saya suka megawati, tapi saya punya dolly. ya sudah, selamat HUT ke 44

Posted: Desember 28, 2008 in Artikel

Dear sahabat blogger,

Apa ada orang Indonesia yang tidak mengenal Megawati Soekarno Putri? Saya rasa kok tidak. Ya, dia adalah mantan Presiden RI ke 5. Partainya, PDIP, menang dalam pemilu tahun 1999. Seharusnya dialah yang menjadi presiden RI ke-4 karena, menurut etika sistem ketika itu, memang harus dia. Akibat “akrobat politik” Amien Rais dkk. yang tergabung dalam gerbong “kong-kali-kong” – “singkong x si engkong” tak jadilah dia sebagai Presiden RI. Gus Durlah yang menjadi.Megawati sendiri akhirnya cukup sebagai Wapres.

Lelakon sebagai wapres dijalaninya 2 tahun. Kecelakaan politik yang dialami Gus Dur menyebabkan Megawati “naik pangkat”. Jadilah dia sebagai Presiden RI. Ingat ko supaya, agar ko menjadi – (suatu aforisme anak-anak di Kupang untuk menggambarkan rasa keinginan). Presiden yang bagaimana? Secara empirik, masa kepresidenan Megawati berlangsung normal dengan kecenderungan ke arah perbaikan ekonmi makro. Buktinya, orang-orang di balik kerja Megawati seperti Boediono dan Poernomo Yoesgiantoro dipakai lagi pada era kepresidenan yang sekarang. Tetapi, Indonesia yang sedang terpuruk dalam berbagai isu, termasuk isu terorisme, membutuhkan lebih dari sekedar normal-normal saja. Indonesia memerlukan superman dan lalu, seorang seoparman asal Jawa Timur yang pensiunan Jenderal dan juga seorang doktor dalam bidang ilmu sosek pertanian dipilih untuk menggantikan Megawati.

Megawati kelihatan “marah”. Tak pernah lagi dia mau bertemu sang pemenang pemilu. “Megaati kurang berjiwa kenegawanan” kata sebagian orang. “Megawati picik dan kurang cerdas”. Menurut yang lainnya. “Megawati manusia bisu”. Hardik sebagai lagi. “Perempuan tidak boleh menjadi presiden”. Demikian “fatwa pujangga” sebagian orang. Megawati sendiri mengeluh: “mengapa sesama kaum perempuan malah mengolok-olok saya?”. Megawati membatin: “ketika saya memerlukan mitra bicara untuk memutuskan beberapa hal, ternyata Menkopolkamnya ketika itu (mudah-mudahan anda masih mengingat dengan baik siapa dia itu) sudah kemana-mana” (lihat Majalah Tempo Edisi Desember 2008)”. Ada kepedihan karena merasa dikhianati orang yang justru dipercayanya pada tahun 2001, yaitu orang-orang yang sudah dipecat-pecat oleh Gus Dur dari Kabinetnya. “Begitulah perempuan”. “Perempuan memang cengeng”. Pokoknya, singkat kata, begitulah: kepergian Megawati dari kursi kepresidenennya pada tahun 2004 diringi oleh olok-olok dan hinaan yang teramat sangat. Coba anda periksa komentar-komentar di sebuah web berita. Begitu ada statemet Megawati, betapapun kebenarannya, yang muncul adalah 80% maki-makian, olok-olokan dan penghinaan.

Keraguan tentang kapabilitas Megawatipun merebak meluas. Diam-diam. Perlahan dan akhirnya nyaris total. Megawati tak ada apa-apanya. Sayapun meragukan dia. Tapi, dua kali wawancara di acara bergengsi Kick Andy di Metro TV seketika mencengangkan banyak orang. Termasuk saya. Megawati tidak sediam dugaan orang. Megawati tidak sepandir perkiraan orang. Megawati tidak naif seperti yang dihinakan banyak orang. Jaya Suprana yang dimintai pendapatnya oleh Andy Noya, host acara itu, mengatakan begini: “bagi orang yang meragukan kecerdasan Megawati pastilah orang yang harus diragukan kecerdasannya”.

Ya, di acara itu Megawati berbicara banyak hal. Dan, saya tercengang dibuatnya. Ada 5 hal yang harus dicatat dari percakapan itu (endrawan ch – http://www.nusnatranews.wordpress.com):

1. Megawati punya prinsip

Rupanya langkah-langkah yang diambil Mega (dalam kehidupan pribadi) memiliki prinsip yang kokoh. Dalam beberapa sisi, beliau menjadikan hukum sebagai kekuatan tertinggi di negeri ini. Hal ini dibuktikan lewat kasus Soeharto hingga ia wafat. Bagaimana bu Mega berada di dua sisi : menghargai mantan pemimpin negeri sekaligus menghianati Bung Karno.

2. Memaafkan
Meskipun Bung Karno, Megawati dan keluarganya ditindas habis-habisan oleh rezim Soeharto, namun ketika ditanya tentang Soeharto, saya melihat mimik wajah Megawati yang “telah memaafkan” Soeharto. Ia lebih menghargai ranah hukum dan alasan medis yang cukup logis. Pak Harto waktu penyidikan secara fisik masih sehat, tapi secara mental dan saraf bermasalah.

