TRAGEDI NINE ELEVEN: TENTANG APA SEMUANYA ITU (hari ini di 7 tahun yang lewat)

Posted: September 11, 2008 in Artikel
Tag:
Dear sahabat Blogger,

Hari ini, 7 tahun yang lalu. Hampir sewindu yang lalu. Dunia dikejutkan. Dunia tidak percaya. Mula-mula diberitakan 2 gedung kembar, gedung World Trade Center (WTC) di Kota New York, Amerika Serikat……….wwhhaaaaaaattttttt????????…………..Amerika Serikat???????????…..Yes Sir, Yes Mam……..anda tidak salah. Di tanah mereka sendiri, ditanah kebebasan, the landa of freedonm, Amerika di serang. American Under Attack. Gedung jangkung berlantai 110 diserang. Lalu diperkirakan terdapat 5000 – 9000 orang terbunuh. Sebanyak itu orang mati seketika Sus. Sekaligus Bung. Horor. Mengerikan.

Memang, Jumlah itu masih belum seberapa dibandingkan dengan jumlah korban pada peristiwa Tsunami Aceh yang mencapai ratusan ribu jiwa. Akan tetapi harap diingat, yang terjadi di Aceh tidak pernah dirancang oleh manusia. Beda dengan yang terjadi di gedung WTC. Semua dirancang dan dikerjakan oleh manusia. Ya, makhluk yang katanya ciptaan termulia tetapi kematian yang dirancang dan dikerjakannya jauh melebihi binatang terkejam sekalipun. Buaya liar mencabik-cabik paling banyak 1-3 ekor mangsanya dalam sekali makan. Harimau lapar juga hanya sejumlah itu. Tetapi, lihatlah apa yang dilakukan manusia. Bahkan jika tentang manusia sebagai aktor penghancur kehidupan maka catat baik-baik apa yang dilakukan oleh Kaisar Ming, Jenghiz Khan, Hitler, Idi Amin, Hitler, Regim pasca G30S, dan….masih banyak lagi yang dapat anda isi sendiri. Berapa jiwa yang mati selama WW I dan WW II. Berapa?

Kemudian, WTC ternyata, hanyalah suatu awal. Berikutnya adalah Afghanistan pada bulan Oktober 2001. Hanya 1 bulan setelah WTC. Bom Bali I dan II.Bom JW Marriot. Bom Kunngan. Bom Stasiun Kereta di Madrid. Perang Irak. Darah dan nyawa banyak yang tertumpah sia-sia di semua peristiwa itu dengan segala dampaknya. Kata orang: dunia tidak sama lagi dengan sebelum Nine Eleven. Huntingtong mengajukan thesis: Benturan Peradaban. Sebagian orang percaya. Sebagian tidak. Sebagian kalangan mengatakan…aahhhh…semua itu cuma akal-akalan Amerika. Konspirasi Yahudi. Lalu, anehnya, Osama Bin Laden menjadi role model yang dipuja-puji oleh begitu banyak orang bagaikan Dewa. Tetapi lihatlah, di seberang sana….George W. Bush malah pernah mendapatlan dukungan tertinggi dari rakyatnya di sepanjang sejarah kepresidenan USA pasca Nine Eleven. Dan dengan jumawa GWB mengatakan…heiiii…kamu yang tidak ikut dengan kami adalah musuh kami. GWB pun pernah, sengaja atau tidak sengaja bergumam: PERANG SALIB. Dan dijawab oleh pihak sebelahnya seperti Dr. Azhari, Imam Samudera, Amrozi dan Nurdin M. Top: JIHAD. Suatu simplifikasi yang luar biasa. Ada begitu banyak persepsi yang dipersepsikan sebagai kebenaran atas perisiwa yang sama, yaitu 5000 – 9000 orang terbunuh seketika. Sekaligus.

Sekarang, hari ini, 7 tahun berlalu sudah. Peristiwa itu ternyata belum bisa dilupakan dengan Mudah. Osama masih hidup dan bergerilya di daerah antara Afghanistan dan Pakistan. Obama dan McCain masih menggunakan Nine Eleven sebagai bahan kampanye pemilihan Presiden di USA. Apa makna Nine Eleven bagi orang per orang sebagai manusia? Untuk itu, ijinkanlah saya bertanya: ”tentang apa semua ini”. ”Mengenai apakah semua itu”. Banyak pakar sudah berbicara tetapi saya belum menemukan satupun kebenaran yang berada dalam kamar yang sama. Selalu terjadi pro dan kontra. Selalu ada dua kamar yang berseberangan. Kita terbelah. Secara jujur, saya pun tidak punya pendapat yang benar-benar valid, reliable dan obyektif tentang itu. Kemanusiaan dan ikatan primordial keagamaan saya saling berperang sama sendiri untuk menemukan simpul-simpul yang valid, reliable dan obyektif dimaksud.

Sampai hari ini, 7 tahun setelah persitiwa memilukan itu, saya cuma mampu tiba pada kesimpulan seperti ini: kemanusiaan kita harus dipertanyakan kembali. Ketika kita seharusnya tidak boleh terbelah pada saat kemansuiaan kita diserang, kita malah saling membunuh di jalan-jalan di Afghanistan dan Irak. Di mana rasa iba kita sebagai manusia. Di mana rasa duka kita? Di mana semangat altruisme kita sebagai sesama ras manusia?. Ya, bagi saya, Nine Eleven bukanlah sekedar American Under Attack tetapi adalah KEMANUSIAAN yang diserang dan dihina habis-habisan. Dalam situasi ini, seharusnya Kemanusiaan kita tidak boleh terbelah karena kita bukan monyet. Kita bukan pohon cemara. Kita bukan batu. Kita ini Manusia. Kita adalah ras Manusia. We are human race. Tapi, betulkah Nine Eleven adalah tentang hal itu? Hanyalah Tuhan Seru Sekalian Alam yang Mengetahuinya.

Tabe Tuan. Tabe Puan.

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Kejahatan kemanusiaan yang diikuti dengan bebagai kejahatan lainnya. Maka, JANGAN PERNAH MEMULAI KEJAHATAN

  2. Anonim mengatakan:

    Setuju bahwa hal ini adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak akan slesai jikalau didoakan secara sepihak

  3. Anonim mengatakan:

    Tidak ada hubungannya dengan AGAMA. Ini soal geopolitik semata-mata

  4. Anonim mengatakan:

    Bengis

  5. Anonim mengatakan:

    Atas nama kemanusiaan kita harus tundukkan kepala mengenang mereka yang menjadi korban. Tetapi kita hangan lupa akar masalahnya yaitu ketidak adilan

  6. dh9rk mengatakan:

    Yg mau diskusi, mampir ke blog @bigmike yg ada di blogspot.com. Silahkan klik ini:

    http://bigmike-savannaland.blogspot.com/

    Sampai jumpa di sana!

  7. Anonim mengatakan:

    menurut saya tragedi nine eleven terlalu melihat dari pelakunya saja, tetapi tidak melihat dari sebab-musabab terjadinya hal itu.
    Kejahatan tentunya merugikan banyak orang jadi tidak perlu terlalu banyak dibahas pada kata-kata itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s