Yang oleh karenanya-Principe d’Etre:BE THE BEST

Posted: September 17, 2008 in Artikel
Tag:

Sahabat blogger terkasih,

Setelah menulis tentang sesuatu yang bersifat besar dan agak bombastis, yaitu tentang tragedi WTC dan fenomena terorisme yang mengikutinya, maka kali ini saya ingin menulis suatu gagasan yang kecil. Mungkin menarik mungkin pula tidak. Tetapi saya ingin menulis. Bukan karena apa-apa tetapi oleh karena dengan menuliskannya maka saya akan tetap disebut sebaga penulis blog. Jika saya melakukan scaling up terhadap kata-kata barusan maka kata-frasa kata di atas dapat saya tuliskan juga sebagai: oleh karena dengan menuliskannya maka saya akan dipandang sebagai manusia yang berkarya. Gerangan apakah ini?

Dalam teori filsafat manusia terdapat suatu terminologi, yaitu principe d’etre yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan dituliskan sebagai “prinsip adanya.” Dapat juga ditulis sebagai “prinsip yang oleh karenanya“. Wooouuwwww….apapula barang perkara yang satu ini? Saya tidak akan menjawabnya secara langsung tetapi coba kita renungkan perihal berikut ini. Jika manusia dikatakan terbentuk dari jiwa dan raga maka hal itu tidak berarti bahwa substansi manusia terdiri atas dua bahan itu yang dapat dipisah-pisahkan atas jiwa di satu pihak dan raga di lain pihak. Tidak pula berarti bahwa substansi manusia adalah campuran jiwa dan raga begitu rupa layaknya adonan roti kukus, misalnya. Tidak. Bukan itu maksudnya. Yang dimaksudkan oleh pernyataan bahwa manusia terbentuk dari jiwa dan raga adalah bahwa “yang oleh karena adanya jiwa dan raga itulah maka manusia menjadi hidup dan dapat berpikir. Adakah manusia tanpa daging? Adakah daging tanpa senyawa nitrogen? Adakah manusia hidup tanpa bernafas? Adakah pernapasan tanpa menghasilkan CO2. Daging model apakah yang namanya perasaan sedih? Terbuat dari senyawa apa perasaan senang? Saudaraku terkasih, daging, bernapas, sedih dan senang adalah fakta-fakta. Realitas-realitas. tetapi ada apa di balik itu? Mengapa dia harus seperti itu? jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan terakhir ini hanya akan saya, anda dan kita semua temukan jika kita mampu memahami hal-hal yang bersifat metafisika atau hal-ihwal di balik realitas. Prinsip “yang oleh karenanya” adalah pernyataan tentang struktur metafisika dari fakta-fakta realitas tentang manusia.

Sampai di titik ini, narasi saya seolah-olah ingin membicarakan hal-hal besar dan bertentangan dengan niat awal posting kali ini. Tidak. Justru dengan mengungkapkan tentang principe d’etre saya ingin berbicara tentang hal-hal kecil. Mungkin tidak berarti. Tidak keren. Tidak ilmiah. Tidak sistimatis. Waaahhhh….terlalu remeh. Lantas, saking remeh-temehnya maka maka hal-hal kecil itu perlu dipoles-poles menjadi lebih gagah . Bila perlu dengan menyewa seorang konsultan bisnis berbiaya mahal karena terbiasa berurusan dengan klien-klien korporat besar., nsional dna internasional. Apa hal kecil itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah apa yang menjadi keinginan saya dalam mengkreasikan dan terus menghidupkan blog ini. Apa blog? Mengapa bigmike? Mengapa savanna? Mengapa harus tentang persahabatan, kebaikan dan kasih sayang? Mengapa tidak ada visi? Apa tidak hanya utopia? Apa tidak narsis? Apa bisa, tulisan di blog mengubah dunia? Jangan-jangan ada niat untuk mempromosikan diri sebagai pejabat anu di tempat anu pada tahun anu? Kata isteri saya: mengapa dalam keadaan lelah-pun engkau masih berusaha menyempatkan diri berada di depan komputer dan membaca, dan menulis dan menanggapi komentar blog dan…….lain sebagainya.

