I have a Dream: saya didatangi ayahanda tercinta (almarhum)

Posted: November 9, 2008 in Renungan
Tag:
Dear sahabat blogger,

Ada urusan di Mataram dan saya hadir di sana. Bekerja siang malam untuk melakukan seleksi terhadap proposal-proposal guna mendapatkan pendanaan dari pihak MFP (multistakeholder forestry programme). Ada beberapa yang berhasil tetapi lebih banyak yang gagal. Sebenarnya tidak tahan juga melihat pijar mata mereka yang kecewa karena gagal. Tidak enak hati tapi demi obyektifitas, kebenaran ilmiah, profesionalisme dan harga diri ilmuwan, semua memang harus terjadi. Apaboleh buat. que sera sera. Yang mau terjadi, terjadilah.  Selamat bagi yang berhasil. Ayo, mari belajar bersama kembali bagi mereka yang kalah. Anda bukan pecundang. Anda berada dalam gerbong kereta api yang bernama KRL “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”.

Akibat bekerja begitu spartan dalam waktu yang amat pendek, semalam, jumat malam, saya jatuh sakit. Mendapat pengobatan seperlunya dan lalu, …..tidur amat nyenyak. Dan dalam tidur itulah, saya menemukan salah satu paradoks dari realitas dalam hidup, yaitu mimpi. Dalam mimpi itu saya didatangi oleh ayanda tercinta, SGT, yang sudah menempuh perjalanan abadi sejak bulan April lalu. Dalam mimpi itu, beliau menyapa saya dengan amat tenang……Ludji (begitulah saya biasa disapanya)……bapa belum mati….bapa ada di sini. Selalu melihat kamu, mamamu, dan kalian semua. Lalu, masih dalam mimpi, saya dan beberapa saudara diajak oleh beliau untuk bekerja bersama di kebun sambil bersenda-gurau. Saling bersiram air gayung…wwaaauuuuuwwww…bahagia bermain bersama beliau. Gembira laksana anak kecil yang mendapatkan permen bon-bon……ah, sayang mimpi itu terhenti di situ. Saya terjaga.  Duduk bersidekap sejenak. Melihat teman kamar yang tidur sambil melakukan illegal logging di tengah malam …….ngooooo roccccckkkk……yeeeaaaachhhhh…..dan lalu…… tidur kembali. I have a dream.

Aha, jangan berpikir bahwa saya akan mengulas makna mimpi itu karena saya sama sekali tidak berkeahlian di situ. Tetapi tentang mimpi, saya ingin mengingatkan bahwa di tahun dahulu, ketika USA masih dibekap selubung rasialisme yang amat kuat, datanglah seorang pendeta muda yang bergelora yang berteriak I HAVE A DREAM. Ya, adalah mimpi DR. Martin Luther King Jr yang kemudian membangunkan bangsa Amerika. Dan akhirnya, bangsa Amrerika mampu membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi masalah national mental barrier mereka. Obama jadi Presiden USA. Dahulu, katanya, orang beragama Katolik tidak mungkin menjadi Presiden USA. JF Kenedy membuktikan bahwa praduga itu salah. Orang Kulit berwana tidak mungkin menjadi boss USA. Obama mematahkan mitos itu. Kita tunggu, apakah USA mampu memecahkan rekor Indonesia yang semula mengharamkan wanita menjadi presiden tetapi Megawati pernah duduk di kursi itu selama 3 tahun. Kita menunggu. Tetapi omong-omong apakah anda mengamati adanya paradoks dalam ceritera
saya di atas? Oh, adalah ini: mimpi yang membangunkan.

Saya punya referensi yang amat terbatas tentang mimpi tetapi ijinkanlah saya berhikayat tentang 2 orang yang bertalian dengan mimpi. Kedua-dua menyangkut orang-orang dengan nama yang sama, yaitu Yusuf alias Yoseph alias Joe alias Ose (menurut tata pernamaan gaya Kupang, yaitu orang yang bernama Yosef akan disingkat menjadi Ose). Yoseph pertama adalah penafsir mimpi yang jempolan yang mampu menfasir mimpi firaun tentang lembu kurus dan lembu tambun serta gandum kurus dan gandum bernas. Tidak berhenti hanya menafsir, Yusuf mampu mengkonversi mimpi menjadi tindakan nyata yang produktif dan, jadilah dia Raja Muda di Tanah Mesir. Orang Asing yang menjadi di Mesir. Hebat? Tentu saja. Yusuf kedua adalah Yusuf yang beristerikan serang wanita cantik yang bernama Maria yang baru saja melahirkan seorang bayi lelaki nan tampan bernama Yesyua. Yusuf berimpi tentang malaikat yang memerintahkannya bersama keluarganya agar menyingkir ke Mesir. Dampak dari mimpi itu adalah, terselamatkannya Bayi Yesyua. Oh, Bayi Yesyua dimaksud bukanlah sembarangan bayi tetapi di belakang hari, ajaran-NYA sangat mewarnai peradaban dunia. Hampir 50% penduduk dunia, yang pada tahun 2007 berjumlah nyaris 7 milyar jiwa, dengan bangga mengatakan..I’m a Christian. Lagi-lagi anda melihat adanya paradoks di dalam kisah itu? Oh ya, adalah ini: mimpi yang membangunkan.

Apa makna mimpi saya semalam. Apakah membangunkan? Ya, paling tidak saya menjadi terjaga dari tidur. Apa maknanya? sungguh mati saya tidak tahu. Tapi saya cuma ingin belajar dari simbol yang saya dapatkan, yaitu bahwa selagi masih hidup, bekerjalah. Cogito ergo bekerja. Orare est laborare. Doamu adalah pekerjaanmu. Meski demikian, janganlah bekerja menjadi alasan hilangnya keceriaan dalam hidup. Bekerja tidak untuk mati. Bekerja ada karena hidup. Bekerjalah dengan gembira karena bekerja adalah nikmat dari Tuhan. So, saya senang karena memiliki mimpi. I have a dream. Ingin menjadi jadi Marthin Luther? Ingin seperti Obama? Ingin layaknya Yusuf? Tidaklah. Kejauhan itu. Cukup ini, yaitu saat saya terjaga dari tidur, saya menemukan bahwa saya tetap menjadi diri saya sendiri. Selamat berhari minggu. Selamat beribadah bagi yang merayakannya. Happy weekend bagi yang bersukaria.

Tabe Tuan. Tabe Puan.

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Jangan takut untuk bermimpi karena sejarah manusia sukses selalu berawal dari mimpi. Tulisan yang baik (Jinx)

  2. Anonim mengatakan:

    setuju dengan pendapat di atas.

    apa yang dari dulu diimpikan orang sekarng hampir tercapai. bahkan untuk mimpi yang paling terliar sekalipun.

    saya kasih 1 contoh saja, dulu orang bermimpi untuk sama seperti burung. sekrang mimpi itu telah terwujud dengan terciptanya pesawat terbang. Mimpi ke angkasa luar, sudah terwujud. malah perjalanan wisata pun bisa salah satu tujuannya luar angkasa (tentu saja harga yang harus dibayar mahal minta ampun).

    tapi apakah ada yang pernah bermimpi tentang dunia yang semakin tenggelam dalam berbagai maslah seperti global warming, teroris, perang saudara dimana-dimana?

  3. Anonim mengatakan:

    Mengharukan, mengejutkan dan mempesona. Good posting. Nice blog (Maya)

  4. Anonim mengatakan:

    Manusia dan mimpi laksana ikan dan air. Tidak dipisahkan bahkan dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s