Roh Yang Turun Itu adalah Roh Yang Membawa Kasih. Maukah Anda Mengerjakan KASIH?

Posted: Mei 12, 2008 in renungan Kristiani

Lagi-lagi saya kurang setia pada janji. Semula saya bermaksud menulis “sesuatu” setelah saya memposting sebuah puisi panjang, yang lalu ditafisrkan bermaca-macam oleh sahabat bolgger. Di akhir posting itu, saya meminta kita semua merenung. Mungkin ada yang merenungkannya baik-baik tetapi ada pula yang merenungkannya secara sangat baik, yaitu merenungkan sambil bertengkar. Terima kasih. Lalu di titik ini, justru, saya ingin mengucapkan kata maaf karena posting saya kali ini belum merupakan pemenuhan janji saya. Anda marah? Itu hak anda dan saya menghormatinya. Tetapi saya sangat terpaksa melakukannya karena saya baru tersadar, bahwa tepat di hari minggu ini, kami umat Kristiani merayakan salah satu hari besar Gerejawi, yaitu Hari Raya Pentakosta (harap jangan dikelirukan dengan Pantekosta).

Kepada yang tidak merayakan perayaan ini ijinkan saya mengucap maaf yang kedua. Tidak tersimpan maksud untuk memaksa anda membaca tulisan ini. Anda punya pilihan lain dan saya menghormati itu. Tetapi jika anda ingin membacanya juga saya tidak bisa melarang. Anggap saja hal ini merupakan suatu perjalanan wisata untuk mengenali apa yang dimiliki atau dilakukan oleh “tetangga” sebangsa dan setanah air. Cukup mengenalnya saja tanpa ada paksaan untuk meyakininya. Hal itu berarti bahwa tidak juga anda harus frontal menolak apa yang tetangga anda yakini. Karena suka atau tidak suka, kita semua yang beraneka keyakinan ini hidup dalam NKR yang satu, Indonesia.

Baiklah, saya ingin memberikan penekanan khusus pada kalimat saya sendiri di atas, yaitu …..karena saya baru tersadar bahwa …..kami umat Kristiani merayakan….Pentakosta. Mengapa tidak sadar? Ya, karena Perayaan Gerejawi yang satu ini mungkin merupakan perayaan yang paling kurang terkenal. Berbeda dengan perayaan Natal yang dalam beberapa contoh seakan sudah menjadi milik semua golongan di luar umat Kristiani. Di laporkan bahwa di Jepang, Chrismas Day dirayakan sebagai hari perayaan besar. Kristiani ataupun bukan Kristiani. Lebih celaka lagi, Christmas dewasa ini, saking meriahnya dirayakan, lalu menjadi salah satu ikon dunia perniagaan. Ada banyak keuntungan finansial yang dipetik oleh perusahaan-perusahaan terkait perayaan yang satu ini. Terkadang, Christmas kehilangan “roh” aslinya yang sederhana dan trasendens berganti roh hedonis dan kemewahan nan imanen. Paskah, termasuk perayaan yang mudah diingat umat Kristiani karena dirayakan secara besar-besaran, Paskah yang kadang diidentik dengan ornamen telur paskah itupun, dalam beberapa kasus dapat di katakan sudah di bawa keluar juga dari roh trasendensnya menjadi roh imanen. Setelah Paskah, adalah Kenaikan Yesus ke Surga. Perayan yang satu ini biasanya kalah ngetop dibandingkan dengan Paskah. Apalagi jika dibandingkan dengan Natal. Nah, lalu Pentakosta atau Perayaan Keturunan Roh Kudus adalah yang paling tidak ngetop. Biasa-biasa saja. Sambil lalu saja. Tidak ada persiapan khusus oleh panitia khusus untuk dirayakan seara khusus. Boleh dirayakan dan boleh juga tidak dirayakan. Sekali lagi: biasa-biasa saja. Dan karena biasanya itu maka perayaan Pentakosta sangat mudah dilupakan. Sayapun baru menyadarinya tepat di hari ini. Di hari minggu ini. Bayangkan: saya adalah seorang Penatua Gereja sekaligus Wakil Ketua Majelis Jemaat Harian di GMIT Paulus. Dus itu berarti, Pejabat Gereja. Sungguh keterlalaun, Pejabat Gereja melupakan Perayaan Gereja. Jadi, saya haru tripel minta maaf. Kali ini malah minta ampun. Ampunkan saya Tuhan, saya lupa mengingat-MU dengan baik hari ini. Hanya karena masih sedih. Hanya karena sakit. Hanya karena….ya sekedar lupa…..

