habis terang terbitlah gelap

Posted: April 16, 2009 in musik, politik

Dear Sahabat Blogger,

Judul di atas memang melanggar kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mana ada gelap yang terbit? Tak ada tapi begitulah, wong tangan-tangan saya sendiri kan? Lalu, karena saya berpikir bebas maka ya sudah, jadilah judul ngawur itu. Agak aneh memang tetapi isinya biasa-biasa saja. Gerangan apa? Berita mengejutkan bagi saya pribadi datang kemarin bahwa ada seorang kenalan, yang merupakan caleg dari salah satu partai besar, mengalami kecelakaan lalu lintas……wwwwoooooaaahhhhh….ada apa? what’s going on???? …dan ini penjelasan dari si pembawa berita….

Si mister X, kita sebut saja begitu, yang caleg di Kabupaten Kupang tiba-tiba menjadi murung selepas proses penghitungan suara. Bukan hanya murung tetapi juga tidak lagi punya keinginan untuk makan … eh gilaaaaa beneeeerrrr, demikian saya membatin). What’s wrong????? Ya karena suara yang diperolehnya jauh di bawah harapan. Lalu. kemarin lusa sore, tiba-tiba si mister X menyambar motornya, lalu tancap gas tidak keruan dengan suara mesin yang memekakan telinga lalu……..brrrrrraaaaannngggg….bbbrrrukkkk……brraaaaaaggghhhh….klepek klepek klepek……mister X menabrakan motornya ke sebuah pohon asam tua……..pingsan tak keruan….mati????? belum…eh sori….tidak….mister X sempat dibawa ke RSUD WZ Yohanes di Kupang dan di rawat…..sampai tulisan ini diposting, yang berangkutan masih belum sadarkan diri.

Waaaaaahhh, mengapa harus begitu sobat? Sepanjang yang saya kenal, mister X si kenalan saya itu adalah orang yang cerah ceria. Hidupnya selalu optimis…..So, why why waaaaaaaiiiii????? sekadar gagal dalam pemilu kan barang biasa???? ada kalah ada menangnya. Siap menang seharusnya juga siap kalah. Sayangnya, si mister X ternyata hanya siap menang tetapi tak sanggup kalah. Betapa tidak, kata si pembawa berita, untuk urusan “percalegan-nya” mister X terpaksa menunda urusan pernikahannya. Tabungannya habis terkuras untuk ongkos kamapanye. Mulai dari urusan kartu nama, selebaran, spanduk hingga urusan “uang rokok” dan “uang sirih pinang”. Habis uang di tabungan tak masalah. Ada kawan, kenalan, sobat, sabit, tengkulak, calo, rentenir, hantu blau dan seterusnya yang bisa meminjamkan duit. Dan memang itu dilakukan oleh mister X. Pinjam, pinjam dan pinjam. Tak cukup hanya itu, selama masa kampanye, mister X dikenal juga sebagai “mister pesta”. Tak ada pesta yang tak didatangi si mister pesta. Apakah itu pesta perkawinan maupun pesta ulang tahun si kucing meong. Diundang maupun tidak diundang. Untuk apa? ya sosialisasi dirilah. Mister X juga dikenal senagai “mister murah hati””….tebar duit di sana tebar rupiah di sini. Tebar uang di sono, hambur wang di mari. Pokoknya, pinjam, pinjam, pinjam lalu hambur, hambur, hambur. Lalu bagaimana cara mengembalikan uang pinjaman dan rencana perkawinan. Ah, gampang: nanti jikalau sudah dilantik, uang akan datang dengan sendirinya….biasalah….kelakuan anggota legislatif yang segera menjadi kaya raya begitu menjadi “pejabat negara”. Everything is beres, beres, beres dan…ternyata tidak beres.
Seperti yang sudah saya kasi tau di awal tadi, datang berita …Mister X mencoba membunuh diri setelah impiannya menjadi “pejabat negara” pupus. Entah bagaimana cara mengembalikan uang pinjaman. Entah bagaimana nasib nona Y yang terlanjur tertunda dinikahi. Selama beberapa bulan hidup misterX ramai, amat ramai. Bising, Teramat bising dengan ini-itu-nya kampanye serta ini-itu-nya impian impian yang hadir di tiap pesta. Tapi tengoklah dia diakhir ceritera. Dia kini sendiri dalam sunyi….bertarung dengan maut…..sepi….tak ada kawan…….mengenaskan. Lalu, saya teringat posting sahabat saya, si mister polos, tuak 1 (tuaksatu.blogspot.com) tentang ada caleg yang gila dan lainnya setengah gila. Saya membayangkan….di luar Kupang mungkin ada yang mengalami nasib mengenaskan pascapemilu. Apakah 1 orang atau dua?. Atau jangan-jangan ribuan….wwaaaalllaaaaaahhhhh……

