa waktu yang lalu. Begini isi kutipan itu (sengaja saya kutipkan apa adanya tanpa mengeditnya sama sekali):

“… Ya saya sebagai petani jg kecewa knp Pak Prab memilih jadi wapres, parahnya jd wapresnya Megawati yg nyata2 tidak becus memerintah, semasa Mega apa sih yang bisa kita banggakan? Ekonominya amburadul, aset negara banyak dijual, illegal logging merajalela, polisinya ga beres, ya mendingan sekarang kalau begitu. Pak Prab jadi presiden saja, jangan ikut Mega yang anak buahnya preman pasar, pencopet, penjudi, dan pemabuk. Ingat saat kongres PDI-P di Bali para pelacur sukses meraup untung besar karena sebagian besar anggota kongres mampir kesana walah2 jan wis ora bener…”

Apa yang menarik dari kutipan di atas? Bahwa saya cenderung bersimpati kepada Megawati, tidak akan saya pungkiri. Saya merasa tak perlu munafik tentang hal ini. Lihat saja arsip lama yang saya posting pada tanggal 28 Desember 2008 dengan judulsaya suka megawati, tapi saya punya dolly. ya sudah, selamat HUT ke 44″. Di sana terbaca jelas “pilihan warna politik saya”. Mau lebih jelas lagi, dan supaya supaya saya tidak dianggap munafik, cobalah sahabat membaca berita yang ada di http://www.kompas.com pada hari ini (minggu, 7 Juni 2009) dalam judul “Pendukung Mega-Prabowo NTT Rapatkan Barisan“. Bagaimana bunyi berita itu? Berikut saya kutipkan untuk anda:

“Kami sejenak istirahat dari sosialisasi pasangan Mega-Pro dan bertemu dengan tim kerja lain untuk mengenang kelahiran Bung Karno, sang Proklamator 108 tahun lalu, pada Sabtu malam kemarin,” kata Dr Michael Riwu Kaho di Kupang, Minggu. Bagi Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (F-DAS) Provinsi NTT itu, Soekarno merupakan sosok marhaen sekaligus penggagas aliran marhaenisme. “Paham itu dianut karena cocok dengan latar belakang rakyat Indonesia yang adalah kaum buruh, tani, nelayan yang termarginalisasikan, miskin dan tertindas pada saat itu. Karena itu, sangat layak bila setiap tahun jasa dan perjuangannya itu dikenang di seluruh Indonesia,” kata dosen Fakultas Pertanian Undana Kupang ini. Ia melihat jaringan yang muncul secara sporadis setelah pasangan Mega-Pro dideklarasikan secara nasional itu, bukti bahwa kharisma Bung Karno masih terus merasuki sanubari masyarakat Indonesia.

wueeeleeeehhhhh……saya sendiri tersenyum kecut atas berita di kompas.com itu terutama menyangkut keakuratan data. Tetapi sama sekali saya tidak berkeberatan nama saya digunakan di situ karena, ya itu tadi…..saya memang salah satu pengagum BK sejak lama. Lalu, apakah tagal perkara “membela Megawati” sehingga saya perlu memuatkan kutipan komentar yang saya copas dari http://www.kompas.com? Sama sekali tidak. Ingat, posting saya yang lalu. dimana menurut saya, sebaiknya Megawati tak perlu maju sebagai Capres lagi. Biarkan yang lain. Nah, lalu, apa perkaranya? Menurut saya, ada sesuatu yang harus menjadi bahan perenungan saya. jika saya konsisten pada rinsip kebikan dan kasih sayang. Dan inilah perenungan saya.

Mari kita perhatikan kembali kutipan di atas dan kali ini saya tampilkan secara lebih khusus bagian yang “mencolok mata saya dan menyebabkan perih”

“Pak Prab jadi presiden saja, jangan ikut Mega yang anak buahnya preman pasar, pencopet, penjudi, dan pemabuk. Ingat saat kongres PDI-P di Bali para pelacur sukses meraup untung besar karena sebagian besar anggota kongres mampir kesana walah2 jan wis ora bener…”

Apakah benar semua “anak buah” Megawati adalah preman pasar pencopet, penjudi, pemabuk dan pelacur? Saya tidak yakin meskipun bisa saja ada anak buah Megawati yang berperilaku dan atau berprofesi seperti itu. Mungkin saja tetapi siapa yang bisa menjamin bahwa di “tempat lain” keadaannya steril?. Akan tetapi, maafkan saya, bukan hal itu yang merisaukan benar pikiran saya. Titik fokus saya ada pada logka di balik komentar itu, yaitu…tolaklah semua orang yang berprofesi preman pasar, pencopet, penjudi, pemabuk dan pelacur…..jangan mau berhubungan dengan orang-orang seperti itu….jangan mau berkawan dengan mereka…singkirkan mereka…..penjarakan mereka…bencilah mereka. Jika anda menyangka nalar saya tidak setuju dengan hal nalar “menolak” seperti itu maka anda keliru. Ya, para penjahat itu adalah musuh masyarakat beradab. Orang-orang itu tidak memiliki cinta. Tak ada kerelaan memberi tanpa berharap kembali dari golongan manusia-manusia ini yang merupakan prasyarat CINTA (rencontre aimantre’). Sebalik dari memberi, mereka adalah pengambil. Mereka adalah kelompok orang egois. Ya, mereka adalah pejahat. Patut dijauhi. Patut disingkirkan. Mereka adalah musuh masyarakat.