Lalu, apa itu hari raya Pentakosta?. Secara harfiah, kata Pentakosta (Inggris = Pentecost) yang berasal dari bahasa Yunani pentekostē (πεντηκοστή) berarti “hari ke-50”. Kata ini merupakan terjemahan Yunani terhadap kata Shavuot yang merupakan salah satu di antara 3 perayaan besar orang Yahudi sesuai hukum Musa (Three Pilgrimage Festivals), yang juga disebut sebagai the Shalosh Regalim, yaitu: Pesach (Passover), Shavuot (Pentecost), dan Sukkot (Tabernacles). Bagi orang Yahudi, hari Pentakosta merupakan perayaan yang teramat penting dan merupakah sebuah keharusan, sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan kepada mereka. Tibanya hari Pentakosta berarti berakhirnya tradisi perayaan selama tujuh minggu, di mana umat Israel merayakan Paskah. “Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah bungaran dari penuaian gandum…….haruslah kau rayakan, juga hari raya pengumpulan hasil pada pergantian tahun (Kel.34:22)……. Perlu kita perhatikan bahwa dari sekian banyak perayaan yang dilakukan oleh orang Yahudi, maka hari raya Pentakosta merupakan perayaan terbesar, di mana pada saat itu merupakah hari yang penuh sukacita dan di mana mereka bersyukur kepada Allah atas segala kasih dan pemeliharaanNya, termasuk akan hasil panen tuaian gandum dan jelai. Karena itu, mereka akan datang kepada Allah dengan membawa korban syukur yang merupakan persembahan mereka kepada Allah, sekaligus menyatakan pengakuan mereka bahwa segala yang baik yang mereka terima, berasal dari Allah (Ul.16:11 dan Im.23:17-20).

Karena secara tradisi Pentakosta merupakan perayaan 7 minggu, berarti 49 hari, maka diperlukan satu hari lagi untuk merayakan genapnya hari ke 50. Dalam tradisi Gereja-Gereja di Indonesia, hari ke 49 yang jatuh pada hari minggu disebut sebagai perayaan Petakonsta I. Dan pada hari senin keesokan harinya, dirayakan sebagai hari Pentakosta II. Di United Kingdom, Pentakosta dikenal juga sebagai Whitsun (atau Whit Sunday). Minggu atau usbu dimana dimulai dengan Whitsun disebut sebagai Whitsuntide atau tidak jarang disebut juga sebagai Whitsontide atau Whitsun Week. Diduga etimologi ini berasal dari kata Wit atau Wisdom Sunday, yaitu hari ketika para Rasul Yesus dipenuhi dengan pengetahuan-pengetahuan dan kebijakan-kebijakan (wisdom) oleh Roh Kudus (the Holy Spirit). Dengan ini maka jelas bahwa Pentakosta, meskipun berasal dari tradisi Yahudi tetapi penting bagi orang-orang Kristen.

Dalam Perjanjian Baru terdapat narasi dari Kisah Para Rasul bahwa hari Pentakosta merupakan hari turunnya Roh Kudus, di mana sejak hari Raya Pentakosta, Alkitab menunjukkan bahwa Roh Kudus bekerja secara penuh di dalam GerejaNya. Ini tidak berarti bahwa Roh Kudus belum bekerja sebelum hari raya Pentakosta. Dalam Injil Sinoptik dan Yohanes dapat dibaca bahwa Roh Kudus sudah bekerja sebelum itu, baik pada waktu pembaptisan Yesus, pencobaan di padang gurun, dan lain-lain (Mat.3:16; Mark.1:10; Luk.3:21-22; Yoh.1:32-33; Mat.4:1; Luk.4:1). Di dalam Perjanjian Lama, kita juga membaca bagaimana Roh memimpin para nabi pada saat tertentu dan ketika mengerjakan tugas tertentu. Namun demikian, Alkitab menjelaskan bahwa kehadiran dan peran Roh Kudus tidak pernah dialami oleh umat Allah secara penuh sebagaimana terjadi pada hari Pentakosta, yaitu hari SETELAH Yesus menyelesaikan karya penyelamatan melalui kematian dan kebangkitannya. Dalam pemahaman inilah kita memahami pernyataan Injil Yohanes berikut: “… sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum DIMULIAKAN” (7:39b). Kata “dimuliakan” sangat menonjol di dalam Injil Yohenes, di mana istilah itu mengacu kepada kematian Yesus (band. Yoh.12:23-24). Dengan perkataan lain, Yohanes menegaskan relasi yang erat yang tidak terpisahkan antara karya Yesus yang telah diselesaikan melalui kematianNya dengan turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta.