Dan saya teringat bahan di matakuliah filsafat manusia yang pernah saya tekuni dahulu di bangku kuliah. Manusia, kata Schoonenberg, adalah makhluk paradoks. Di satu pihak, dia tahu bahwa dia adalah makhuk terbatas, baik karena alasan fisik, biologi, sosial, teologis dan kesadaran, akan tetapi di lain pihak manusia adalah juga pemikir bebas. Dia merasa boleh menjadi apa saja. Bila perlu semua faktor determinismenya ditubruk habis-habisan. Lantas, dia merasa inilah aku, si manusia, yang ditakdirkan untuk mengalahkan semua faktor pembatas. Bagaiman bisa? Ya tentu saja bisa karena manusia memiliki paling kurang 5 ciri makhluk hidup, yaitu daya asimilasi, memperbaiki/memulihkan, mereproduksi, bereaksi dan memiliki tujuan-tujuan. Lalu, melebih makhuk hidup lainnya, manusia memiliki sekaligus 3 hal, yang jauh di atas monyet misalnya, yaitu nalar kognisi dan daya afeksi yang dapat digunakan sebesar-besarnya bagi pengembangan daya psikomotorik. Dengan cara itu, manusia bisa terbang ke bulan, manusia bisa membuat bom atom, manusia bisa membuat kloning bagi dirinya sendiri dan eittttsss…… jangan lupa, manusia bisa memiliki blog (xi xi xi xi xi).

Singkat kata, dengan semua daya yang ada pada dirinya, manusia merasa, – dan seringkali berhasil – bahwa faktor pembatas ada untuk dipatahkan. Caranya? cukup dengan kata “mau”. Pepatah barat mengatakan bahwa “if there is a will there is a way”. Lantaran itu, Ibu Kita Kartini pernah menulis begini kepada sahabatnya:

Kamu tahu motto hidupku? “Aku Mau”. Dan dua kata sederhana ini telah membawaku melewati gemunung kesulitan. “Aku tidak mampu menyerah”. “Aku mau” mendaki gunung itu. Aku tipe orang yang penuh harapan, penuh semangat (R.A Kartini dalam suratnya kepada Stella Zeehandelaar, Jepara, 13 Januari 1900″

Raden Ajeng Kartini benar. Amat benar dengan kata-katanya itu. Itulah gunanya harapan. Itulah gunanya semangat. Itulah gunanya kemauan. Semua itu memberikan gambaran yang tepat tentang ciri manusia sebagai makhluk hidup. Tetapi apakah hal itu mutlak benar? Fakta sejarah di belakang hari menunjukkan bahwa R.A Kartini yang memiliki pemikiran yang dahsyat dan melampaui jamannya itu ternyata harus tertunduk lesu di depan fakta hidup. Oleh bapaknya, dia dipaksa kawin dengan lelaki yang sudah beristeri. Jadilah R.A. Kartini sebagai isteri ke-4. Impiannya bersekolah di Negeri Belanda tak pernah tercapai dan dia mati muda. Mengapa demikian? Ya, cuma satu: kebebasan manusia hanya akan diperoleh jika dan hanya jika dia tertundukkan oleh kuasa di luar dirinya, yaitu Sang Khalik (Leahy). Jika benar demikian maka konsekuensinya cuma 1: hanya Sang Kahlik yang mutlak. Manusia dan kehendak bebasnya nisbi adanya. Akibatnya, sekuat apapun kehandak bebas manusia dia harus tunduk pada “aturan”, yaitu manusia itu terbatas. Tak harus semua yang diimpikannya menjadi kenyataan. Lah, bagaimana cara manusia berkemauan atau berkehendak bebas dalam keterbatasannya. Cara cuma 1: penguasaan diri (self-control). Tahu batas. Tahu diri. Kalau katak maka jadilah katak yang terbaik tak perlu memaksakan diri menjadi sapi tambun. Kalau rumput maka jadilah rumput terhebat di taman sembari tersenyum tulus melihat si pohon menjadi si rindang yang menyejukkan.

