“too much love will kill you” (bryan may): berbahayakah cinta?

Posted: Februari 17, 2009 in musik
Dear sahabat blogger,

Dalam beberapa hari belakangan, selain disibukan urusan mempersiapkan 40-an hari “keberangkatan” Ibunda saya ke “negeri abadi” saya juga, dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Forun Daerah Aliran Sungai NTT, bersibuk ria menerima kunjungan studi banding sahabat-sahabat dari Aceh.Tentang hal ini, akan saya tulis dalam posting berikutnya. Oleh karena itu tentang hal-hal di luar itu agak terabaikan. Termasuk terhadap permintaan beberapa sahabat agar saya memberi apresiasi terari sendiri terhadap perayaan hari Valentine. Hari Raya Cinta Kasih. Alasannya sangat simpel, yaitu karena misi blog ini juga menggunakan afeksi cinta.

Tentang hal ini, hmmhhhh…..jawab saya adalah ‘……. jauh sebelum orang bersibuk ria dengan hari Valentine, saya sudah berbicara teramat kerap tentang cinta. Lihatlah arsip-arsip posting jika tidak percaya. Naaaaaahhhhh ….. iya kaaaaaa?????? ….. ha ha ha ha …. Jadi, jikalau dalam posting kali ini saya kembali berbicara tentang cinta, tidaklah pertama-tama untuk hari Valentin melainkan … lihatlah ruang di samping kanan posting ini. Ada info tentang telah terbitnya sebuah buku baru yang berjudul: diary playgirl kambuhan karangan Joshua Riwu Kaho. Ahaaaa….ada kata “Riwu Kaho” di situ. Dan, anda benar si pengarang ini memang punya hubungan DNA dengan saya. Dia adalah keponakan saya yang tinggal di Jogja bersama Ibunya yang adalah saudari perempuan saya, Paulina Hege. Saya cuma dikabari tentang telah terbitnya buku ini tetapi tidak punya info apapun tentang isi buku ini. Sudah barang tentu melihat labelnya yang teenlite itu tampaknya buku ini memilih segmen remaja sebagai pembaca. Saya memang remaja tetapi itu dulu…..30 tahun yang lalu ha ha ha ha. Oleh karena itu, bukan tentang isi buku itu saya ingin berbagi melainkan tentang hal ini: playgirl. Apa ada masalah tentang ini? Mungkin bagi yang lainnya tidak tetapi bagi saya ada, yaitu kata ini erat bertalian dengan sikap yang kurang “bertanggungjawab”. Berikut ini penjelasannya.

Cinta pada dasarnya adalah afeksi positif manusia. Leahy mengatakan bahwa yaitu suatu sikap afeksi manusia yang keluar dari dirinya (sebagai subyek) dan mengarah kepada sesuatu (obyek) yang dianggapnya baik. Afeksi benci adalah sebaliknya, yaitu sesuatu yang keluar dari manusia yang mengarah kepada subyek yang dianggapnya jelek. Dengan demikian, apakah fenomena playgirl/playboy adalah ungkapan kebencian dan oleh karena itu kurang “bertanggungjawab”? Nanti dulu. Sabar. Saya masih akan menjelaskan sesuatu sebelum saya simpulkan. Ikuti saja perlahan-lahan. Dalam mengungkapkan cinta, ternyata ada dua sikap afeksi, yaitu cinta utilaris dan yang lainnya adalah cinta kebaikan hati (amour desinteresse). Dikatakan sebagai cinta utilaris jika pernyataan cinta itu bersifat mengindahkan kepentingan diri sendiri. Saya mencintai karena karena anda berharga bagi saya. Selanjutnya, akan dikatakan sebagai cinta kebaikan hati jika cinta yang dinyatakan itu bersifat tanpa pamrih dan bersedia berkorban. Saya menicintai engkau meskipun engkau tidak menganggap saya penting. Bahkan ketika engkau membenci saya. Apakah cinta utilaris kurang berharga dibandingkan cinta kebaikan hati? Sepintas jawabannya adalah yes, absolutely tapi….heeeeiiiittttt…nanti dahulu….bagaimana dengan orang-orang yang mencinta alam, bunga, binatang-binatang dan atau benda-benda tertentu? Jika begini maka harap jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Ada satu hal lagi yang mau saya katakan.