Jikalau begitu maka apa pentingnya Pentakosta bagi kita? Anda dapat merumuskannya sendiri tetapi saya ingin menawarkan yang satu ini: melalui Pentakosta kita diingatkan bahwa tugas setiap kita adalah pergi ke segala penjuru dunia untuk bersaksi bahwa keresahan, kekacauan, dan kedosaan dunia telah memiliki penangkalnya, yaitu YESUS. Dia datang denga misi damai. Lalu, melalui Kematian dan Kebangkitan-Nya Dia menawarkan 1 alternatif dari cara hidup, yaitu hidup dalam KASIH. Kita harus menghasihi Tuhan. Dan hanya ada 1 cara untuk membuktikan bahwa kita mengasihi Tuhan, yaitu mengasihi sesama kita. Siapa sesama kita? Mereka adalah: isteri kita. Anak-anak kita. Orang tua kita. Saudara-saudara kita. Tetangga kita. Orang yang sekampung, sekecamatan, sekabupaten, sepropinsi, senegara, dan satu planet dengan kita. Alien sekalipun, jika mereka memang ada. Kita wajib mengasihi mereka tanpa kecuali. Apapun warna kulitnya. Bentuk matanya. Rupa hidungnya. Model rambutnya. Suku bangsanya. Dan juga…apapun juga agamanya. Cukup? Belum. Karena kita dan sesama kita hidup jika dan hanya jika tersedia sumberdaya alam dan lingkungan maka KASIH kepada sesama harus diekstensikan juga sampai kepada ranah mengasihi lingkungan hidup kita. Tanpa lingkungan hidup yang baik takkan ada kehidupan, baik untuk kita maupun sesama kita.

Dalam prinsip KASIH, apapun perbedaan di antara kita, jangan diselesaikan dengan cara saling memaki, bertengkar, berkelahi, percederaan, membunuh dan atau berperang. KEMATIAN YESUS jelas merupakan contoh telak untuk prinsip yang satu ini. Korbankan dirimu jika itu perlu. Hal ini jauh lebih mulia dibandingkan dengan harus mengorbankan orang lain.

Sayang sekali, karena kefanaan, kebebalan dan kedegilan kita maka prinsip KASIH yang mudah itu ternyata sulit dikerjakan (salah satu sebab mengapa prinsip KASIH sulit dikerjakan ada hubungannya dengan apa yang seharusnya saya posting…..Apa itu? Nanti saja…tunggu saja….). KASIH dianggap sebagai suatau kelemahan. Dan lebih kacau lagi, KASIH dianggapnya hanya milik orang Kristen. Monopoli orang Kristen. Benarkah? Tidak!!! Kasih ada untuk semua. Oleh karena itu, Kasih dapat dan harus dilakukan oleh semua. Sulit??? Yeeesssss, Sir. Confirm, Sir. Tetapi, jangan kuatir, ada Roh Kudus yang sudah turun dari Surga dan sekarang selalu bersama kita untuk memampukan kita mengerjakan KASIH. Lihatlah, DIA sedang berdiri tepat di depan pintumu. Dia sedang mengetuk pintu hatimu. Bersediakah anda membuka hati dan mempersilakan Dia masuk?

Komentar
  1. Anonymous mengatakan:

    Hmmm, bagimu agamamu bagiku agamaku. Sebagai Muslim saya meyakini kebenaran agamaku tapi saya menaruh hormat kepada bigmike dan agamanya. Seandainya Syiar dilakukan dengan cara yang santun seperti ini, saya kira Indonesia akan aman dan damai. Peace Man!!!!!