3. Melihat Kedepan
Isi yang disampaikan Megawati di Kick Andy jauh dari ranah politik, ia lebih banyak mengisahkan sisi kehidupannya. Ia selalu ingin melihat bangsa Indonesia maju ke depan [meski ia tidak tahu pasti caranya]. Dan saya setuju sama Mbak Mega, bahwa acara debat yang ditayangkan di TV saat ini sudah jauh dari esensinya, dan Mega percaya sama acara Kick Andy yang mau menampilkan sisi hidup.

4. Demokrasi yang sederhana
Megawati tidak berbicara demokrasi dengan berbelit-belit, tapi ada satu hal yang mudah dimengerti, karena kita adalah negara demokrasi kerakyatan, maka mari kita gunakan kekuatan rakyat untuk memilih pemimpin yang dapat mengubah negeri ini [kebijaksanaan kita untuk memilih siapa: SBY, Mega, Wiranto, Sultan HB, Fajroel, Sutiyoso, Prabowo, dll.

5. Esensi Pendidikan
Esensi sistem pendidikan kita saat ini telah sirna. Moralitas dan etika generasi saat ini telah dijurang kehancuran. Ini dikarenakan transformasi edukasi sudah hilang. Yang terjadi hanya konsep pengajaran, bukan mendidik. Anak-anak bangsa hanya diajari mencari kesuksesan hanya melalui cara-cara instan seperti menghafal soal untuk menghadapi UN yang penuh kontroversial, manipulasi pihak sekolah, pembocoran soal dll.

Bagi saya pribadi ada satu hal yang paling berkesan dari statement Megawati. dan kebetulan sangat sesuai dengan suasana hati saya yang sedang merayakan Natal. Pernyataan tersebut dikatakan oleh Megawati ketika ditanya: “mengapa tidak datang melayat ketika Soeharto Wafat”. “Saya menghormati mantan Presiden Soeharto dan oleh karena itu saya mengutus putri saya melayat tetapi saya harus tetap berempati kepada para korban-korban Soeharto . Oleh karena itu saya memutuskan tidak hadir”. Semula, saya tidak begitu menaruh perhatian terhadap kata-kata itu. Tetapi lama kelamaan saya menemukan “mutiara” dibalik kata-kata itu. Dalam satu kalimat itu terucap sekaligus dua hal yaitu pengampunan dan sekaligus rasa keadilan. Megawati seorang Muslim. yang taat. Dia bergelar Hajjah. Tetapi kata-katanya itu , yang mengingatkan saya terhadap satu sosok lain yang dekat dengan saya, yaitu Guru di atas Segala Guru. Yesus Kristus.

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6:14-15).
Di sini Yesus meminta setiap anak Terang harus mampu mengampuni

“Eli, Eli, Lama, Sabachtani” (Matius 27:46,).
Di sini, Yesus secara pribadi mengalami sendiri bahwa ketika DIA diposisikan Bapa-NYA dalam keadaan berdosa maka tidak ada toleransi. Kejahatan harus dihakimi.

Maka, saya harap anda jangan heran jikalau saya mengatakan bahwa saya menaruh hormat, sehormat-hormatnya, terhadap Megawati. Dia tidak dungu. Megawati tidak bodoh. Dia cemerlang. Budi pekertinya di atas rata-rata. Tidak jadi presiden tidak soal. Kembali jadi Presiden, tak ada berkeberatan. Saya suka pada sosok perempuan tangguh ini.

Lalu, tepat berada di samping saya adalah seorang perempuan yang bukan Megawati. Apakah dia secemerlang Megawati? Tidak pasti. Paling kurang saat sekarang ini, dia belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Megawati. Meski dia bergelar Insinyur Magister Sains. Dia cuma Pegawai Negeri Sipil kecil di Kota Kupang. Tetapi, seperti juga terhadap Megawati, saya suka dia. Apa prestasinya? Cuma ini: dialah isteri saya. Sudah 22 tahun kami bersama-sama di saat suka. Di saat duka. Dia adalah sahabat hati saya. Dan hari ini, tanggal 28 Desember 2008 dia akan genap berusia 44 tahun. Dalam suasana Prihatin, saya tidak bisa memberikan dia hadiah apa-apa kecuali posting ini. Selamat HUT Dolly. Tuhan Yesus Memberkati. I Love You

Tabe Tuan Tabe Puan

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    pro mega ya?????? sammmmmmmaaaaaaa….ha ha ha ha

  2. Anonim mengatakan:

    posting dan blog yang bagus. keep on posting

  3. Anonim mengatakan:

    berbahagiala

  4. ogan mengatakan:

    sama goubloknya dengan mega

  5. luiggimikerk mengatakan:

    ogan, seberapa pintarnya anda saya tak jelas. Tetapi seberapa mutu budi pekerti anda, saya jelas benar. Terang benderang ha ha ha ha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s