Gadjah Mada, Sabu dan Robert yang Berpendapat.

Posted: September 24, 2008 in Aboutme
Tag:
Dear sahabat blogger,

4 bulan lalu ketika sedang meluncur di internet tanpa sengaja saya menemukan sebuah arsip mail milik Yahoo groups dengan nama berikut ini: http://www.mail archive.com/referensi@yahoogroups.com/msg01287.html. Isinya adalah percakapan tentang Kerajaan Majapahit dan asal–usul Patih Gadjah Mada. Saya sebenarnya kurang tertarik pada topik ini karena bidang keilmuan saya “agak jauh” dari pokok bahasan yang ada. Saya kutipkan beberapa penggalan percakapan mereka:

tentang asal muasal Gadjah Mada, berita resmikan berasal dari pedalaman Singosari…..(Risfan Munir)……

Lantas dijawab berikut ini:

Barangkali memang aneh, Gadjah Mada mengarahkan pengembangan Majapahit ke tema penaklukan – luar Jawa – dengan kekuatan angkatan laut. Apakah ini sebuah petunjuk, bahwa Gadjah Mada adalah bagian dari “nenek moyang kita orang pelaut” ? Tegasnya, akan sangat mustahil seorang “Jawa pedalaman” masa itu (meski dengan kewenangan negara) mengerahkan kekuatan dan berorientasi menyeberang lautan ! Artinya, yang paling memungkinkan punya ide kelautan dan seberang lautan penuh kehidupan adalah orang-orang pelaut (punya tradisi hidup melaut) …..(Djarot)…..

Gerangan apa percakapan ini? Oh, rupa-rupanya para netter di atas sedang mempercakapkan debat lama, yaitu apakah Gadjah Mada berasal dari pedalaman Jawa atau bukan. Risfan Munir berpendapat bahwa dia berasal dari pedalaman Singosari. Sedangkan Djarot berpkir bahwa tidak mungkin sesorang yang berbudaya pedalaman mengarahkan pergerakan panaklukannya ke arah laut, ke pulau-puala atau daratan lain. Sampai di sini saya mulai tertarik. Sejurus kemudian perasaan tertarik berubah menjadi TERBELALAK karena saya membaca lagi, ada sesorang yang kemudian ikutan berbicara, yaitu Ekodj08 dan……wuuihhhhh nama marga saya RIWU KAHO ikut disebut. Begini bunyinya:

…….beberapa bulan lalu saya menemukan sebuah buku `baru’ di Kupang berjudul “Orang Sabu dan Budayanya” karya Robert Riwu Kaho, penerbit Jogja Global Media 2005. Sedikit saya ulas beberapa hal sehubungan dengan lontaran Pak Djarot. Kepulauan Sabu (Sawu) terletak di antara Pulau Sumba dan Rote, terdiri dari 3 buah pulau: Pulau Sabu, Raijua, dan Dana. Pulau Sabu-Dana dapat dikatakan pulau paling selatan Indonesia, berhadapan dengan Samudera Indonesia. Jumlah penduduknya saat ini sekitar 65.000 jiwa yang tersebar dalam 3 kecamatan. Pada waktu kepulauan Sabu berada di bawah pengaruh Majapahit, Pulau Dana masih berpenduduk. Konon katanya seorang pangeran dari Majapahit yang beristrikan seorang wanita dari Pulau Raijua pernah bermukim di pulau itu, dan bekas rumahnya masih ada sampai sekarang ini. 3 tahun yang lalu saya bersama Pak Ary Djatmiko sempat sampai ke Nembrala, dan dari situ dapat memandang ke Pulau Dana yang tidak begitu jauh letaknya. Terlihat pulau itu kosong tidak berpenghuni; dan kalau tidak salah Pak Ary merekomendasikan untuk membangun pos TNI-AL untuk menandai titik pangkal kepulauan teritorial Indonesia.