  2. Anonymous mengatakan:

    Amin Pak Mike. Sudah tugas kita untuk menyebarkan Kasih ke seluruh penjuru dunia. Salah satu caranya adalah dengan menjadi garam dan terang dunia. Setuju? (Yossie)

  3. Anonymous mengatakan:

    Pak, kitong baru masuk ke blog makati 24 ko copy ambel bahan kuliah dan bahan ujian padang rumput. Iseng-iseng cek blog bigmike. Aduh pung bagus lai. Terus tulis ee pak ko jang omong hutan, savana dan padang rumput sa.(anak padang rumput.

  4. Anonymous mengatakan:

    maukah mengerjakan kasih?

    jujur ini merupakan pekerjaan yang “berat tapi gampang”. maksudnya?? berat dilakukan tapi gampang diomong. padahal kita tahu inti dari pengajaran Tuhan Yesus adalah kasih. salah 1 dari 10 hukum taurat adalah saling mengasihi sesama. tapi inilah repotnya. sebagai manusia, nafsu kedagingan kita kadang menutupi segala akal budi.
    solusinya???
    jujur beta sonde tahu. mungkin beta akan lakukan 2 hal. 1). berdoa minta petunjuk dari Tuhan, 2). mencoba mewujudnyatakan kasih dalam hidup.
    Susahkah?????? TALALUUUUUUU SUSAHHH
    (nrk)

  5. Anonymous mengatakan:

    “Kasih itu lemah-lembut tetapi kasih itu tidak lemah”

    Menjadi benar sekali ketika bigmike menulis “…sayang sekali, karena kefanaan, kebebalan dan kedegilan kita maka … KASIH dianggap sebagai suatau kelemahan.” Menarik untuk direnungkan–mungkin juga untuk diposting–fenomena iman Kekristenan yang sontoloyo spt ini. Org Kristen dengan kasihnya menjadi tidak berdaya dalam, misalkan, kejujuran dan bersikap adil.

    Baru-baru ini saya terlibat diskusi panas ttg fenomena kekerasan atas nama agama. Menyikapi fenomena ini, rupanya banyak org Kristen yg tidak jujur, bahkan terkesan takut untuk katakan ‘Yang Salah Bilang Salah, Yang Benar Bilang Benar.’ Bahkan Kekristenan itu sendiri disalahkan.

    Ada pula kasus pelecehan ritual Perjamuan Kudus oleh ekstrimis gay di San Fransisco yang tidak ditanggapi gereja disana. Juga eksebisi kesenian di New York dimana salib terbalik dimasukin kedalam gelas kaca yang berisi air kencing. Kami diam. The list just goes on and on.

    Terima kasih bigmike yg sudah mengingatkan kita semua bahwa kasih itu lemah lembut tetapi ia tidak lemah.

    -nk-

  6. Anonymous mengatakan:

    @-nk-

    Jgn blame ur self, krn yg tjd dg ente di USA itu, justru menujukkan ente makin hebat dlm “menahan diri” sesuai hukum kasih itu sendiri. Biarlah Yesus membela diri-Nya dan kita2 yg tertindas oleh kaum liberal dan terlalu over confindence itu.

    Sekali-kali kunjungi situs ladangtuhan.com. Ladang cukup yg baik utk berbagi kasih bahkan dg non-kristen… (Wilmana)

  7. Anonymous mengatakan:

    @Wilmana

    spt biasa, kata-kata saudara Wilmana dalam makna, tetapi mohon pencerahan, bagaimana Yesus membela diriNya sendiri???

    oh ya, terima kssih untuk situs-nya. saya pasti kesana.

    salam hangat.

    -nk-

  8. Anonymous mengatakan:

    Kasih adalah kelamahan? Baru dengar nih. Menurut saya kasih adalah kekuatan dan kedahsyatan. Bukankah bigmike pernah menulis kedahsayatan Allah itu menggetarkan? Jika Allah adalah Kasih maka seharusnya Kasih itu menggetarkan. Ah, bigmike kadang-kadang memaksa kita untuk berpikir lagi. Ini asyiknya membaca tulisan kawan saya yang satu ini yang tidak jelas keahliannya apakah Doktor Kehutanan atau Doktor Teologia (Agus)

  9. Anonymous mengatakan:

    @nrk

    Beta mau kasi sadiki pelajaran buat enta. Begini:

    10 Perintah Allah:

    1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku

    2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu.