Seorang penulis puisi dari Amerika, Douglas Malloch, di tahun 1936 pernah menulis sebuah puisi yang teramat sangat indah. Puisi ini diberi judul Be The Best Whatever You Are. Berikut saya tuliskan lengkap bagi anda:

Be The Best of Whatever You Are

By Doglas Malloch

If you can’t be a pine o the sop of the hill,

Be a scrub in the valley – but be

The little scrub by the side of the hill;

Be a bush if you can’t be a tree

If you can’t be a bush be a bit of the grass

And some highway happier make

If you can’t be a muskie then just be a bass

But the leveliest bass in the lake

We can.t all be captains, we’ve got to be crew

There’s something for all of us here

There’s big work to do, and there’s lesser to do

And the task you must do is the near

If you can’t be a highway the just be a trail

If you can’t be the sun, be a star

It isn’t by size you win or you fail

Be the best of whatever you are

Adalah wajar jika seorang manusia memiliki keinginan. Wajar dan manusiawi jika keinginan-keinginan itu semakin lama-semakin meningkat sesuai dengan dearajat kepuasan yang semakin meningkat. Dalam terang teori Mashlow terlihat bahwa kebutuhan manusia tersusun secara hirarkis mulai dari kebutuhan pokok sampai pada kebutuhan tertinggi, yaitu kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Anggapan teori ini adalah setiap manusia memiliki kebutuhan untuk berkembang dan maju. Seberapa berkembang dan seberapa maju? Sky is the limit. Seberapa aktual diri anda? Sky is the Limit. Seberapa besar kemajuaan status sosial yang anda inginkan. Makin besar makin baik. Paling besar paling baik. Sky is the limit. Jika anda telah berada di puncak maka adalah keinginan untuk turun kembali ke lantai dasar? Pemberi pertanyaan adalah orang gila.

Begitulah saudara, hukum dunia ini. Postulat hidup di dunia yang semakin lama semakin bernuansa kebendaan ini. Dan di tengah nuansa itu, saya datang dengan tawaran kecill. Tawaran yang datang dari kampung miskin dan melarat. Datang dari negeri nyaris tanpa hujan. Kerindangan pohon amat langka. Maukah anda bersahabat dengan saya? Adakah cukup kebaikan yang dapat dibagi dari hasil persahabatan itu. Adakah dari persahabatan dan kebaikan itu lantas menjalar Kasih yang bersifat Ilahiat di antara kita semua? Sungguh saya tidak tahu. Mengapa? Ya, karena yang saya tawarkan hanyalah hal-hal yang kecil dan remeh temeh. Lalu, karena itu, minderkah saya? Kecil hatikah saya? Tidak. Dahulu kala, seorang yang teramat besar peranannya dalam sejarah perdaban dunia, saya sebut saja sebagai si Miskin dari Nazaret, pernah berceritera bahwa yang terpenting dari anda bukanlah seberapa besar talenta yang engkau punya tetapi usaha apa yang kau berikan untuk mengembangkan talenta-talenta itu. Tidak ada perkara besar dan perkara kecil. Semuanya berharga. Anda dinilai bukan karena banyak atau sedikitnya talenta atau besar kecilnya perkara melainkan seberapa besar usaha anda untuk mengembangkan talenta-talenta itu. Seberapa kuat anda menyelesaikan perkara-perkara yang dibebankan kepadamu.

Lantas datanglah Douglas Malloch mengingatkan bahwa:

Kalau tak dapat menjadi cemara di puncak bukit
Jadilah perdu di lembah; tetapi jadilah
Perdu kecil yang terbaik di samping bukit;
Jadilah semak jika engkau tak mampu menjadi pohon.

Kala u engkau tak dapat menjadi semak, jadilah segerombol rumput
Dan menjadikan jalan raya menjadi lebih meriah
Kalau tidak mampu menjadi ikan besar jadilah ikan kecil,
Tetapi ikan kecil yang paling bergairah di danau.

Tak mungkin semua menjadi kapten, harus ada yang menjadi awak kapal,
Ada sesuatu bagi kita semua. Ada pekerjaan besar ada pula yang kecil
Dan tugas pertama yang harus kita kerjakan adalah yang terdekat.