Dalam buku tersebut disebutkan bila orang Sabu pada umumnya menamakan dirinya `Do Hawu’. Pulau Sabu mereka sebut `Rai Hawu’. Do/dou artinya orang atau manusia, dan rai artinya tanah atau negeri. Segala apa yang dipandang sebagai `yang asli’ atau berasal dari Sabu selalu dikenakan kata sandang `Hawu’. Sedang yang berasal dari luar atau bukan asli Sabu dikenakan kata sandang ` `jawa`, misalnya terae `jawa (jagung), ki’i `jawa (domba), hi’ji/hi’gi `jawa (kain batik), dan emmu `jawa (rumah berbentuk bukan asli Sabu). Kata sandang hawu sudah dipergunakan sejak generasi ke-8 orang Sabu yang bernama Hawu Miha (Hawu bin Miha). Ketika bangsa Portugis dan Belanda tiba di Sabu, kata Hawu mengalami perubahan dalam pelafalannya menjadi `Savu’; penduduknya disebut Sabos atau Savoenese. Padahal dalam Li Hawu (bahasa Sabu) tidak dikenal kata berhuruf s, f, dan v. Dari informasi turun-temurun disebutkan pada zaman generasi ke-7 ada seorang leluhur orang Sabu bernama Miha Ngara. Beliau mempunyai 5 orang anak yaitu Hawu Miha (cikal-bakal orang Sabu), Huba Miha (orang Sumba), Tie Miha (orang Tie Rote), Ede Miha (orang Ende), dan Jawa Miha (orang Jawa).

Orang Sabu mengetahui kira-kira pada abad pertama Masehi, `Jawa Miha meninggalkan Sabu untuk menetap di Jawa. Di kemudian hari kontak antar keturunan dan keluarga tidak lagi terpelihara. Pengetahuan tentang adanya relasi ini diperoleh melalui syair-syair dan cerita para tetua dan pemangku adat di Sabu. `Migrasi’ dari Asia Tenggara diakui telah berlangsung sekitar 500 tahun SM, dan kira-kira 200 tahun SM terjadilagi migrasi dari India Selatan. Migrasi ini juga sampai ke Sabu. Pada gelombang ketiga disebutkan, ketika kaum pendatang yang jumlahnya lebih sedikit (di Pulau Jawa) mulai diperangi oleh penduduk asli, sehingga posisinya terdesak. Untuk itu mereka meminta bantuan kepada kerabatnya yang telah menetap di `timur’ untuk membantu mereka. Kala itu yang berkuasa di Sabu adalah Miha Ngara, dan mengutus kedua anaknya Hawu Miha dan Jawa Miha untuk membantu kerabatnya kaum pendatang di Jawa. Keduanya mendarat di pantai selatan Jawa Barat di suatu tempat berbukit karang, lalu diberi nama `Karang Hawu’, letaknya kira-kira 1 km dari sebelah barat pantai Pelabuhan Ratu.

Setelah peperangan berhasil dimenangkan, kedua kakak-beradik itu berpamitan untuk kembali ke Sabu. Kerabat di Jawa meminta agar salah seorang dari mereka untuk tinggal menetap di Jawa. Permintaan itu ditampung namun harus dilaporkan dan diputuskan oleh ayahnya di Sabu. Akhirnya diputuskan bila Jawa Miha yang berangkat ke Jawa sedangkan Hawu Miha tetap tinggal di Sabu. Ketika keberangkatan, didirikan sebuah batu peringatan yang diberi nama `Wowadu `Jawa Miha’ di Namata. Pada waktu `Jawa Miha berangkat ke Jawa ia diberi bibit beberapa jenis tanaman untuk ditanam di sana yaitu cengkeh, wilahege, jahe, pala, pohon pandan; dengan pesan bahwa sejak saat itu jenis tanaman tersebut tidak boleh ditanam oleh Hawu Miha dan keturunannya di Sabu. Setelah menetap di Jawa, Jawa Miha berganti nama menjadi `Aji Saka’. Dalam perkembangan selanjutnya mereka memperluas wilayahnya mulai dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur.

