Sudah 1 Bulan Sang Guru Tua Pergi. Kami Ikhlas Meski Tak Susut Jua Air Mata Kami (Puisi ini Untukmu)

Posted: Mei 23, 2008 in Aboutme
Tag:
Sahabat Blogger yang budiman. Seperti yang anda ketahui, 1 bulan lalu saya kehilangan Ayahanda tercinta. Ketika itu saya menyebutkannya sebagai sang Guru Tua. Karena dia memang Guru. Guru sejati.

Kami, saya dan saudara-saudara, ingin mengenangnya meskipun sedih. Kami sebenarnya ingin melanjutkan hidup secara normal tanpa perlu terlalu mengenangnya, Tetapi sayang, kami punya segudang alasan untuk tetap mengenangnya. Dia memang tak mudah dilupakan. Tak mungkin dilupakan. Biarkanlah kami mengenangnya sejenak meski hanya lewat puisi.

Maafkan saya karena di sini saya tidak dapat memberikan alasan mengapa puisi-puisi ini yang dipilih. Saya hanya ingin mengatakan ini: Silakan sahabat sekalian merasakan, tidak perlu terlalu dipikirkan (karena cinta memang kadang-kadang melintasi akal) keberartian orang-orang tercinta di sekitar kita. Lalu, cintailah mereka apa adanya. Jangan sampai terlambat. Jangan sampai penyesalan itu datang ketika mereka tiba-tiba menghilang dan tiada.

Mencintai orang-orang terdekat seperti itu mungkin merupakan salah satu cara terbaik untuk mulai mengerjakan KASIH. Siapapun Anda. Mungkin pula dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk mulai memperbaiki cinta kepada Indonesia. Kepada Ibu Pertiwi, yang sedang lara. Di dalam sebuah buku tua ada tercatat begini: barang siapa setia dalam perkara kecil maka dia dapat setia dalam perkara besar

Selamat menikmati.

Pantun Duka Cita
(Petikan dari Pantun Melayu)

Kayu jati bertimbal jalan
Turun angin patahlah dahan
Bapak mati Ibu tak berdaya

Kemana untung diserahkan

Besar buahnya pisang batu
Jatuh melayang selaranya
Saya ini anak piatu
Sanak saudara tidak punya

Tanya Sang Anak
(Petikan dari Khalil Gibran)

Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.
Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,”Kau, kau adalah cinta kami sayang..”

Sang Anak
(Khalil Gibran)

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

Dad
(Judy Burnette)

Dad…so many images come to mind
whenever I speak your name;
It seems without you in my life
things have never been the same.

What happened to those lazy days
when I was just a child;
When my life was consumed in you
in your love, and in your smile.

What happened to all those times
when I always looked to you;
No matter what happened in my life
you could make my gray skies blue.

Dad, some days I hear your voice
and turn to see your face;
Yet in my turning…it seems
the sound has been erased.

Dad, who will I turn to for answers
when life does not make sense;
Who will be there to hold me close
when the pieces just don’t fit.

Oh, Dad, if I could turn back time
and once more hear your voice;
I’d tell you that out of all the dads
you would still be my choice.

Please always know I love you
and no one can take your place;
Years may come and go
but your memory will never be erased.

Today, Jesus, as You are listening
in your home above;
Would you go and find my dad
and give him all my love.

I Love You Daddy
(Ricardo & Friends)

Daddy
You know how much I love you
I need you forever
I ‘ll stay by your side
Daddy oh Daddy
I want always bliss you
But I never stop trying
to be your number one

You understand me….
You teach me how to pray..
And you play the game I love to play
I have no fear here when you are near
You guard me through the darkest night

I love you Daddy…
You are my hero (and you always in my dream)
I love you daddy oh daddy
You are my superstar

Daddy
You know how much I love you
I want you to help me
Please show me the way
Daddy oh Daddy
Sometimes I might do wrong
But I never stop trying
To be your number one

I wanna show you
I’ll be as strong as you
When I grow up I still look up to you
So have no fear here I believe here
I will be my daddy’s boy

I love you Daddy…
You are my hero (and you always in my dream)
I love you daddy oh daddy
You are my superstar

The one in a million and a million in one
Forever I want to be by your side
You’re in a million
Show me the way
Guide me through my night

Tears In Heaven
(Eric Clapton
)

Would you know my name
if I saw you in heaven?
Would it be the same
if I saw you in heaven?
I must be strong and carry on,
‘Cause I know I don’t belong
here in heaven.

Would you hold my hand
if I saw you in heaven?
Would you help me stand
if I saw you in heaven?
I’ll find my way through night and day,
‘Cause I know I just can’t stay
here in heaven.

Time can bring you down,
time can bend your knees.
Time can break your heart,
have you begging please, begging please.

Beyond the door
there’s peace I’m sure,
And I know there’ll be no more
tears in heaven.

Would you know my name
if I saw you in heaven?
Would it be the same
if I saw you in heaven?
I must be strong and carry on,
‘Cause I know I don’t belong
here in heaven.

‘Cause I know I don’t belong
here in heaven.

(Terima kasih untuk NK yang telah mengirimkan Puisi “Dad”. Also tHanx for Wilmana atas kiriman lirik “I Love You Daddy”)

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Ahm saya ikut menangis bersama luiggimike. Ayahanda saya juga baru berpulang ke Rahmatullah.

    Kayu jati bertimbal jalan
    Turun angin patahlah dahan
    Bapak mati Ibu tak berdaya
    Kemana untung diserahkan

    (Nena, JGJ)

  2. Anonim mengatakan:

    Kepergian yng dicintai memang berat. Tetapi sebenarnya yang paling berat adalah melanjutkan hidup terutama ketika SBY-JK menaikkan harga BBM

  3. Anonim mengatakan:

    Ditinggal pergi oleh orang-orang terkasih adalah kesedihan. Tetapi bisa memetik hikmah di balik kesedihan adalah kebahagiaan

  4. Anonim mengatakan:

    Wah Thanx berat nih. Pagi-pagi mbaca Khalil Gibran. Eh, pantun melayunya dapat di mana tuh…cute tetapi tetap mengharukan. Salam Blogger (King Rossi, JKT)

  5. Anonim mengatakan:

    Saya paham rasa kehilangan itu. Berpulihlah luiggimike

  6. Mr.Nunusaku mengatakan:

    BBN naik hidup bertambah susah, yang susah tetap menderita yang miskin sudah mendekati kuburan. Yang kaya tetap berjalan dengan mantap dalam perjalanan bersama wang kropsi
    inilah tradi yang mantap dalam budaya NKRI untuk hidup itu tetap berjalan harus dilakukan dalam penipuan.

    Budaya…,budaya bangsaku kropsi tetap berjalan, yang miskin itu urusan mereka mengapa mereka sebodoh itu dan tidak mau mengikuti jejak elite kita…? masalah dosa urusan kedua nanti diakhirat kita bicarakan, yang penting
    sewaktu ada kehidupan ditangan kami….kropsi tetap berjalan sampai batas nafas kehidupan terhenti, baru kropsi akan tersenti. (Ini budaya kami NKRI)

  7. Anonim mengatakan:

    Biarkan yang pergi berlalu sudah. Berdiri dan songsonglah masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s