pulihkan hutan kita, dengan hati, sejengkal demi sejengkal (garden song by john denver)

Posted: Februari 26, 2009 in Lingkungan Hidup, musik
Dear sahabat blogger,

Adakah di antara sahabat yang pernah tinggal di daerah gurun? bagaimana rasanya. Nyamankah? Menyenangkankah? Saya belum pernah bertempat tinggal di daerah gurun dan oleh karena itu senyatanya belum pernah tahu seperti apa rasanya tinggal di situ. Tetapi menurut apa yang bisa saya baca, suhu gurun jika siang dapat mencapai 50 – 60 oC dan malam hari bisa turun sampai di bawah 0 oC. Mengapa? karena udaranya kering sehingga ketika siang tidak ada penyerap panas yang datang sedangkan di malam hari tidak ada penahan panas yang keluar. Daerah gurun juga sama sekali tidak produktif sebagai lahan pertanian karena, selain suhu panasnya itu, hujan amat sedikit. Tidak jarang, hujan hanya turun sekali dalam 3-4 tahun. Woooooowwwwww…..bagaimana minum???? bagaimana mandi????? Bagimana pula bahan makanan????? Wah, kacaulah sudah pasti…….Oleh karena itu, tak pelak lagi tinggal digurun mestinya bukan sesuatu yang menyenangkan. Bahkan mungkin sengsara. Amat sengsara.

Suatu publikasi dari UNCCD (united nation convention to combat desertification) pada tahun 2007 mempublikasikan data bahwa ada 3 daerah di Indonesia yang terancam mengalami proses penggurunan, yaitu NTT, NTB dan Sulawesi Tengah. Lantas…….sabaaaaarrr duuluuuu………whaaaaatttttttt??????? ada nama NTT disebut di situ? Tidak salahkah???? bukankah sekarang NTT dikenal lewat iklan ….SEKARANG SUMBER AIR SU DEKAAAATTTTT?????……walaaaaahhhh tobiiiillll….tobiiiiiilllllll……….ada apa gerangan ini?

Begitulah, bagi banyak orang kabar itu mungkin mengagetkan tetapi tidak bagi saya. Sejak tahun 2007 saya sudah memdengar data itu. Dan agak sulit saya membantahnya. Data yang ada di Forum DAS NTT menunjukkan bahwa laju kerusakan hutan NTT sekitar 15.000 ha/tahun sedangkan kemampuan pemerintah melakukan rehabilitasi hanya 3.000 ha/tahun. Data tahun 207 juga menunjukkan bahwa luas lahan kritis di NTT sebesar 91.5% dari total luas lahan daratan NTT 4.7 juta ha. Masyarakat terus saja gemar melakukan aktivitas pertanian tebas bakar secara kurang rasional. Peternakan sapi dibiarkan bebas merumput tanpa usaha untuk memperbaiki kondisi lahannya. Masyakarakat nyaris tidak memiliki budaya menanam kembali setiap pohon yang ditebangnya. Semua diserahkan kembali ke alam. Setiap tahun proyek rehabilitasi lahan macam GERHAN tak jelas juntrungannya.

Dalam keadaan begini saya teringat akan seorang petani di Desa Nenas, Timor Tengah Selatan kaki puncak tertinggi G. Mutis yang merupakan hulu 2 DAS paling besar di Timor Barat dan merupakan suatu desa yang amat terpencil. Setelah diadvokasi oleh saya dan kawan-kawan dari ForDAS NTT, beliau amat gemar menanam. Ketika kami mengidentifikasikan bahwa mutu hutan di desanya mulai terdegradasi lalu mencarikan anakan tanaman bambu sebanyak 20.000 anakan untuk ditanamn tanpa ragu semua anakan itu ditanam habis di sepanjang daerah aliran sungai yang melintasi desa itu. Yang mengejutkan adalah beliau grima kasih keemar menaman kembail setiap anakan yang ditemukan sudah mati mengering padahal masyarakat di sekitarnya hanya diam berpangku tangan. Pak Simon Sasi, begitu namanya. Saya pribadi memberi arti SASI sebagai sarjana ahli segala ilmu dan beliau tersipu tiap saya panggil begitu. Mengapa hal itu dilakukan oleh Pak Simon? Jawabnya adalah …..Saya hanya punya cinta kepada Tuhan yang sudah menciptakan semua yang saya perlu. Saya cuma mau berterima kasih kepada Tuhan……

Untuk semua usaha Pak Simon yang tak kenal lelah untuk terus menanam, sekaligus menghimbau kita semua untuk jangan lupa menanam agar lingkungan kita menjadi lebih baik, saya hadiahkan lagu cantik dari John Denver. Salah satu dewa musik bergenre Country. Lagu ini berjudul Garden Song yang berceritera tentang menanam seinci demi seinci sebaris demi sebaris. Tidak hanya itu, rawatlah tanaman yang ditaman itu. Iringi dia dengan doa karena kita memerlukan mereka, pohon-pohon itu, demi masa depan bumi kita. Masa depan kita sendiri.