Pada zaman kerajaan Majapahit, Kepulauan Sabu berada dalam pengaruh Majapahit, dan hubungan lama antara orang Jawa dan orang Sabu kembali mendapat angin segar. Pulau Raijua dan Solor pernah menjadi pangkalan armada kerajaan Majapahit; perahu dan armada Majapahit sering menyambangi tempat ini. Terdapat banyak hikayat yang menghubungkan faktor sejarah ini, seperti di antaranya salah seorang permaisuri raja Majapahit bernama `Benni Kedo’ berasal dari Raijua, bahkan memiliki rumah di Pulau Dana. Pulau Raijua disebut `negeri Maja’ dan pemimpin masyarakat Raijua disebut `Niki Maja’, dst.

Penulis buku menyebutkan keyakinan bila Gajah Mada berasal dari Raijua dengan beberapa alasan. Misalnya nama Gajah Mada bukanlah nama yang lazim disandang orang Jawa, karena orang Jawa akan mengucapkan nama itu Gajah Mendo. Hanya di Sabu dan Raijua saja orang menyandang nama-nama seperti Gaja, Mada, Me’do, Mo’jo, Jaka, Raja, Ratu, Laki, dst. Juga di Nusa Tenggara tidak mengenal nama-nama seperti itu. Warn `merah-putih’ yang diagungkan Gajah Mada dan Majapahit adalah warna `gula-kelapa’ dan `air ketuban’ yang menjadi lambang orang Sabu sejak zaman dahulu kala. Penulis juga mengungkapkan hubungan orang Sabu dengan orang Belu, Thie Rote, Sumba, dan Ambon. Saya pernah ungkapkan asal-usul orang NTT ini yang datang dari 3 penjuru pada threat Panen Lontar.……..(ekodj08)

Sahabat blogger, sampai disini saya berhenti karena airmata telah berlinangan menggenangi pelupukmata. Mengapa kesedihan itu menyergap. Ya, karena sumber referensi bagi uraian Ekadj08 adalah ROBERT RIWU KAHO. Siapa dia? Ayahanda saya. Di mana dia? Di Surga bersama YESUS yang dipercainya. Maka bagi saya, tidak penting benar apakah informasi dari Robert Riwu Kaho valid, reliable dan obyektif seperti halnya tuntutan metode ilmiah ketika mengajukan hipotesis. Tidak penting benar. Robert sudah berpendapat, tugas orang lain untuk mematahkan pendapatnya dan atau malah memperkuat pendapatnya. Hal terpenting adalah selama hidup setiap orang tidak perduli siapapun dia harus berkarya sebaik-baiknya Mengapa? Ya, tidak lain dan tidak bukan sebab yang oleh karenanya – principe d-‘etre– kita layak untuk disebut sebagai manusia yang berprakarsa dan berkarya. Robert Riwu Kaho membuktikan itu. Semasa hidup, dia berkarya. Ketika sudah mati, namanya diperbincangkan orang. Untuk hal-hal yang baik. Saya, sebagai penerus DNA Robert Riwu Kaho, bangga kepadanya. Anda, saya dan kita semua ingin dikenang sebagai apa?

Satu – dua hari ke depan saya pasti tidak menunggui blog karena saya bersama rombongan keluarga besar RIWU KAHO akan menghantar beberapa barang- pribadi milik almarhum ke Pulau Sabu. Ritual ini di sebut Ruket’tu. Mengapa demikian? Dalam budaya Orang Sabu, setiap orang Sabu adalah milik tanah Sabu. Di manapun dia bepergian WAJIB baginya untuk kembali ke kampung halamannya. Robert Riwu Kaho mati di negeri orang. Tugas kamilah sebagai anak dan cucunya untuk menghantar kembali Robert Riwu Kaho guna kembali berdiam dan dipeluk tanah Pertiwi-nya. Tanah Tuak dan Gula. Tanah Anugerah Tuhan Seru Semesta Alam.

