Yesus adalah Provokator. Ah, apa beNAr? (Nih Bekal Bwt Hari Minggu dari Wilmana)

Posted: Juni 21, 2008 in Renungan
Tag:
Ditulis oleh Wilmana di/pada Juni 20, 2008

Jika anda punya teman orang Kristen, cobalah meminta yang bersangkutan bercerita tentang siapa itu Yesus, Tuhan mereka. Tentu mereka akan menjelaskan panjang lebar tentang seseorang yang lemah-lembut, cerdas, dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan melalui berbagai perbuatan mujizat, sehingga layak di-Tuhan-kan. Penulis e-book, Re-Think, Being Just A Christian In The 21st Century, punya kesaksian yang menarik sebagai berikut:

Ada seorang kawan yang menggambarkan Yesus sebagai sesosok pribadi baik hati yang akan mengabulkan semua permintaan jikalau kita memenuhi kriteria sebagai orang Kristen baik-baik, tidak memiliki catatan kriminal, tampan atau cantik, dan yang terutama ialah rutin mengembalikan persembahan persepuluhan. Seandainya doa kita tidak juga terjawab, maka penyebabnya pasti tidak jauh-jauh dari kurang iman atau mungkin ada dosa tersembunyi dalam diri kita yang belum dibereskan. Seandainya ternyata yang bersangkutan sama sekali tidak terlihat kalau dia kurang gizi (baca: kurang iman), maka mungkin saja Tuhan sedang menyuruh dia menunggu waktunya Tuhan.

Ada lagi kawan lain yang menggambarkan Yesus sebagai pribadi yang penuh kedamaian dan cinta kasih. Ini adalah Yesus yang selalu bertuturkata dengan etika, menghargai perasaan orang, dan yang terutama ialah ia sangat lemah lembut. Ini adalah Yesus yang tidak mengenal istilah ‘melawan’ dan selalu penuh senyum sementara membiarkan orang lain menganiaya dirinya. Ini adalah Yesus yang tidak menjadi batu sandungan, tidak beremosi (baca: inhumane), rajin beribadah dan gemar menabung. Ini adalah Yesus yang sering tampilkan di lukisan-lukisan Kristen, yaitu sosok Yesus yang begitu sangat amat mengasihi orang lain sampai lupa bagaimana mengurus dirinya sendiri.

Tentu, sebagai seorang non-kristen anda pasti terheran-heran dengan cerita-cerita seperti di atas. Masak sih, ada manusia seperti itu? Rasanya, Tuhan-pun tidak digambarkan sebaik itu. Tentu, anda layak bertanya-tanya seperti itu. Terlebih-lebih jika anda adalah seorang muslim.

Lalu, bagaimana jika anda bertanya kepada saya? Sebagai seorang Kristen, tentu saya harus tau dong, siapa itu Yesus? Dan, dengan menyesal saya harus bilang pada anda bahwa Yesus yang dijelaskan di atas itu adalah Jesus of the mythology dan bukan Jesus of the bible.

Penulis e-book Re-Think di atas punya keterangan yang menarik:
Yesus yang saya kenal di Alkitab adalah terutama seorang pembuat masalah. Kata-kataNya selalu tajam, membuat syak, dan spesialis membuat banyak orang tersinggung dan naik pitam.

Bagi para Petinggi Agama, Yesus adalah contoh sejati dari kata istilah-Nya sendiri, ‘batu sandungan’ (lihat Mat 5:12) karena Dia telah mengajarkan pengikutnya untuk merendahkan para Ahli Taurat, Farisi, dan Saduki dengan cara menggosipkan kejelekan dan kebobrokan mereka. Hal ini terkadang dilakukan secara terang-terangan sehingga mereka yang menjadi sasaran kritikan pedasnya menerima itu sebagai ancaman dan penghinaan.