The Garden Song
by john denver and the muppets

Tabe Tuan Tabe Puan

Komentar
  1. luiggimikerk mengatakan:

    Jika para sahabat ingin ikut berdendang bersama John Denver, maka berikut ini adalah lirik lagi The Garden Song

    The Garden Song

    Chorus
    Inch by inch, row by row, gonna make this garden grow
    All it takes is a rake and a hoe and a piece of fertile ground
    Inch by inch, row by row Someone bless these seeds I sow
    Someone warm them from below
    Til the rain comes tumbling down

    Pullin’ weeds and pickin’ stones,
    we are made of dreams and bones
    I feel the need to grow my own cause the time is close at hand
    Grain for grain, sun and rain I’ll find my way in nature’s chain
    Tune my body and my brain to the music of the land

    Chorus

    Plant your rows straight and long,
    Temper them with prayer and song
    Mother earth will keep you strong if you give her love and care
    An old crow watching hungrily from his perch in yonder tree
    In my garden I’m as free as that feathered thief up there

  2. Erick mengatakan:

    substansi posting dan lagu terasa saling mengisi. Good posting and also, good song. Great

  3. fajroelaen mengatakan:

    Wah lagu lama yang pas sekali dengan tema posting. Saya pernah ke NTT, ke sumba timur, tahun 2005, memang mirip gurun. Ayo kita dukung plant for planet selamatkan indonesia dari proses penggurunan

  4. fajroelaen mengatakan:

    indah sekali…..inch by inch row by row….some one blessed these seeds i sow….woowwwwww….asyik…

  5. sastavyana mengatakan:

    i love this posting

  6. Fakhroxy mengatakan:

    perfects song for perfect objectives to save our forest. Keep on posting bro

  7. singoranduwe mengatakan:

    wah lagu yang cantik. NTT, NTB dan Sulteng emang udah ada dalam peta UNCCD sebagai daerah terancam penggurunan. AYO LAWAN BUNG. WE SUPPORT YOU

  8. srengsreng12 mengatakan:

    ueeennnaaaaaa tenaaaaannnnnnn lagu ne….syik asyikkkkk,,,ayo save our world

  9. srengsreng12 mengatakan:

    ah, gw udah menjelajah isi blog ini…ternyata bagus amat ya….pantas ditunggu posting berikutnya nich….

  10. taufik07 mengatakan:

    all you have to do is close your eyes if you have ever been in love this song plays many chords.

  11. poempuisi mengatakan:

    wah dunia eamgn sempit ya……ternyata bigmike punya blog juga di WP…mantaplah…

  12. poempuisi mengatakan:

    ngga di BS ngga di WP, bm tetep bagus …..keep on posting bro…

  13. Sherly mengatakan:

    very good posting….save our world together….yes we can…

  14. Sherly mengatakan:

    sebelu off…gw mo bilang…thanx…blog ni postingnya bagus2…keep on posting ya….

  15. A9ust mengatakan:

    woooiii…ada di sini juga????? baru tahu nih…..hutan NTT memang parah…..ayo selamtakn hutan yang tersisa

  16. primera's mengatakan:

    good posting. The Muppet mgningatan kita pada kenangan masa kecil. Lagunya cantik banget. Keep on posting bro’

  17. putra mengatakan:

    Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yang masih tersisa. Hutan
    Indonesia memiliki 12% dari jumlah spesies binatang menyusui/mamalia,
    pemilik 16% spesies binatang reptil dan ampibi, 1.519 spesies burung
    dan 25% dari spesies ikan dunia. Sebagian dianataranya adalah endemik
    atau hanya dapat ditemui di daerah tersebut.

    Luas hutan alam asli Indonesia menyusut dengan kecepatan yang sangat
    mengkhawatirkan. Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan
    aslinya sebesar 72 persen [World Resource Institute, 1997].
    Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun
    dan menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara
    besar-besaran. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6
    juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8
    juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu
    tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia
    berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73
    juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta
    hektar berada dalam kawasan hutan. [Badan Planologi Dephut, 2003].

  18. putra mengatakan:

    d mana milyaran rupai dan mungkin triyun rupiah yg sudah habis untuk rehabilitasi? semua nyaris habis dikorupsi secara berjemaah….

  19. eliza mengatakan:

    Ternyata my sweet heart punya blog di sini juga ya…ngga bilang-bilang…..posting yang amazing…tembang yang amazoing….c’mom save our forest..save our planet for saved live…. i love this guy….

  20. eliza mengatakan:

    pindahin posting ini ke BS dooooong……

  21. Pietronigra mengatakan:

    Wuiii….mantap….posting yang bagus lagu yang bagus

  22. nuning mengatakan:

    cool posting…great music…..good blog

  23. roulin-roulin mengatakan:

    save our planet…..lagunya mantap abiezzzzz…..

  24. kirana mengatakan:

    posting yang menawan…blog dengan pikiran-pikiran orisinal….

  25. kirana mengatakan:

    duhhh….asyiknya lagu ini…

  26. mikerk mengatakan:

    thanx untuk semua yang sudah berkomentar. GBU

  27. jeremy mengatakan:

    Pace punya posting bagus. Hutan Papua beruntung masih aman tetapi pencuri-pencuri sudah mulai beraksi….

  28. jeremy mengatakan:

    eh lagunya enak….kaonak

  29. remaswari mengatakan:

    good posting…lagunya…wwuuuhhh…awesome….

  30. zamraud mengatakan:

    wuaaaahhhh….very good posting….

  31. roulin-roulin mengatakan:

    punya data baru?

  32. monang mengatakan:

    apa itu proses penggurunan? benarkan indonesia terancam?

  33. ronball mengatakan:

    good posting….

  34. kirana mengatakan:

    wow posting keren…lagunya keren…..

  35. vantjerwn mengatakan:

    postingnya mantap…lagunya lucu…keren

  36. Anonim mengatakan:

    Dapatkah HATI mengatasi KORUPSI?????

  37. Sherly mengatakan:

    @ tanpa nama,

    akar korupsi adalah keinginan hati yang tidak terkontrol….jadi mengontrol hati dapat menekan korupsi. Knapa harus sinis?

  38. Resa Blogs mengatakan:

    mas/mba yang punya blog tukeran link yuk…
    link saya taro di sini…
    trus konfirmasi ke saya
    tar linknya saya pasang di blog saya..gmn??
    Terima kasih Sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s