Tabe Tuan Tabe Puan

Iklan
Komentar
  1. Anonim berkata:

    Gadjah Mada adalah ORANG JAWA ASLI. TITIK (JULIAN)

  2. Anonim berkata:

    neeeeee, bukannya gadjah mada berasal dari sumatera?

  3. Anonim berkata:

    ah, kisah tentang Gadjah Mada orang Sumtra kan karangannya M. Yamin yang pada dasarnya jagonya ngarang. Bayangin, si doski pernah mengarang bahwa dialah yg bikin Pancasila bukan Bung Karno (Drexet)

  4. Anonim berkata:

    Informasi aslinya, GM berasal dari desa Singosari. Tetapi, informasi belakangan mengatakan dia dari Bali, Sumatera, Batak, Dompu,…dan ditulisan ini: Sabu. Wah, bingung. Yang pasti GM berasal dari Indonesia (Welimeskah)

  5. Anonim berkata:

    Denger nih, Gadjah Mada orang INDONESIA. TITIK

  6. Anonim berkata:

    Gadjah Mada orang Sabu? Baru denger nich…..

  7. anto rihi berkata:

    bagus sekali. sebagai orang sabu asli saya menyambut positif publikasi pulau sabu dari pak

  8. yosepalor berkata:

    gadja mada ju pernah sampe di alor ju o, bukan hanya Sabu sa pernah minum kopi di munaseli pantar islad

  9. luiggimikerk berkata:

    Sudah barang tentu Gadjah Mada bisa orang apa saja sepanjang ada bukti kuat untuk itu. Robert mengajukan bukti. Silakan bung Yosep mengajukan bukti. Sejarah selal ternuka untuk dikritisi. Thanx atas tanggapannya. GBU

  10. andres berkata:

    Gajah mada memang selalu dikaitkan dengan seluruh orang indonesia karena dia penguasa zaman dahulu, jadi tidak heran klo terdapat berbagai opini tentang gajah mada

  11. Noridge Durry berkata:

    Dari mana asalnya bukan masalah bagi kita, tapi mari kita wujudkan rasa terima kasih kepada Gadja Mada yang telah mempersatukan wilayah Indonesia ini, jangan ada daerah yang lepas dari genggaman kita dan berusaha untuk kemakmuran negeri ini. OK

  12. madope riwu berkata:

    ya bahkan bekas kakinya gajamada masih ada sampai sekarang . nggak percaya? liat aza sendiri ke pulau raijua.

  13. wilianto berkata:

    Harus dibuktikan dengan penelitian yang lebih akurat, kekayaan indonesia memang luar biasa dan unik untuk dipelajari !!

  14. marlon berkata:

    wow… seru juga nei…
    tapi alangkah baiknya kita harus bisa menemukan tempat dimana gajah mada dimakamkan, dr situ kita bisa menentukan DNAnya…
    apa bisa….???

  15. marlon berkata:

    saya sangat tertarik dengan pembahasan asal usul gajah mada, namun kesuitan yg slalu dihadapi adalah… smua masih menerka-nerka asal usulnya, karena di setiap penjuru indonesia terdapat peninggalan-peninggalan gajah mada, nah… siapa yg bisa membuktikan Gajah Mada berasal dari mana dan dimana tempat ia mengakhiri hayatnya… apakah ia meninggal dalam peperangan atau termakan usian dan apakah jasatnya dimakamkan di lautan ataukah dimakamkan di salah satu tempat yang masih dirahasiakan …

  16. Adhy buky anak desa berkata:

    GM asal usulx kmu debat,tpi mrilah kta brtrimaksh kpd Tuhan yg melalui krya GM mperstukan dr sabang-merauke

    • boy clemens berkata:

      Saya pernah ke pulau sabu sekitar tahun 80 bertemu beberapa orang yang dandananya mirip orang majapahit…Saya jg ajak mereka pergi ke kuburan kuno yang sangat mirip dgn kuburan di trowulan(saya ke Trowulan tahun 97) Yakni berwarna biru….”Yang menarik di Sabu,,ada sebuah kuburan yg panjangnya kurang lebih 2 meter (sya tddk temukan kuburan sepanjang itu di Trowulan yg merupakan pusat kerajaan madjapahit)Dan orang yang di kubur itu di sebut bernama Gadjah Mada oleh orang2 yang mengajak saya tsb………..Tugas para Arkeolog yang menyelidiki nihh…

  17. Novianus pa berkata:

    Mantap, saya seorg sabu yg lahir dan tinggal dirantauan yg senang mengetahui sejarah dan silsilah org sabu!
    Salam persaudaraan dari Nara pa buat semua org sabu yg membuka situs ini!
    Rai di rai hawu, rai ahu nga tewuni…
    Maji lema ya ta djau, do gaema di ta pe abu dai hewue tapa pada balla manyi nga natta!

  18. Novianus pa berkata:

    Bukan hanya gajah mada yg pernah saya dengar ceritanya dari te tua yg datang dari sabu yg kebetulan tinggal di rumah saya tpi masih ada dua org lagi yaitu Aji saka : djawa miha, dan yg satu ini saya percaya tdk percaya karne tidak ada bukti yg dapat mendukun dan tgs kita sbg anak-cucu org sabu utk mencari kebenarannya, dia adalah Soekarno : Nida.

  19. Nimrot Mone Rihi berkata:

    Saya sebagai orang sabu menymabut dengan positif ceirta ini, kalau bisa petugas dari arkeologlah yang harus turun untuk meneliti apakah benar2 Gaja mada berasal dari Sabu/Hawu biar kita semua sebagai warga negara indonesia tau benar tentang asal usulnya kita, tapi yang jelas kita pertahankan keaslian cerita ini. tks. GBU ALL

  20. Anonim berkata:

    gaja mada adlah orng sabu krena bukti nyata dri jejak gaja mada trdapt di pulau sabu terutama hanya di pulau raijua n tidak ada t4 laen selain disabu..
    di sabu terdpat t4 yg brnma a’i pe nginu maja yg artix air minum gaja mada yg merupakan pati kerajaan majapahit..

  21. damartius riwu berkata:

    Mungkin sya ada sedikit komen tentang nama gajah mada it.setiap nama orang sabu mempunyai arti dari setiap kalimat.mengapa orang sabu it dinamakan gajah mada.mf kalau pertanyaan in agak aneh.

  22. damartius riwu berkata:

    Gajah mada orang sabu.nyatanya dia bisa bahasa sabu.

  23. damartius riwu berkata:

    Menurut orang doteriwu gadjah mada mmpelajari ilmu gaip dari kolo teriwu/li pana.dan jga sering lemano ta hare la ammu kepue doteriwu”atau nginu due habbu donahu.

  24. Anonim berkata:

    gak mungkin gadjah mada yang biasanya makan nasi dpulau jawa mau minum gula sabu…ntar keroncongan

  25. Anonim berkata:

    pulau sabu tuh kering tandus gak ada apa2 nya….kalo untuk bertapa ya cocok

  26. Anonim berkata:

    ngacooooooooooooooooooooooooo…………………………………………..gak ada dasar ilmiah nya!!!!!

  27. Anonim berkata:

    percaya nggak percaya, tapi dari nama gajah mada boleh digali info yg lebih dari sejarah pulau jawa

  28. weo. willi berkata:

    GM memang asli Do Hawu. terbukti dengan Adanya Telapak kaki yang ada di batu di pulau sabu.

  29. Vico Patty berkata:

    Histori tentang Gajah Mada dari ‘orang tua’ kita, Bapak Robert Riwu Kaho patut diapresiasi. Beli bukunya, baca kisahnya, pahami isinya sebagai salah satu khasanah ilmu pengetahuan alias sejarah yang terjadi di Nusantara. Terima Kasih Bapa Robert…

  30. Anonim berkata:

    wah bagaimana klo seandainya GM turunan gajah???????