Saya mau tanya kepada sahabat sekalian, apakah setuju dengan pendapat saya? Haqul yakin, semua bakal setuju. Dengan begitu tak ada ang aneh dari kutipan komentar yang saya kutip. Betul begitu? Ya, seharusnya begitu JIKA saya tidak mengingat dan lalu membaca kembali guna melakukan konfirmasi, kata-kata yang pernah diucapkan seorang TOKOH BESAR….AMAT BESAR…yaitu Guru dari Guru saya…..Ya, Sang Maha Guru. Apa katanya? ….KASIHILAH MUSUH MU………omong kosong macam apa ini. Lah, wong whaaaaatttttt?????? apaaaaaaaaa?????? ueeeedddaaan tenaaannnn…ga masuk akal….nonsens….musuh kok dikasihi???? Yang namanya musuh ya harus dilawan, dikalahkan dan dihancurkan. Iya kan???? Iya seharusna begitu tetapi amboooiiiii…tengoklah apa yang dilakukan Sang Guru saya ini….eaaaallllaaaahhhh….DIA bukan saja tidak menjauhi mereka melainkan mau bergaul dengan mereka. Merangkul mereka. Lebih gawat lagi adalah tuturan-NYA pada lain kesempatan : “mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu”…ck ck ck ck ck ck ck…ada-ada saja Sang Maha Guru saya ini. Apa maunya DIA?.

Ternyata adalah ini: jika mengasihi sesama dan membenci musuh adalah sifat dan naluri manusiawi maka sifat Ilahi tidak seperti itu. Semua milik-NYA. Tak ada satupun yang terbuang. Mereka yang akan terbuang adalah mereka yang membuang mereka sendiri. Tidak oleh NYA. Apaka dengan begitu, DIA bertoleransi terhadap kejahatan? Oh, NO WAY. Tidak. Persoalannya adalah, dalam sifat Ilahi, Kejahatan tidak harus diperangi dengan kekerasan. Tidaklah an eye for an eye. Mata ganti mata. Gigi ganti gigi. Kata-NYA: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”. Oiiiiihhhh, amat jelas dan amat tegas. Kalahkan kejahatan tetapi lakukanlah dengan KEBAIKAN. Pernahkah anda membaca tulisan dari Arswendo Atmowiloto yang dibuatnya semasa dia berada di penjara. Katanya begini (saya sederhanakan): … semua abal-abal (penjahat) yang ada di dalam penjara adalah orang-orang yang merasa tak memiliki kawan di luar. Oleh karena itu, setelah bebas, mereka akan melakukan kejahatan lagi supaya kembali masuk ke penjara guna bertemu …… kawan-kawannya. Sahabat-sahabatnya….. Perhatikanlah sahabatku semua…siapa sahabat para penjahat itu….ya sesama penjahat….mengapa demikian? ya, karena ayang bukan penjahat …akan menolak mereka…..jika seumur-umur, sahabat penjahat adalah penjahat juga maka apa yang dibagi-bagikan di antara mereka? Tak lain dan tak bukan adalah pikiran-pikiran jahat. Lalu, kapan kejahatan di dunia akan berkurang dengan cara itu?

Maka, benarlah logika sang Guru. Amat benar. Jikalau mau kejahatan diperangi, jangan jauhi mereka. Bergaulah dengan mereka tetapi jangan ikut pikiran jahat mereka melainkan berkisahlah anda tentang hal baik kepada mereka. Sehari 1 kebaikan mereka dengar. Dua hari 2 kebaikan. Seribu hari, seribu kebaikan. Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Oooooohhhh, itulah KASIH yang sejati itu. KASIH itu keluar lurus dari subjek dan lurus tertuju kepada objek. KASIH sejati tidaklah seperti ini: keluar lurus dari subjek dan berbeloklah sedikit ketika bertemu objek yang tidak disenangi. Kasih model berbelok adalah kasih yang khas manusia. Sedangkan kasih yang terus lurus adalah KASIH yang Ilahiat. Hanya dengan KASIH yang Ilahiat kita tak akan memiliki musuh. Kita bisa berbeda pendapat tetapi kita tetap sahabat. Saya memilih mengenakan baju putih, anda berbaju hijau tetapi kita adalah teman. Anda memilih untuk melanjutkan perjalanan, dia memilih untuk berjalan lebih cepat lebih baik sedangkan saya memilih untuk tidak memilih yang dua itu tetapi kita bukanlah kumpulan para musuh-musuh. Kita adalah sahabat saya. Kita saling menerima perbedaan di antara kita karena bukan perbedaan itu yang membuat kita bersahabat. Sahabat ada karena KASIH dan KASIH memang tidak pernah boleh berbelok.