Ketika mengatakan bahwa cinta kebaikan hati, saya menyebutkannnya sebagai cinta kebaikan hati. Pertanyaannya adalah apakah itu kebaikan? Terdapat 3 jenis afeksi kebaikan, yaitu bonum utile (sesuatu baik karena berguna). Saya mencintai anda karena anda bisa melayani saya akan suatu keperluan. Lalu, bonum delectabile (sesuatu baik karena enak atau menyenangkan). Saya mencintai anda karena anda memberikan kesenangan dan kesukaan bagi saya. Dan, yang terakhir adalah bonum honestum (sesuatu baik karena pantas). Saya mencintai anda karena memang pantas untuk dicintai terlepas dari kegunaan dan atau kesenangan yang dapat diberikan anda ke pada saya. Pengertian pantas pada bonum honestum bukalah kepantasan sembarangan kepantasan tetapi kepantasan yang bersifat Ilahi. Maka kepantasan di bonum honestum erat terkait dengan kehidupan, cinta kasih, ketulusan, kebenaran, kebaikan, dan keadilan. Kepantasan adalah mutlak dan karena manusia adalah mankhluk relatif maka tahulah kita bahwa ukuran semua nilai adalah bernagkat dari sifat Ilahi dari sang Mutlak. Kita tidak mungkin benar mutlak karena kita bukan si Mutlak. Kita tidak mungkin adil karena kita bukan sanga Maha Adil. Maka, ukura kepantasan adalah ukuran-ukran Ilahi. Bukan ukuran kita. Bisakah kita mencinta dengan cara ini? Tidak mungkin tetapi kita dapat berusaha makin hari makin makin mendekati kesempurnaan.

Maka, dapatkah seorang playboy dan atau playgirl berhak mengatakan cinta? Mungkin dia punya hak untuk itu tetapi sebenarnya tidak pantas. Mencintai banyak-banyak obyek sekaligus, berbagi hati secara berkerumun pada banyak obyek sekaligus dan mengatakan itu pantas? Sult dimengerti. Adil? Sulit dibilang seperti itu. Maka, mencintai dalam pola playboy dan atau playgirl adalah mencintai yang sama sekali tidak pantas. Karena cinta merangkum hati sedangkan ketidakpantasan adalah memecah belah maka fenomena playboy dan playgirl bukanlah cinta yang pantas. Siapa yang bertanggung jawab terhadap kehancuran hati? Mencinta dengan cara “main borong” bukanlah cinta melainkan benci. Dan ini berbahaya.

Jangan bermain-main dengan cinta karena cinta laksana api. Menyenangkan ketika kecil dan terkendali tetapi akan menghanguskan ketika meliar dan tak terkendali. Cinta yang meliar adalah kebencian dan…… heeeiiiii …… Cinta yang berubah menjadi kebencian adalah api liar yang akan membakar dan menghanguskan. Ketika itu terjadi maka tak ada lagi cinta. Yang tersisa adalah abu yang akan segera ditiup angin. Nyaris tak bersisa.

Click judul lagu di bawah ini dan dengarkan apa kata Bryan May, gitaris Super Group The Queen, tentang cinta yang berlebihan dan liar.


Tabe Tuan Tabe Puan
Komentar
  1. luiggimikerk mengatakan:

    Selamat membaca dan semoga mendapatkan manfaat. GBU

  2. Anonim mengatakan:

    mampouz aja dah playgirl…matrek…wakakakak…

  3. Anonim mengatakan:

    good posting….ga cuma denger lagu tapi dapet ilmu…good blog also (Wiendar)

  4. roulin-roulin mengatakan:

    another verry good posting. Bravo. Harap jangan selingkuh ya…berbahaya…..ha ha ha ha

  5. singoranduwe mengatakan:

    cinta berbahaya? tidak. yang berbahaya adalah kebencian. Nah bercinta dengan gaya PB/PG mengundang kebencian. itu berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s