Kalau tidak mungkin menjadi jalan raya maka jadilah jalan setapak;
Kalau tidak mungkin menjadi matahari jadilah sebuah bintang;
Berhasil atau gagal bukanlah karena ukuran anda menjadi sesuatu.
Melainkan sudahkah anda menjadi yang terbaik dalam setiap peran anda,
Apapun itu

Saya suka, teramat suka dengan pesan dua orang itu, yaitu si Miskin dari Nazareth dan Douglas Malloch, yaitu saya harus mampu memberikan yang terbaik dari apa yang saya punya. Bukan ukuran berapa banyak talenta yang saya atau sebesar apa perkara yang saya tangani. Jangan pernah menginginkan talenta yang bukan milikmu. Setiap orang mempunyai talentanya sendiri-sendiri. Banyak maupun sedikit. Besar maupun kecil. Saya tidak mungkin sama persis dengan anda karena talenta kita berbeda. Andapun tidak harus menjadi sama dengan saya karena talenta kita berbeda. Anda pengusaha saya cuma guru. Anda kepala kantor, saya cuma kepala rumah tangga. Anda Gubenur, saya cuma Ketua RT. Bukan pada hal-hal itu anda dan saya akan dinilai berhasil tetapi adakah dengan semua yang anda miliki anda sudah bekerja dengan sebaik-baiknya? Apakah anda sudah menjadi pengusaha yang terbaik? Apakah saya sudah menjadi guru yang terbaik? Apakah anda sudah berusaha menjadi Gubernur yang terbaik? Apakah saya sudah berusaha menjadi Ketua RT yang terbaik?

Akhirnya, saya harus berkata begini: bahwa saya, dengan pertolongan TUHAN, bertekad untuk terus mengembangkan dan berbagi talenta yang saya punya, meski kecil., teramat kecil., yaitu menulis. Tidak ada kata malu untu melakukannya. Tidak ada kata gentar hati hanya gara-gara tulisan saya kurang menarik bagi banyak orang. Hanya ini yang saya bisa. Tetapi meskipun tidak berarti, saya berjanji untuk terus berusaha memberikan yang terbaik yang saya mampu untuk sahabat sekalian. Oleh karena itu, meski lelah dan mungkin tidak akan banyak dibaca orang tetapi saya tidak akan lelah untuk menulis, menulis dan terus menulis. Mengapa saya harus terus menulis? Ada satu hal lain yang ingin dikatakan oleh Si Rendah Hati dari Nazareth dan Douglas Malloc, yaitu anda bisa belajar dari setiap perkara yang anda lakukan, besar maupun kecil. Ya, memang begitu, yaitu dengan terus menulis “oleh karenanya saya akan terus belajar. Mengapa saya perlu terus belajar? Ya, sebab “yang oleh karenanya, saya pantas disebut manusia. Mengapa pantas? Ya, karena dengan demikian saya sudah berpikir, berkreasi, berbicara, berkesadaran akan adanya orang lain, mengenal, memiliki afeksi, kognisi, terampil dan….masih banyak hal lagi yang menunjukkan bahwa melalui proses belajar, saya telah berupaya untuk melakukan manifestasi terhadap esensi saya sebagai manusia. Kata orang Perancis, L’essence de la manifestation.


Apakah saya sedang narsis dan berhalusinasi. Apakah saya sedang berbuat salah ketika saya berniat tentang sesuatu yang mula-mula untuk membangun persahabatan, lalu sama-sama menghasil kan dan berbagi kebaikan dan dari itu hidup kita akan dikelilingi oleh pancaran sinar Kasih yang Ilahi?. Tidak saudara. Semua saya lakukan sebab meskipun hal itu hanya hal kecil dan tidak berarti tetapi “yang oleh karenanya ” saya merasa akan berguna bagi diri sendiri, bagi sesama dan bagi Sang Pencipta. Bermimpi? May Be Yes, May Be No. But, I’m Just Do My Best Whatever I am.

Tabe Puan Tabe Tuan

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Yes I agree. I will do my best for humanity (Fi)

  2. Anonim mengatakan:

    Principe d’etre adalah salah satu prinsip dasar dalam filsafat manusia yang intinya adalah bahwa perbuatan manusia jangan hanya dilihat dari fakta-fakta fisiknya saja tetapi semua yang dibalik fakta fisik itu. Apakah hal ini dapat diterangkan bagi masalah Indonesia? Blog ini bagus tapi pengelolaan posting terkesan asal-asalan (Yo2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s