Que Sera Sera: Bapa yang Berdaulat

Posted: Juli 26, 2008 in renungan Kristiani
Tag:

Bapa Kami adalah Bapa
yang, mUNgkIn, suka menyanyikan lagu
“Que Sera Sera What Will Be Will Be”

Siang tadi ketika kembali dari Kampus, tidak banyak yang saya lakukan. Agak pening karena belum sembuh benar dan oleh karenanya saya makan siang dan minum obat. Setelah itu tidur. Bangun tidur, saya segera menghampiri laptop untuk membuka blog. Kalau-kalau ada kabar baru dari para sahabat. Setelah blog terbuka, saya segera membuka jendela komentar dan…wwwoooihhhh……saya agak terkejut. Mungkin lebih tepat: saya merasa surprise karena ada banyak komentar di posting terakhir saya. Ada sekitar 50 buah komentar dan semuanya bagus. Menyenangkan hati. Mengharukan. Ah….betapa besar perhatian sahabat-sahabat terhadap saya. Luuaaarrrrr biiiaasssssaaaaaaaa. Terima Kasih sahabat. Tuhan Memberkati. Selesai? Belum.

Ada satu komentar yang agak lain. Epilog komentarnya bisa saja dan saya tahu dari siapa. Rupa-rupanya saya mendapat kiriman ucapan selamat HUT dari seorang sahabat lama. Seorang yang tidak suka identitasnya diungkapkan. Saya tidak bisa “melanggar” kesepakatan itu. Tetapi sedikit informasi barangkali boleh juga, yaitu bahwa beliau adalah seorang yang pintar. Tinggal di Bandung bersama keluarganya. Sedikit lebih berumur dibandingkan saya. Tetapi bukan epilog dan atau sosok pengirimya yang membuatnya “agak lain. Bukan. Isi komentar itu, para sahabat. Ya, isi komentarnyalah yang membuat saya merasa agak lain. Bung Paul mengirimkan doa bagi saya berupa Do’a Bapa Kami dan doa itu ditulis di dalam bahasa Sunda. Woooowwww kereeeeeennnnn. Apakah karena ditulis di dalam bahasa Sunda maka dia menjadi keren? Awalnya ia tetapi belakangan bukan itu. Nah, inlah yang ingin saya renungkan pertama-tama bagi saya sendiri dan jika sahabat sekalian mau, ya silakan merenungkannya juga.

Tetapi ketika saya mulai mengetik bahan renungannya, saya tergelitik untuk mencari beberapa sumber dan akhirnya…..gotttcccchhaaaaaaa……saya menemukan transkrip doa Bapa Kami di dalam bahasa Arab + versi kaligrafinya. Bahan ini saya temukan di alamat berikut ini: http://www.christusrex.org/www1/pater/JPN-arabic.html. Anda tentu akan bertanya, mengapa saya menampilkan ini. Saya hanya bisa menjawab bahwa saya senang untuk menampilkannya. Cuma itu. Bagi saya, inilah bukti bahwa Tuhan yang saya sayangi itu ternyata mampu menyapa kita dalam cara apa saja yang DIA mau. Jikalau hari ini BELIAU ingin menyapa saya dalam bahasa Arab, mengapa tidak? Jika besok dia menyapa kita dalam bahasa Sabu, bahasa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, :mengapa tidak? Nikmatilah berkat SAPAAN TUHAN hari ini. Untuk hari ini. Besok? DIA akan menyapa dengan cara lainnya. Cara yang DIA mau karena DIA adalah Tuhan. DIA berkuasa. DIA berdaulat. Kitab Yunus 1:4, 9 dan 17 memperlihatkan contoh bahwa Allah sungguh berdaulat. DIA bisa berbuat apa saja yang DIA mau. Filsafat Stoa dan Epikurianisme adalah sekolah filsafat pada zaman dulu yang mempercayai Allah berdaulat penuh dan manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Pernah tahu dan mendengar lagu yang berjudul “Que sera sera, what ever will be, will be”?. Ya, apa yang terjadi, terjadilah. Itulah Kedaulatan Allah.

Lantas, apakah DIA berdaulat untuk berbuat JAHAT? Oh, lain kali kita renungkan bersama. Hari ini, cukuplah kita menikmati sapaan Allah di dalam Bahasa Arab. Sapaan mengenai Doa Bapa Kami. Bahkan saya juga memutuskan menunda membuat perenungan khusus tentang Doa Bapa Kami. Lha, kapan dong??????? Hmmmmmhhhh….CARPE DIEM. Nikmati dahulu hari ini hi hi hi hi……Amin.

Eh, ngomong-ngomong apa arti kaligrafi dan tulisan di atas ya?????? Nih, saya kasiiiihhhhhkan…..

Pater noster, qui es in caelis
Sanctificetur nomen tuum;
Adveniat regnum tuum,fiat voluntas tua,
Sicut in caelo et in terra
Panem nostrum quotidianum da nobis hodie,
et dimitte nobis debita nostra,
sicut et nos dimittimus debitoribus nostris.
Et ne nos inducas in tentationem
sed libera nos a malo.
Amen.
Our Father Who Art in Heaven
hallowed be Thy Name
Thy Kingdom come, Thy Will be done,
on Earth, as it is in Heaven.
Give us this day our daily bread,
and forgive us our trespasses,
as we forgive those who trespass against us.
And lead us not into temptation,
but deliver us from evil.
[For thine is the kingdom, and the power, and the glory,
for ever and ever.]
Amen.
Bapa kami yang di sorga,
dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,
di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni
orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Oh setuju banget. Allah emang berdaulat.

  2. Anonim mengatakan:

    Memang kuasa Allah tidak terbatas. Maha Luas. Maha. Selama-lamanya (Fajroel)

  3. Anonim mengatakan:

    Amin. Amin. Amin. Allah memang berdaulat karena Dia mahakuasa (Lukaspordjo)

  4. Anonim mengatakan:

    Que sera sera dalam konsep Islam mirip dengan Kun Faya Kun

  5. Anonim mengatakan:

    Que sera sera adalah judul lagu yang jadoel banget. Apa hubunagnnya dengan Bapa Kami yang berdaulat? Ada-ada saja. Dasar blogger (Roy Suryo Gadungan)

  6. Anonim mengatakan:

    @ Roy Suryo gadungan,

    hubungannya adalah dibiarkan-NYA anda menggunalan nama roy soryo dan ngeluari omongan enggak bermutu. OK? (Gerobax)

  7. Anonim mengatakan:

    Betul sekali. Manusia hanya bisa menerima apapun juga keputusan Allah. Man puposes God disposes (Barth)

  8. Anonim mengatakan:

    Baru tahu nih bahwa Bapa Kami bisa nyanyi que sera sera. Ada2 aja

  9. Anonim mengatakan:

    que sera sera what ever will be will be…nah, Tuhan jadi relatif dong?

  10. Anonim mengatakan:

    Relatif apanya? Tuha itu mutlak. que sera sera artinya semua terserah Tuhan. Begitu bukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s