    3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan

    4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

    5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tahan yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu

    6. Jangan membunuh
    7. Jangan berzinah
    8. Jangan mencuri

    9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu

    10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu

    Kalau dikata salah satu dari 10 perintah Allah adalah mengasihi sesama, maka hukum itu ada di poin ke brp? Ente pasti sonde bisa tunjuk. Jamin.

    Begini, perintah 1 – 4 itu adalah hal mengasihi Tuhan Allahmu sedang 5 – 10 adalah kasih sesamamu. Rangkuman keseluruhan hukum taurat ada disini:

    Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
    Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22: 37-40).

    Bagitu saaa… laen kali ente baca-baca lai sadiki itu alkitab🙂

  10. Anonymous mengatakan:

    ah pasti ini nk.

    waduh thanks o su kasi penecarahan.. namanya ju manusia ada salah ada benar ju. makasih o..
    beta pung maksud ju inti dari 10 hukum taurat salah satunya mengasihi sesama.
    eh belum sempat beta ralat su ada yang begini bae tulis 10 hukum taurat.
    maklum… pake internet ju curi-curi kesempatan. he..he

    (nrk)

  11. Anonymous mengatakan:

    @nrk

    Hah…hah… pandai sekali nrk menebak. maaf ya… tadi itu saya buru-buru hendak ke t4 kerja jadi lupa membubuhkan tanda ‘keramat’ -nk-

    Tapi saya salut, nrk bertipe manusia pembelajar yg tidak ‘pura-pura’ tahu segalanya tetapi mau jujur mengakui kekurangan. Bravo!

    selamat belajar!

    -nk-

  12. Anonymous mengatakan:

    Pak Mike, sebagai Gereja seharusnya Perayaan Pentakosta diperingati secara khusus karena bukankah dari peristiwa itu murid-murid Yesus lalu menyebar ke segala penjuru dan membentuk komunitas yang belakangan disebut gereja. Apapaun terima kasih atas tulisan ini, yg memang sudah saya tunggu termsuk informasi tentang sejarah Penatkosta. Shalom. (Yes, BTN)

  13. Anonymous mengatakan:

    @ -nk-

    Tentang Yesus membela diri sendiri, Ama bisa amati sejarah Gereja-nya paling tidak hingga saat ini, tetap eksis menghadapi gelombang badai penolakan dunia bahkan yang paling kejam sekalipun. Jgn lupa doktrin kita bhw Gereja sebagai “tubuh Kristus”. Simak jg kesaksian mengenai para Martir di segala abad.

    Mat 26:53-54 sdh mengingatkan kita bhw segala kesulitan, penghinaan, penderitaan, bahkan pembunuhan harus kita hadapi dengan tabah, karena memang begitulah kehendak Allah bagi kita agar upah bagi kita menjadi benar2 sempurna pada ahirnya. Krnnya, penghinaan di USA itu tdk berarti Yesus lemah, tdk mampu membela diri tmsk gereja-Nya, kan?

    (Wilmana)

    Satu hal yang saya kelolosan pd tulisan BigMike tentang Pentakosta ini adalah, bahwa hari itu sesungguhnya layak diperingati sebagai hari lahirnya Gereja. Tercatat jemaat pertama berjumlah tidak kurang dari 3000 orang. HUT GMIT saja selalu diingat dan diritualkan perayaannya.

    Satu lagi, kalo di GPIB, gereja saya, ente ini sdh kategori PKB (Persekutuan Kaum Bapak). So, masih rasa layak pake gelar “Nyong” Kupang? He he he…

  14. Anonymous mengatakan:

    Percakapan antara Wilmana dan nk sungguh positif. Saya menikmatinya dan juga memetik sesuatu dari situ. Teruskan bro, positif untuk pembaca. Salah satunya adalah mengingatkan kita bahwa Pentakosta adalah milestones amat penting bagi lahirnya Gereja. Sahabat saya Penatua Yes sudah mengingatkan itu juga. Tahnx bung Yes. Lumrah. Humano erare est. Manusia adalah kumpulan kesalahan-kesalahan jua. (Bigmike)

  15. Anonymous mengatakan:

    @Wilmana

    Saya berangkat dari pemahaman literal statement sdr Wilmana, saya kutip lgsg, “Biarlah Yesus membela diri-Nya …” Tentu sdr Wilmana tidak sedang katakan Yesus akan turun dari tahtaNya dan membela diriNya sendiri dibumi. Saya awalnya berharap sdr Wilmana dpt menangkap ini apalagi dalam konteks yg sudah terang benderang yaitu ketika ada badai menerjang, banyak diantara kita hanya ‘diam.’ Lihat komentar saya pertama! Dus… Menyikapi ini dengan mengatakan ‘biarlah Yesus membela diriNya menjadi jawaban amat teologis tetapi tidak dapat dilihat/diraba/dll. Tidak praktis/nyata.