Yesus juga terkenal tidak mengenal tata krama karena ‘demen’ membuat mukjizat pada sikon yang tidak tepat, sehingga malah menimbulkan keonaran. Suatu saat Dia datang ke Bait Allah, bukannya untuk melepaskan berkat, namun mengamuk habis-habisan di pelataran sehingga para Pedagang mengalami kerugian finansial dan Yahudi Perantauan kesulitan membeli hewan dagangan untuk dijadikan hewan kurban, atau menemui para Penukar uang receh jika mereka enggan memberi persembahan berjumlah besar ke kotak-kotak amal yang tersedia. Dia juga dianggap kalangan terpelajar pada waktu itu sebagai wong edan, orang yang kerasukan setan, pemberontak, atau minimal tersertifikasi sebagai con artist. Kenapa? Karena mengajarkan pandangan kontroversi tentang isi kitab suci dan keluar dari pakem-pakem standar yang berlaku saat itu.

Catatan kitab suci Perjanjian Baru mengenai Yesus nampaknya justru menunjukkan bahwa beliau identik dengan masalah. Dalam pengajaran-Nya, Dia tidak pernah berjanji bahwa barangsiapa yang mengikut Dia akan terbebas dari segala masalah, melainkan berkata, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” [baca Yoh 15:18] Yesus juga adalah pribadi yang mengucapkan kata-kata mengerikan ini, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (bc Lukas 14:26).

Jadi, jika anda berminat mengikut Yesus, berarti anda sedang membawa seluruh hidup anda dalam masalah. Karena itu, jika ada orang Kristen yang propaganda Yesus sebagai jawaban semua masalah, anda musti berhati-hati. Karena detik anda memutuskan jadi pengikut Kristus, maka semua masalah lama anda memang hilang lenyap, tetapi yakinlah anda segera mendapat masalah baru yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Masalah yang dibawa Yesus kepada kita ialah, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”(baca Lukas 9:23). Rupa-rupanya mengikut Yesus bukanlah sekedar mengisi formulir keanggotaan gereja, rutin ibadah, dan tidak pernah terlambat mengembalikan perpuluhan. Mengikut Yesus rupanya sesuatu yang berbicara mengenai kehilangan segala-galanya demi mendapatkan kerajaan Allah yang modelnya seperti apa, masih debatable. Kata-kata bernuansa egoistis yang diucapkanNya pun terdengar sangat mengerikan karena Dia berkata, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” (baca: Matius 10:37). Bagi orang berpunya, Yesus juga bikin masalah dengan perintah-Nya, “”Janganlah mengumpulkan harta untuk dirimu di dunia, …” (baca Mat 6:15). Atau perintah lainnya, “….,pergilah jual semua milikmu. Berikanlah uangnya kepada orang miskin, …. . Sesudah itu, datanglah mengikuti Aku!” (baca: Mat 19:21).

Nah saudara, rupanya mengikut Yesus adalah petualangan terbesar yang mungkin lebih menegangkan dan menyulitkan daripada petualangan Dr. Indiana Jones. Akan ada banyak ancaman, tantangan, penderitaan, dan goncangan yang sangat menegangkan yang akan anda jalani. Oleh karena itu sekarang jika anda ingin ikut Yesus, saya tidak lagi mengatakan ‘selamat mengikuti Yesus’, tetapi tapi saya akan pegang erat tangan anda, tatap mata anda sedalam-dalamnya dan berkata, “Please fasten your seatbelt!”.

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Haaaaahhhhh?????? jangan bikin lemah iman dong

  2. Anonim mengatakan:

    sensasi

  3. Anonim mengatakan:

    ya, saya dapat menagkap esensinya

  4. Anonim mengatakan:

    Anda benar, Yesus memang datang untuk melakukan healing. Obat memang pahit tapi menyembuhkan

  5. Anonim mengatakan:

    Yesus provokator? saya tidak percaya. Dialah Tuhan dna Juru Selamat saya. Titik

  6. Rully mengatakan:

    Luar biasa…..
    Ini ulasan yang luar biasa…
    Saya sependapat dengan Wilmana….

    Harusnya orang Kristen jangan cuma tau denger kotbah dengan “Tolologia yang seabrek”… tapi Carilah kebenaran yang hakiki….dari Kitab2 suci yang sudah ada.

    Bangkit Hai “orang2 kristen”
    Carilah Kerajaan Allah dan KebenaranNya…..

  7. Anonim mengatakan:

    yeah,,that’s right..
    “Please fasten your seatbelt!”
    but my seatbelt is Jesus alone..
    kita tak-kan pernah sendiri..
    dan apa yang akan kita alami, sudah pernah Dia alami…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s