Kasih Itu Kuat. Kuat Belum Tentu Kasih. Lemah Lembut Merupakan Gambaran Kasih. Kasih Tidak Berarti Lemah Lunglai. Kasih Kok Repot? (Part I)

Posted: Mei 15, 2008 in renungan Kristiani

Agak aneh juga kalau ada orang meminta maaf sampai empat kali. Tapi saya akan melakukannya. Saya masih menunda memposting “sesuatu” yang menjadi bahan perenungan saya tentang hidup dan kehidupan. Jika pada penundaan sebelumnya saya beralasan karena bertepatan dengan perayaan Pentakosta maka kali ini alasannya adalah adanya permintaan dari sahabat blogger, sebut saja –nk—, agar saya “mempertanggungjawabkan “ tulisan yang ada di dalam renungan saya tentang Pentakosta. Khususnya pada frasa kalimat…. sayang sekali, karena kefanaan, kebebalan dan kedegilan kita maka prinsip KASIH yang mudah itu ternyata sulit dikerjakan ….KASIH dianggap sebagai suatau kelemahan…..

Frasa kata ini lalu menjadi bahan percakapan yang hangat dan konstruktif di antara beberapa sahabat blogger, antara lain: – nk-, wilmana, –nrk– dan erick. Sejujurnya, beberapa pikiran sahabat blogger, yang terungkap dalam diskusi di antara mereka, sungguh mengejutkan saya. Beberapa pikiran mereka tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Ada yang terpikir juga tetapi tidak saya anggap penting. Belakangan, ternyata hal yang menurut saya kurang penting itu menjadi vital dalam percakapan mereka. Dan lalu, salah seorang di antara peserta diskusi, Erick, meminta saya untuk memposting percakapan yang indah tersebut. Ah, sahabat blogger yang luar biasa. Maka, posting Part 1 ini berisikan petikan percakapan para sahabat dimaksud.

Berikut ini adalah kutipan diskusi sahabat blogger:

NK:
Menjadi benar sekali ketika bigmike menulis “…sayang sekali, karena kefanaan, kebebalan dan kedegilan kita maka … KASIH dianggap sebagai suatau kelemahan.” Menarik untuk direnungkan–mungkin juga untuk diposting–fenomena iman Kekristenan yang sontoloyo spt ini. Org Kristen dengan kasihnya menjadi tidak berdaya dalam, misalkan, kejujuran dan bersikap adil.

Wilmana :
jgn blame ur self, krn yg tjd dg ente di USA itu, justru menujukkan ente makin hebat dlm “menahan diri” sesuai hukum kasih itu sendiri. Biarlah Yesus membela diri-Nya dan kita2 yg tertindas oleh kaum liberal dan terlalu over confindence itu.

NK:
mohon pencerahan, bagaimana Yesus membela diriNya sendiri???

Wilmana:
Tentang Yesus membela diri sendiri, Ama bisa amati sejarah Gereja-nya paling tidak hingga saat ini, tetap eksis menghadapi gelombang badai penolakan dunia bahkan yang paling kejam sekalipun. Jgn lupa doktrin kita bhw Gereja sebagai “tubuh Kristus”. Simak jg kesaksian mengenai para Martir di segala abad. Mat 26:53-54 sdh mengingatkan kita bhw segala kesulitan, penghinaan, penderitaan, bahkan pembunuhan harus kita hadapi dengan tabah, karena memang begitulah kehendak Allah bagi kita agar upah bagi kita menjadi benar2 sempurna pada ahirnya. Krnnya, penghinaan di USA itu tdk berarti Yesus lemah, tdk mampu membela diri tmsk gereja-Nya, kan?

NK:
Saya berangkat dari pemahaman literal statement sdr Wilmana, saya kutip lgsg, “Biarlah Yesus membela diri-Nya …” Tentu sdr Wilmana tidak sedang katakan Yesus akan turun dari tahtaNya dan membela diriNya sendiri dibumi. Saya awalnya berharap sdr Wilmana dpt menangkap ini apalagi dalam konteks yg sudah terang benderang yaitu ketika ada badai menerjang, banyak diantara kita hanya ‘diam.’ Lihat komentar saya pertama! Dus… Menyikapi ini dengan mengatakan ‘biarlah Yesus membela diriNya menjadi jawaban amat teologis tetapi tidak dapat dilihat/diraba/dll. Tidak praktis/nyata.

NRK:
Kalo menurut beta pung versi Yesus ini sosok yang “ajaib”. kenapa?? karna KASIH. mau bukti paling ekstrem?? Kalo lu kena tampar pipi kiri na kasi ju pipi kanan. Aduh kalo beta sih mana mau ke begitu. ah beta su agak lari jauh dari topik tapi yang ingin beta kasi pendapat bahwa Yesus sendiri “seakan-akan” tidak membela diri-Nya sendiri karena KASIH. jadi jangan dibalas dengan perbuatan tapi marilah didoakan saja. mau bukti lai ko?? bagaimana peristiwa di taman getesemani saat Yudas menghianati Yesus. apakah Yesus ju pegang parang ko iko Petrus potong orang pung telinga?? sonde kan. malah Bpatua dengan kuasa-Nya menyembuhkan itu prajurit Roma pung telinga.