    Sdr Wilmana meminta saya menyimak lagi sejarah dimana gereja diterjang badai. Pada poin itu sebenarnya–secara tersirat– sdr Wilmana hendak katakan bahwa Yesus membela diriNya melalui hamba-hambaNya dibumi ini. Mari kita simak sejarah, sekedar satu dari sekian banyak tokoh sejarah- Marthin Luther (ML) yg menentang Gereja ketika itu. Diamkah dia? Atau jgn tanggung-tanggung menengok jauh, jauh ke belakang. Rasul Paulus ketika harus berhadapan dengan kekaisaran Romawi. Diamkah dia dan hanya berdoa, “oh Tuhan, kiranya Engkau sudi turun ke bumi untuk membela gerejamu dibumi ini.”

    Tidak jauh beda dengan keadaan sekarang bukan, ketika Kekristenan itu sendiri dilecehkan, dihina-hina bahkan diinjak-injak, mengapa tidak satupun berdiri didepan dan katakan “ini salah!” Mengapa kita diam? Saya tidak sedang mengajak gereja untuk berperang, tetapi sekedar lantang menyuarakan ‘yg salah adalah salah, yg benar adalah benar.’

    Yang saya amati, sikap diam kami ini jawabnya ada pada sejarah itu juga ketika Gereja begitu berkuasa dan sewenang-wenang bahkan agak bengis. Saat ini ia merasa banyak menanggung kesalahan sejarah masa lalunya dan menjadi ‘banci’ dalam menyikapi pelecehan dari golongan yg ditindasnya dahulu.

    Perihal kekerasan atas nama agama yg menjadi fenomena dasyat diabad 21, gerejapun ‘diam’ lantaran dirinya dulu juga gemar menggunakan kekerasan dimasa lampau.

    Sdr Wilmana, inilah persoalan saya dengan sikap diam kami itu. Karena kesalahan sejarah kami, kami merasa tidak pantas bersuara lagi. Amat sangat disayangkan.

    -nk-

    *yg masih menunggu pencerahan dari saudaranya*

  16. Anonymous mengatakan:

    sori beta ju masuk dalam perdebatan nk dengan wilamana. moga-moga sa apa yang beta sampikan sonde salah. tapi beta hanya mau sumbang pendapat sa.

    kalo kitong lihat dari judul tulisan ini yaitu Roh yang turun…… Maukah anda mengerjakan kasih??
    beta titik berat di kata Kasih. kalo menurut beta inilah “susahnya” jadi orang Kristen yaitu harus saling mengasihi. bukan hanya antara manusia dengan Tuhan tetapi dengan sesama manusia. apa hubungannya???
    beta lebih tertarik dengan kata dari nk yang menanyakan bagaimana yesus membela dirinya sendiri. secara jujure beta mau bilang beta sonde talalu tau banyak tentang hal ini. tapi kalo menurut beta pung versi Yesus ini sosok yang “ajaib”. kenapa?? karna KASIH. mau bukti paling ekstrem?? Kalo lu kena tampar pipi kiri na kasi ju pipi kanan. Aduh kalo beta sih mana mau ke begitu.
    ah beta su agak lari jauh dari topik tapi yang ingin beta kasi pendapat bahwa Yesus sendiri “seakan-akan” tidak membela diri-Nya sendiri karena KASIH. jadi jangan dibalas dengan perbuatan tapi marilah didoakan saja.
    mau bukti lai ko?? bagaimana peristiwa di taman getesemani saat Yudas menghianati Yesus. apakah Yesus ju pegang parang ko iko Petrus potong orang pung telinga?? sonde kan. malah Bpatua dengan kuasa-Nya menyembuhkan itu prajurit Roma pung telinga.