Jadi, tak ada pilihan lain selain ini harapan saya: siapa saja boleh bermimpi menjadi apa saja. Supaya mimpimu itu menjadi kenyataan maka mulailah menyingsingkan lengan baju mu. Bekerjalah sekuat-kuatnya. Tetaplah bersemangat. Tetaplah memelihara harapan. Jangan padamkan api harapan itu dalam dirimu. Tetapi, jangan lupa, kuasailah dirimu. Kuasailah kehendakmu. Jangan biarkan kehendakmu menguasai dirimu. Jika tidak, begitu bersiaplah untuk sendiri dan sunyi di dalam kesia-siaan. Janganlah sehabis pesta besar meriah terang benderang lalu berakhir dengan sendiri, sunyi dan dalam gelap pekat. Jangan sehabis terang datanglah gelap (simpati dan doa saya untuk semua sahabat yang sedang menderita akibat berpikir bebas yang tak terkendali).

Saya cuplikan aksi dari Group Band Rock “Boomerang” yang menyanyikan dua buah tembang lawas ciptaan Leo Kristi (Kereta Laju) dan Charles Hutagalung (Hidup yang Sunyi), Setelah deru gemuruh kereta laju lalu hidup terpuruk dalam sunyi. Tapi, perhatikanlah, jika anda terlanjur terpuruk dalam gelap, tetaplah pertahankan nyala api harapan. Perhatikan syair dalam lagu “hidup yang sunyi”….hidupku hanya untuk-Mu…… Semoga anda paham apa yang saya maksudkan.

Tabe Tuan Tabe Puan

Komentar
  1. arsyadsalam mengatakan:

    memang kita ini mahluk paradoks… bisa berubah sikap tanpa alasan dan tiba2….. banyak kita lihat contoh2nya din sekitar kita……………..

  2. bayu mengatakan:

    yaaaaaaccchhhh….mmalukan juga yaaaaa…..

  3. soul-soul mengatakan:

    waaaaaaeeeiii….tu lagu fv gw tuuhhh…..ngulik baasnya repoootttttt…….but kmana boomerang??????

    gw kasi liriknya yaaaaa….

    Kereta Laju

    Kereta melaju berlari
    Diatas kompor angkat kaki
    Serasa melayang serasa terbang
    Senyumku terkembang walau sedih

    Bawalah aku cepat berlari
    Bawalah aku jauh.. Jauh pergi
    Ai.. Ai.. Ai
    Ai.. Ai.. Ai
    Ai.. Ai.. Ai
    Gembala tua, gembala tua
    Gembala tua, gembala tua

    Kudengarkan roda bernyanyi
    Rantai putus menari-nari
    Kubuka jendela hujan berhenti
    Kulihat pelangi tanda cerah hari

  4. soul-soul mengatakan:

    trus ni yang hidup ku sunyi

    hidup ku sunyi

    Bila hari telah senja
    Malam haripun tiba
    Hidupku yang sendiri
    Sunyi…

    Bila sang surya berlalu
    Hati terasa pilu
    Hidupku yang sendiri
    Sunyi…

    Reff :

    Mengapa engkau bertanya
    Mengapa ku harus berduka
    Hidupku hanya untukmu
    Sayang…sayang…

    Bila hari telah senja
    Malam haripun tiba
    Hidupku yang sendiri
    Sunyi…

    Kembali ke : Reff

    Bila hari telah senja
    Malam haripun tiba
    Hidupku yang sendiri
    Sunyi…

    Kembali ke : Reff

    Bila hari telah senja
    Malam haripun tiba
    Hidupku yang sendiri
    Sunyi…
    Hidupku yang sendiri
    Sunyi…
    Hidupku yang sendiri
    Sunyi…

  5. Fakhroxy mengatakan:

    ini urusannya duit…duit….duit…dan akhirnya …kooit….coba aja kalo anggota dpr ngga digaji…ngga bakalan direbutin….

  6. Fakhroxy mengatakan:

    lagu yang diposting pas banget…keren….

  7. luiggimikerk mengatakan:

    Terima Kasih yang amat banyak kepada kawan-kawan yang sudah berkunjung dan memberikan komentar. GBU

  8. Anonim mengatakan:

    ya asal muasalnya cuma 1 hal, yaitu duit duit duit…maka begitulah akhirnya…..stress dan gila

  9. mikerk mengatakan:

    thanx bagi kawan yang sudah berkunjung dan memberi komentar. GBU

  10. fajroelaen mengatakan:

    duit…duit trus gila gila gila

  11. fajroelaen mengatakan:

    gimana kalo dikombinasikan ajah…kereta laju di jalan sunyi…SBY kan mo menang tanpa lawan makanya lawan-lawannya dibungkam pake DPT gaya ORBA….walaaahhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s