Lalu, datanglah contoh pamungkas dari Sang Maha Guru di suatu ketika. Pada saat itu ramai orang berkumpul dengan wajah ganas dan dengus amarah. Oiiiii….lihatlah….di tangan kumpulan orang-orang itu tergenggam beberapa butir batu yang siap dirajamkan kearah tubuh seorang penjahat perempuan yang berprofesi sebagai pelacur. Lalu, Sang Maha Guru mengatakan ….hhhoooooiiiii……bagi yang merasa tak memiliki salah …. silakan memulai merajam perempuan ini …. Lalu, semua diam. Semua membisu. Perlahan-lahan kerumunan orang bubar tanpa sempat melemparkan batu di tangan mereka. Mengapa? tampaknya tak seorangpun yang nekad mengaku bahwa mereka adalah orang yahng suci tanpa dosa. Mereka sama berdosanya dengan perempuan pelacur itu dalam bentu yang lain. Ketika kerumunan orang itu berlalu maka DIA berkata begini ….. pulanglah dan jangan berbuat dosa lagi ….

Ada 3 perkara di situ. Pertama, tak ada orang yang tidak pernah bersalah. Perempuan pelacur dan kerumunan orang itu ternyata semuanya adalah orang yang ada salahnya. Kedua, hanya kebaikan yang mampu membuat orang bersalah tidak melakukan kesalahan baru. Teguran yang konstruktif tanpa tindakan destruktif yang dilakukan Maha Guru telah mencegah kerumunan orang-orang terjebak dalam kesalahan baru, yaitu merajam orang sampai mati. Ketiga, permintaan tegas bahwa kesalahan jangan diulang kembali karena kesalahan yang berulang-ulang adalah dosa. Dan, sahabatku sekalian, begitulah cara bekerja KASIH yang benar, yaitu jalankanlah kebaikan. Rangkul-lah mereka yang bersalah. Jangan membuang mereka. Nyatakanlah KASIH anda secara lurus. Jangan berbelok. Dalam persahabatan, sekali waktu, pasti terjadi perselisihan juga. Tetapi, dari pada menyingkirkan sahabat, mungkin lebih baik kita saling memaafkan. Saya ingin mengutip apa yang dikatakan oleh Avatar A’ang ketika dia menolak untuk membunuh raja api yang durjana itu dalam pertarungan pamungkas mereka, ketika raja jahat itu telah terkulai tak berdaya …. saya ingin menghancurkanmu tetapi tidak akan saya lakukan karena lebih baik dari menghancurkan adalah mengampuni. Nah, sahabat sekalian, sudahkah anda memaafkan saya? Catatlah: memaafkan itu enak rasanya.

Tabe Tuan Tabe Puan

Komentar
  1. luiggimikerk mengatakan:

    “kalian dengar keluhan ku”

    Dari pintu ke pintu kucoba tawarkan nama
    demi terhenti tangis anakku dan keluh ibunya
    Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga
    seperti hendak telanjangi dan kulit jiwaku

    Apakah buku diri ini selalu hitam pekat?
    Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan?
    Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
    dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari

    Kemanakah sirnanya nurani embun pagi
    yang biasanya ramah kini membakar hati?
    Apakah bila terlanjur salah
    akan tetap dianggap salah?
    Tak ada waktu lagi benahi diri
    Tak ada tempat lagi untuk kembali

    Kembali dari keterasingan ke bumi beradab
    ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang
    Tuhan, bimbinglah batin ini agar tak gelap mata
    dan sampaikanlah rasa inginku kembali bersatu

    Ke manakah sirnanya nurani embun pagi
    yang biasanya ramah kini membakar hati?
    Apakah bila terlanjur salah
    akan tetap dianggap salah?
    Tak ada waktu lagi benahi diri
    Tak ada tempat lagi untuk kembali

  2. sonny mengatakan:

    berat emang tapi itulah KASIH

  3. West Timorians mengatakan:

    good posting. Pilihan lagu yang tepat

  4. dahfy mengatakan:

    harus diakui bahwa pengampunan adalah “obat” kendati pahit. Mungkin karena pahit maka banyak orang ga suka dengan ajaran tentang pengampunan. Brilian posting. Thanx

  5. fajroelaen mengatakan:

    Harus diakuin kebenaran substansi posting ini tetapi APA ADA YANG BISA MELAKSANAKANNYA? Saya ragu. BTW, good posting

  6. monang mengatakan:

    Wah mantap. Bagus. Ini bukan teori tetapi Mandela mempraktekannya dengan amat baik di Afrika Selatan

  7. Fakhroxy mengatakan:

    rekan fajroel…gw c7ma elo….tapi coba pertimbangkan nama NELSON MANDELA….gimenong??????

  8. samuel mengatakan:

    PENGAMPUNAN SEJATI HANYA DIMILIKI OLEH YANG ILAHI. MANUSIA HANYA BISA MENIRU TELADAN ILAHI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s