    JADI Sekarang karmana??? Karmana kalo beta ajak kitong mulai mengerjakan kasih. yang lagi-lagi harus jujur beta katakan beta hanya banyak omong tentang kasih tapi dalam hidup sehari0-hari beta sonde lakukan. Syaloom.,

    Maaf o.. kalo beta salah tapi kan sumbang saran/pendapat sonde dilarangkan?? He..he

    (nrk)

  17. Anonymous mengatakan:

    Aha, ada perdebatan menarik di sini. Gw enggak ikutan tapi rasanya baik juga kalo ni’ percakapan ikut diposting ((Eric, JKT)

  18. Anonymous mengatakan:

    @nrk

    Sdr katakan kasih itu ‘tampar pipi kiri, kasihkan yg kanan juga.’

    Buat saya, inilah Kasih yang lemah, bukan lemah lembut. Mengapa? Ibarat sebuah kalimat, masih ada tanda ‘koma’nya karena kemudian dengan kasih yg lemnah lembut, panjang sabar, murah hati, tidak denki dll itu kemudian Yesus mengajarkan kita untuk “cerdik spt ular tetapi tulus spt merpati.”

    Silahkan nrk dan yg lain merenung perintah ini ttp buat saya, sebelum ditampar hendaknya kita menhindar karena siapa tahu 1 tamparan saja sudah buat kita mati. Lha terus bagaimana mau kasih pipi yg kanan kalau sudah mati?

    🙂

    -nk-

  19. Anonymous mengatakan:

    HA HA HA HA,,,,ini namanya kasih tampar tamparan…..ahhh….nrk kalau ingin yg berdebat harus punya persiapan yg cukup dong. Lalu, nk ingat ngga’ bhw kata-kata itu diucapkan sendiri oleh Yesus? Berani ngelawan kata-kata Yesus? Syalom (Eric, JKT)

  20. Anonymous mengatakan:

    @Erik

    Heh..heh… maaf ya, saya masih kurang mampu menafsirkan kata-anda sdr, tetapi kalimat terakhir saya cukup paham.

    Membaca komentar sdr, saya pun kemudian melamun dan berandai-andai apa yg dipikirkan Yesus kalau Dia membaca komentar sdr, begini:

    “Hal tampar pipi kiri-kanan itu betul, tetapi anak-anakKu ini kok bebal -meminjam isltilah bigmike. Mosok mau-maunya ditampar. Mbok ya sebelum ditampar minta maaf gitu lho, siapa tahu yang mau menampar jadi luluh hatinya. Atau kalau dia masih marah juga dan mau menampar, ya lari dulu, beri dia waktu untuk ‘cooling down dulu.”

    Saya jadi ingat almarhum ayahandaku yg sangat saya kasihi yg kalau marah, kami kakak-beradik harus lari bersembunyi. Fatal, to say the least, menghadapi ayahanda yg sedang marah. Kalau nanti dia sudah tenang, baru datang menghadap. Awalnya kami tidak tahu hal ini, kalau dipanggil, trus datang gitu ya, pasti ditampar, ditendang. Brutal deh. Dari kakak-kakak, kami diberitahu. “Lu kalau dipanggil bapak, lari bersembunyi! Kalau nanti dia sudah tenang, baru menghadap. Dia biasanya sudah lupa sama marahnya.”

    Jadi srd Erik, bukan soal hendak melawan kata-kata Yesus, tetapi Yesuspun berpesan, “cerdiklah spt ular tetapi hendaklah kamu tulus spt merpati.”

    @Wilmana

    Hah…hah… sdr bisa saja. OK-lah, kalau di gereja jadi Bapak, tetapi kalau lagi ngeblog, bolehkah menjadi nyong kupang?

    @Bigmike

    Agaknya sdr harus ‘terbeban’ untuk menjelaskan dalam posting mendatang perihal kasih yg dianggap sebagian org lemah yg menurut sdr sebagai bentuk kebebalan dan kedegilan. Anyway, saya setuju ttg iman sontoloyo spt ini. “Kasih itu lemah lembut, tetapi dia tidak lemah.”

    Sidang pembaca blog yg terkasih, saya ingin sampaikan disini, saya disini tidak ingin berdebat tetapi belajar. Membaca pikiran-pikiran bigmike, saya merasa akan banyak mendapat hikmah, pengetahuan, wisdom. Begitu pula dengan sdr Wilmana yg dari komentar pendeknya saya tahu dia sangat berpengetahuan. Sudilah kalian berbagi dengan saya.