ERICK:
Aha, ada perdebatan menarik di sini. Gw enggak ikutan tapi rasanya baik juga kalo ni’ percakapan ikut diposting ((Eric, JKT) (inilah alasanya bosZ, makanya diskusi ini saya posting)

NK:
Sdr katakan kasih itu ‘tampar pipi kiri, kasihkan yg kanan juga.’
Buat saya, inilah Kasih yang lemah, bukan lemah lembut.
Silahkan nrk dan yg lain merenung perintah ini ttp buat saya, sebelum ditampar hendaknya kita menhindar karena siapa tahu 1 tamparan saja sudah buat kita mati. Lha terus bagaimana mau kasih pipi yg kanan kalau sudah mati?

ERICK:
HA HA HA HA,,,,ini namanya kasih tampar tamparan…..ahhh….nrk kalau ingin yg berdebat harus punya persiapan yg cukup dong. Lalu, nk ingat ngga’ bhw kata-kata itu diucapkan sendiri oleh Yesus? Berani ngelawan kata-kata Yesus? Syalom (Eric, JKT)

NK:
Membaca komentar sdr (maksudnya Erick) , , saya pun kemudian melamun dan berandai-andai apa yg dipikirkan Yesus kalau Dia membaca komentar sdr, begini:
“Hal tampar pipi kiri-kanan itu betul, tetapi anak-anakKu ini kok bebal -meminjam isltilah bigmike. Mosok mau-maunya ditampar. Mbok ya sebelum ditampar minta maaf gitu lho, siapa tahu yang mau menampar jadi luluh hatinya. Atau kalau dia masih marah juga dan mau menampar, ya lari dulu, beri dia waktu untuk ‘cooling down dulu.”

@Bigmike (inilah permintaan dari NK kepada saya): Agaknya sdr harus ‘terbeban’ untuk menjelaskan dalam posting mendatang perihal kasih yg dianggap sebagian org lemah yg menurut sdr sebagai bentuk kebebalan dan kedegilan. Anyway, saya setuju ttg iman sontoloyo spt ini. “Kasih itu lemah lembut, tetapi dia tidak lemah.”

Nah, tagal permintaan NK ini maka saya (Bigmike) lalu berkomentar:

Lalu, “nk” mencoba menjelaskan bahwa yg dimaksudkan oleh dia adalah kasih boleh lemah lembut tetapi tidak boleh fatalistis. Saya setuju tp enggak enaknya “nk” kasikan tugas tambahan buat saya…ha ha ha…ini namanya merenung-renung sambil pesan es teh…merenungnya tidak di gua tetapi di cafe ha ha ha..

Aha, sampai di sini dulu karena saya harus bersiap-siap mengikuti Ibadat Rumah Tangga mingguan Rayon yang diselenggarakan di rumah saya. Dalam Ibadat ini akan hadir Ibunda saya tercinta yang telah ditinggal pergi oleh Sang Guru Tua 3 minggu lalu menuju negeri KASIH ABADI.

Sampai Jumpa Besok…Kali ini janji saya bisa dipegang….Besok…..BEEESSSSOOOOOKKKKK…….

Komentar
  1. Anonymous mengatakan:

    @-nk-

    Melanjutkan diskusi yg lalu.

    Pertama, mgkn ama tdk percaya bhw Yesus sesungguhnya tdk ke mana-mana. Tp saya percaya itu, dg pemahaman akan istilah “malih rupa”. Moga2 Ama cepat mengerti jd beta tdk perlu bertele-tele tentang siapa itu Roh Kudus dan hubungannya dengan Sang Anak dlm kontek ke-Allah-an.

    Kedua, Ama membayangkan “Yesus membela diri-Nya sendiri” menurut konsep pemikiran manusiawi. Sama spt ketika Penulis kitab Kejadian meneruskan info dr Allah ttg waktu penciptaan adalah 6 hari. Pdhl kita tau bhw info 6 hari tdk bisa dipahami secara literal belaka. Pemahaman konteks perlu dikaji, dan akhirnya krn kita org beragama dan sdg bicara ttg Tuhan, mk pemahaman teologis jg diperlukan.

    Ketiga, Ama lupa bhw ketika kita tdk mampu lagi bertindak melawan “kuasa dunia” untuk membela diri apalagi membela Yesus, mk doktrinnya adalah, berdoa dan beri kesempatan Roh Kudus bertindak.
    Ibu saya dua bulan yg lalu terbaring koma di RS tentara kupang, bahkan dokter-pun tdk bisa berbuat apa2 lagi. Secara iman, keluarga hanya bisa berdoa mohon pertolongan Yesus. Dan bg saya, ketika Yesus bisa menolong Ibu saya saat itu, mk bkn hal aneh jk Dia-pun dpt menolong dirinya sendiri. Bgmn caranya, itu urusan Dia.

    Ketiga, sy kuatir Ama terpengaruh dg fakta Alkitab di Matius 27:40 bhw Yesus tdk mampu melepaskan diri dr penderitaan salib. Kalo benar begitu, sy tdk akan komentar lagi. Hanya mengingatkan penggalan lagu, “… suka duka dipakaiNya utk kebaikanku, …”. Paulus nulis di Roma 8:28, “Allah terlibat dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan”. Paulus mau bilang bhw ketika iman Ama dilecehkan dan ama ndak bs bertindak ala FPI, itu bukan berarti kuasa Yesus hanya isapan jempol. (Wilmana)

  2. Anonymous mengatakan:

    Good Coment (Erick)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s