  31. yohanes mado gromang berkata:

    kamu jadi gajah aku jadi heran

  32. Anonim berkata:

    sy bangga klu bnar GM asli org sabu

  33. Anonim berkata:

    sy bangga mnyandang marga mo’jo brarti sy org sabu asli dr pd org sabu tp on bgga kl GM asli dr sabu

  34. ama mesara berkata:

    artikel lucu,,,kait mngait….saya putra sabu asli,,,saya mnganggap crta ini salah klaim…..lucu tahu….

  35. Jermia berkata:

    Semua pendapat baiknya punya dasar logika: bpk Robert telah berikan pendapatnya dengan alasan yg masuk akal. Saya sendiri saksikan bahwa orang Sabu yg masih beragama asli kepala berkonde mirip dengan majapahit tempo dulu. Bisa diterima alasan bpk Robert. bagi yang tak percaya ulasan beliau baiknya beri alasan dengan data. Jika tak ada data lain selain milik bpk Robert maka secara ilmiah harus diterima bahwa kemungkinan besar Gajah Mada is keturunan dari pulau Sabu. Seperti semua kita ( melayu ) asalnya dari yunan-China Selatan. Sebelumnya sesuai data dari buku tertua Alkitab bahwa seluruh bumi asalnya dari Timur Tengah: Adam n Hawa- Abraham dst. menarik berita ini…tx Bpk Robert alm.

  36. Anonim berkata:

    Cerita tentang Hawu Miha dan Jawa Miha sering saya dengar ketika ada orang sabu yang meninggal dan orang-orang tua mulai menceritakan asal usul orang sabu (Huhu kebie)…dan saya pernah dengar nama Hari Juda.. dan semasa kecil saya percaya bahwa Hari Juda adalah Gajah Mada… entah ini benar atau tidak… tapi apa yang sudah di paparkan oleh Bpk Robert Riwu Kaho patut kita apresiasi, karena bukti-bukti yang disampaikan beliau itu ada.. terima kasih Bpk. Robert Riwu Kaho, saya kenal Bpk. Robert Riwu Kaho.. ketika saya masih di bangku SMP, saya tidak kenal beliau kerena dia seorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan walaupun pada saat itu beliau sebagai Kakanwil Pendidikan Propinsi NTT, namun saya kenal beliau sebagai seorang ahli obat-obatan traditional..Terima Kasih Bpk, Robert Riwu Kaho, ramuan obat-batan Traditional mu masih kami gunakan sampai saat ini..

  37. Anonim berkata:

    Wow…. keren, ya do hawu juga, fam saya bire tp orang tua tinggal di ende…..sy terharu denger nama opa robert riwu kaho, karena dulu wkt saya masih kecil bapa saya (semuel yacob bire) pernah ajak saya maen ke rumah opa robert (wkt itu beliau msh di ende) kebetulan bapak saya mau berobat juga….opa robert jagoan bikin ramuan tradsional……..walau saya sudah menikah dan suami bukan orang sabu, taoi saya bangga dalam diri saya mengalir darah sabu…..hidup do hawu!!!!!!

  38. Anonim berkata:

    Mantap pak kami sangat bersyukur dengan adanya artikel ini walaupun dilain pihak gm datang dari India untuk menyebar agamanya ke pulau sabu.

  39. Anonim berkata:

    gajah mada orang sabu..

  40. esrhom mussu berkata:

    banyak nama tmpt di sabu yaitu tanah jawa dan dialek org dikampung itu mirip dialeg jawa dan ada sbuah tempat nama mule disabu itu berawal dari GM kembali yg dlm bahasa jawa yaitu pulang karna pd wkt majapahit berguru dan memperdalam ilmunya dan kekebalannya di sabu,singkat pnjelasan bhw: ada tanah maja.sumur maja,dan bekas telapak kaki Gajah Mada ada di tanah sabu.

