kata the lone cypress tree: “tegarlah jiwa”. menurut achmad albar dan nicky astria: “jangan ada luka “

Posted: Februari 9, 2009 in musik
Dear sahabat blogger,

Tak sengaja, ketika sedang berseluncur di dunia maya guna mencari bahan presentasi tentang jenis-jenis pohon langka, saya bertemu dengan 1 species pohon yang amat langka. Bukan cuma langka, pohon ini juga dikenal sebagai salah satu di antara 10 pohon paling ajaib di dunia. Mari kita uraikan sebab musabab mengapa pohon ini dikatakan sebagai pohon ajaib.

Pohon dimaksud sebenarnya hanyalah pohon biasa saja. Spesies atau jenisnya adalah Cuperrus macrocarpa. Masyarakat di tempat tumbuhnya menyebutnya sebagai the Lone Cypress Tree (TLCT). Dinamai seperti itu karena dia tumbuh sendirian di atas sebuah tonjolan batu karang (beach rock) setinggi 100 m di atas permukaan laut di Pebble Beach, Monterey Bay, 17-mile Drive, California. Daerah pantai ini terletak tepat ke arah Lautan Pasifik yang maha luas itu.

Rupa bentuk pohon ini tidaklah istimewa amat. Bentuk sama sekali kurang sedap dipandang mata. Tingginya hanya sekitar 25 ft atau setara dengan sekitar 7,6 m (Callahan, 2008). Sebagai perbandingan, pohon sejenis yang tumbuh di hutan di sekitar pantai itu umumnya memiliki tinggi mencapai 80-an ft atau setara 25-an m. Jika pohon sejenis di hutan Calfornia berkanopi lebar maka TLCT berkanopi kecil. Bentuk batangnya pipih dan agak melintir. Hanya sebagian cabang ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul. Jadi, untuk ukuran pohon sejenis, TLCT tergolong pohon kerdil dan buruk rupa. Mengapa demikian?

Sekali waktu, rupanya ada sebutir sebiji jenis pohon Cypress yang jatuh di celah batu granit di tempatnya itu. Benih itu lalu tumbuh akan tetapi setiap kali muncul tunas batang langsung hancur diterjang angin Pasifik yang amat kencang. Sekali-sekali berhasil juga tumbuh berkembang menjadi pohon yang agak sempurna tetapi kembali porak poranda dihajar ganasnya angin Pasifik. Harap anda tahu saja bahwa pohon ini setiap hari harus menghadapi terjangan angin Lautan Pasifik yang berhembus dengan kecepatan 60-70 mph (mil per hour) yang setara dengan 96,6 – 112.7 km per jam. Pohon lain dipastikan akan tumbang diterjang angin dengan kecepatan seperti itu. Anda mau tahu lebih jauh? Terjangan angin seperti itu terjadi bukan sehari dua melainkan sepanjang lebih dari 250 tahun umur TLCT. Luar Biasa. Tak heran, jika kanopi pohon ini berukuran kecil maka pastilah hal itu karena dicabik-cabik angin. Batangnya yang pipih dan melintir merupakan hasil adaptasi terhadap kondisi sangat berangin kencang. Jika tidak pipih, bulat misalnya, pastilah sudah lama pohon ini tumbang. Terjangan angin juga menyebabkan batang pohon ini melintir mengikuti arah gerakan pelintiran angin.

Begitulah nasib si Cypres yang kerdil dan sendiri itu. Meski dihajar oleh angin kencang dan sering porak poranda tetapi dia tetap bertahan dan mencari jalan untuk terus bertumbuh. Diam dan perlahan tetapi pasti akarnya tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah melewati poros-poros granit dan menyerap semua mineral yang tersedia. Dengan akar yang kokoh maka bagian atas TLCT, yaitu batang dan kanopi memiliki penyangga yang kuat. Dan, heeeeiii….meski berkali-kali dihancurkan angin yang kencang tetapi lama kelamaan sistem batangnya menjadi liat dan kuat untuk terus bertahan, bertumbuh dan berkembang sekalipun bentuk rupanya tidak karuan.

Pohon TLCY kemudian merupakan simbol atau landmark dari Pebble Beach Golf Resort di Monterey. Bahkan merupakan salah satu land mark kebangaan negara bagian Calfornia. Negeri para bintang film Hollywodd dengan Gubernur Negara Bagiannya bernama Arnold “the Predator” Shchwarzenegger. Anda tahu nama orang ini kan?

Oleh orang Amerika, pohon tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran jiwa. The Lone Cypress Tree seakan memberi pelajaran kepada manusia untuk tetap tabah dalam hidup meski diterpa berbagai cobaan dan gelombang kehidupan. Kadang-kadang hidup yang indah ini berubah menjadi tidak ramah. Anda yang semula berdansa riang di atas panggung tiba-tiba bisa saja terjerembab jatuh ke bawah. Sakit memang tetapi jangan menyerah. Bangkit lagi dan teruslah tegak. Di negeri tempat mampir minum ini, jangan pernah berhenti berjalan.

Nah sahabat, jikalau sebatang pohon saja mampu bertahan terhadap badai terlebih lagi manusia. Seharusnya jangan mudah luka ketika mendapatkan pencobaan.

Tegarlah jiwa

Click judul lagu di bawah ini dan selamat menikmati

Komentar
  1. trahx mengatakan:

    brilian posting. Lagu yang ueeenaaakkk tenan

  2. chueqqu mengatakan:

    yyyuuuppppssss……tembang lawas yang mengasyikan….top dah….ini blog yg bagus

  3. fajroelaen mengatakan:

    waow….poting yang bagus. Tembang lawas yg masih bs angetin kuping. Lam kenal ya

  4. singoranduwe mengatakan:

    smart posting. Tembang asyik. Tegarlah jiwa

  5. roulin-roulin mengatakan:

    Lagunya asyik. Teh niki suaranya aduhaiiiii…..postingnya gw suka banget

  6. Anonim mengatakan:

    Bagus postingnya. Asyik lagunya (Jeers)

  7. nd-ys mengatakan:

    pohon ini emang legendaris. Top dah. suara teteh nicky belon ada 2 nya dech..

  8. Lexicon73 mengatakan:

    waw very inspirational posting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s