    Begitu saja dan salam kasih dalam Kristus Yesus.

    -nk-

  21. Anonymous mengatakan:

    Ha ha ha, dari erik saya mendapat kesan bahwa sahabat satu ini ingin mengatakan:
    1. “nrk” kalau mau berdebat harus mempersiapkan diri dengan banyak membaca sebagai referensi.
    2. “nk” harap berhati-hati karena tampar pipi kiri dan kanan adalah pernyataan Yesus. Tampaknya sahabat erik cukup akrab dengan Alkitab (seiman?). Thanx ya broer sudah mengunjungi blog dari kampung ini.

    Lalu, “nk” mencoba menjelaskan bahwa yg dimaksudkan oleh dia adalah kasih boleh lemah lembut tetapi tidak boleh fatalistis. Saya setuju tp enggak enaknya “nk” kasikan tugas tambahan buat saya…ha ha ha…ini namanya merenung-renung sambil pesan es teh…merenungnya tidak di gua tetapi di cafe ha ha ha..

    Ya, sudah: lanjutkan saja diskusinya Tuhan pasti Memberkati (Bigmike)

  22. Anonymous mengatakan:

    @Bigmike

    Hah…hah… oh itu kira-kira maksud sdr Eric ya? Yaaa ampun, kirain apaan🙂

    Lha iyalah, gini-gini sebelumnya sudah ‘mengajar’ nrk ttg hukum yg terutama dan utama, masak saya tidak tahu sih soal tampar pipi kiri-kanan itu perkataan Yesus. Kalau cuman beginian saya tahulah, cuman memang masih harus ‘berguru’ sama bigmike dan wilmana. Eh… ngomong-ngomong dimana gerangan sdr Wilmana?

    Bigmike, wah saya punya segudang ‘pesan’ nantinya🙂

    Salam – “Nyong Kupang”

  23. Anonymous mengatakan:

    ha…ha
    ternyata beta pung pendapat (yang sebenarnya lebih dititik beratkan di kata Kasih) kok sekarang jadi tampar-menampar yang dibahas yah?
    aha, sekali lagi (lagi dan lagi) beta melakukan kesalahan yang sepele tapi fatal akibatnya. beta sbnarnya bermaksud bilang “tampar kiri dan tampar kanan” itu merupakan contoh ekstrem dari bagaimana seharusnya kita mengasihi seseorang. tapi yang beta ketik malah manjadi salah arti. Maaf o…

    berarti erik dan nk salah ko?? oh sonde salah. beta yang salah ketik makanya orang ju salah mengerti.

    memang beta perlu banyak dapat pencerahan dari big mike, nk, dll. tapi daripada kitong banyak membanyak masalah tampar-menampar lebe bae beta ajak semua mari kitong saling tampar-menampar eh…. maksudnya saling berkasih-kasihan di dunia.

    (nrk)

  24. Anonymous mengatakan:

    @nrk

    …cut…

    Berarti erik dan nk salah ko?? oh sonde salah. beta yang salah ketik makanya orang ju salah mengerti.

    …cut…

    Sebenarnya sdr tidak salah. Benar, benar sekali, tetapi memang sdr masih perlu belajar. Dalam sebuah diskusi, ketika sdr menyampaikan sebuah pernyataan yang kemudian membuat org bertanya-tanya dan mulai berdiskusi tdk sesuai dengan yg dimaksud sdr, maka cepat-cepatlah membuat penjelasan lanjutan.

    Misalkan ini, “Tampar kiri dan tampar kanan itu merupakan contoh ekstrem dari bagaimana seharusnya kita mengasihi seseorang.” Apa maksudnya? Apakah sdr ingin kami mengartikannya secara literal atau apa?

    Tentu, tentu… kami yg seiman dapat memahami maksud sdr tetapi sdr perlu pertimbangkan mungkin yg lain sama sekali tidak, saudara kami yg non-Kristen.

    Begitu saja saudara nrk yg saya kasihi. Terakhir, alasan “telat meralat, salah ketik, saya yg salah , saya hanya manusia yg bisa salah” sekarang sudah menjadi lagu lama yg tidak merdu lagi. Mari belajar bersama dengan kerendahan hati, bukan diri.

    🙂

    -nyong kupang-

  25. Jabon mengatakan:

    amien nnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s