  41. lodowyk padji happu berkata:

    pengaruh majapahit di pulau sabu memang masih ada waktu saya kecilpun saya masih mendengar nama majapahit dan gaja mada masih sering disebut oleh orangtua yang dalam hidupnya tidak pernah sekolah apa lagi membaca sejarah nam kampung maja peniggalan jejak kakinya di pulau sabu masih sangat sering terdengar nama gaja nama mada nama raja nama ratu nama laki itu nama asli pulau sabu di tempat lain mungkin tidak ada nam terae jawa (jagung ) nama kii jawa ( domba ) umu hawu ( rumah yang tidak berlantai tanah tapi panggung ) dan ommu jawa Rumah berlantai langsung ditanah serta wawi pehami adalah binatang adau babi untuk persembahan ini adalah bukti bahwa pulau sabu telah bersinggungan dengan kerajaan majapahit adalah 100 % benar tapi asal gajah mada dari sabu kemungkinan besar mungkin ya di sabu pemuka agama suku sabu ( mone ama ) Rambut nya masih tersanggul di atas kepala hingga saat ini

  42. yunus laki rade berkata:

    gajah mada adalah orong sabu asli.

  43. simon here berkata:

    apapun komentar orang tentang gajah mada, saya percaya bahwa dia berasal dari sabu dan buktinya ada di raijua telapak kaki,sumur,dan juba perang yang terbuat dari kulit kayu masi ada sampe sekarang,mks opa robert ,saya bangga jadi orang sabu

  44. Stev berkata:

    Berdasarkan pemahaman saya waktu membaca blog ini… sebenarnya qt tidak tahu klw GM ini berasal dari mana.. Tp menurut orang sabu GM perah tinggal dan menikah dngan nona sabu sehingga sampai sekarang bukti ejarah dari GM adanya di pulau Raijua..

  45. Anonim berkata:

    saya sebagai orang sabu klo memang GM berasal dari sabu

  46. Anonim berkata:

    saya pux bpk maja pahit yg kalian sebut2 itu…. kl mmemang mo ada prlu datg sndri ke rumah ko ngobrol2 ko tanya2 su to….

  47. Dona Taga berkata:

    saya pux bpk maja pahit yg kalian sebut2 itu…. kl mmemang mo ada prlu datg sndri ke rumah ko ngobrol2 ko tanya2 su to….

  48. Anonim berkata:

    Saya orang sumatera lahir besar di jawa, sekarang sudah 5 tahun di kota kupang. yang menarik dari uraian ini semua adalah sebenarnya kita bangga mempunyai sosok Gajah Mada walau masih banyak misteri yang mengelilinya.

    • Jermias Nona Ga Tuka Lay berkata:

      Tiap 6 tahun sekali ada upacara tradisi yg di lakukan oleh Udu / suku Nadega di pulau Raijua untuk memperingati Banni Ke’do pemaisuri dari Maja yg kata lainnya adalah Gajah Mada.. Bukti sejarah sebuah sumur Maja yg tdk pernah kering di Daihuli sblm naik ke bukit KETITA.. Sdg kan di KETITA ada rumah Maja, yg dlm bahasa sabu nya adalah Ammu Maja.. Di sana masih di simpannya pusaka Gajah Mada berupa Keris, Tombak dan baju perang.. Bahkan bekas telapak kaki Gajah Mada di atas batu pun ada.. Silahkan dtng dan buktikan bagi pemirsa yg blm pernah injakan kaki nya di pulau Raijua, anda akan di bimbing oleh tetua adat di sana… Dan sy bersama rekan2 sy sesama anggota Pasukan Marinir TNI AL pernah jaga pulau Dana Sabu selama 3 bulan, dlm rangka pengamanan pulau terluar Indonesia, disana masih dpt sy melihat bekas rumah adat yg dulu nya pernah di huni oleh permaisuri Banni Ke’do yg notabene nya Istri dari Maja atau Gajah Mada.. Pesan sy bagi pemirsa yg ingin menginjakan kakinya di pulau Dana Sabu, spy jng takabur dan berbicara yg tdk semesti nya, krn suatu saat pasti akan terjadi hal2 yg tdk di inginkan oleh kita..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s