Artikel Yang Ditulis Dengan Butir Air Mata

Posted: April 24, 2008 in Aboutme

The Old Soldier Never Die They Are Just Fade Away (Douglas Mc Arthur)

The Old Teacher Never Die, They Are Just Sleep Away (With Their Dream About Virtue)

Kemarin, telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga:

Robert Riwu Kaho (01 Desember 1933 – 23 April 2008),

seorang guru tua yang hidupnya dipenuhi mimpi besar tentang:

  • Hidup kekeluargaan yang bersatu, erat, hangat, dan saling tolong menolong. Oleh karena itu dia menjadi seorang suami, ayah, opa, saudara dan kerabat yang tegas namun tulus dan penuh dengan cinta kasih;
  • Manusia yang selalu harus paham dan menghargai konteks sosial dan budaya masyarakat di mana dia dilahirkan dan dibesarkan. Oleh karena itu dia sangat menaruh hormat dan mempraktekkannya secara serius berbagai bentuk kearifan lokal, teristimewa budaya orang Sabu (karena dia memang datang dari kelompok etnolinguistik ini). Kearifan-kearifan lokal tersebut disintesanya menjadi caranya untuk memandang dan menjalani hidup secara positif dan produktif;
  • Hidup pandai sebagai orang yang tinggi ilmu. Maka dia adalah pembaca ribuan judul buku yang tersimpan dengan rapi di dalam perpustakaan pribadinya. Dia juga telah menulis 5 buah buku sebagai pertanda kuatnya naluri keilmuan yang dimilikinya;
  • Hidup bermanfaat bagi sesama dalam hal apa saja, (dan dia sangat menyukai dunia pengobatan tradisional dan di dalam bidang ini pula dia mengabdikan dirinya bagi kemanusiaan bagi ribuan pasiennya di dalam maupun di luar negeri);
  • Hidup bermanfaat bagi bangsa dan negara, dan untuk ini dia mengbdikan dirinya sebagai seorang guru dan manajer di dalam dunia pendidikan di NTT for whole time of his carrier; Terkulainya dia di dalam ruang rapat Yayasan Pendidikan Kristen GMIT yang membawanya pada kematiannya merupakan bukti terkuat betapa mimpinya di bidang pendidikan ingin direalisasikannya.
  • Hidup bermanfaat bagi Tuhan, dan oleh karena itu, dia mengabdikan dirinya selama 45 tahun lebih bagi Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), yaitu gereja di NTT dan NTB dengan populasi sekitar 1.5 juta jiwa. Kematian yang merangkulnya yang berawal dari ruang rapat Yayasan milik GMIT menjadi bukti kecintaannya tersebut.
  • Dan dia bukan hanya bermimpi tetapi bekerja keras untuk mewujudnyatakan semua mimpinya itu. Sebagian mimpinya gagal terwujud tetapi lebih banyak yang berhasil.

Dia memang bukan pahlawan besar, dia juga bukan pempimpin besar,

Dia, sekali lagi, hanyalah seorang guru tua………

Tetapi dia adalah bapak, ayah, pater, father, teladan bagi saya….

Pembaca yang budiman: ijinkanlah saya menangis untuk kepergian sang guru tua itu…….

Selamat Jalan Robert, Tuhan Yesus Menantimu….

L. Michael Riwu Kaho – Kupang

Komentar
  1. Anonymous mengatakan:

    SELAMAT JALAN AYAHANDAKU TERCINTA. JIKA NANTI SAATKU TIBA, AKU AKAN BERJUMPA DENGANMU LAGI. AKU RINDU MENDENGAR NASIHATMU, TENTANG TUHAN DAN HIDUP INI. SELAMAT JALAN AYAHANDA.

    -Kana, Angela & Brian Riwu Kaho-

    *sambil berlinang air mata*

  2. Anonymous mengatakan:

    Innalilahi wa Innailaihi Roji’un
    Tabahlah pak Mike

  3. Anonymous mengatakan:

    Bosz, kami berduka bersamamu
    (ForDAS NTT)

  4. Anonymous mengatakan:

    Ke pangkuan Mother Earth, ayahanda Blogger BigMike Berpulang ke Rahmatullah

    (Rachamd, Pontianak)

  5. Anonymous mengatakan:

    Kaka, beta menagis karena ingat bapa tua yg sangat beta kagumi perjuangannya di GMIT

    (Yes, BTN)

  6. Anonymous mengatakan:

    Ikut Berduka cita (Nana)

  7. Anonymous mengatakan:

    jujur saja apa yang terlintas pertama kali ketika kita melihat seorang opa robert riwu kaho??? mungkin jawaban pasti akan selalu bervariasi tapi beta mau bilang satu yang pasti harus selalu ada jawaban bahwa opa robert adalah seorang yang berkarisma. entah darimana datangnya karisma yang begitu besar?? apakah datang dengan sendirinya atau melalui sebuah perjuangan dan kerja keras. kalo bagi beta kedua jawabn tadi betul. karisma seseorang bisa merupakan “bawaan” sejak lahir tapi tentu saja dicapai melalui kerja keras dan perjuangan.
    opa robert ini menekuni beberapa bidang pekerjaan antara lain pengobatan tradisional, aktivis bagi dalam organisasi2 sekuler maupun organisasi keagamaan dan guru. dengan tidak mengesampingkan bidang pekerjaan yang lain tapi bagi beta ada semacam kebanggaan tersendiri dalam diri opa pada profesi sebagai guru. Entah kenapa??? beta ju sonde terlalu tau kenapa tapi opa pernah bilang secara langsung di beta bahwa guru itu pekerjaan yang mulia yang bisa bikin orang dari bodoh menjadi banyak tau. sungguh hebat beta pung opa. sonde akan tergantikan.
    selamat jalan opa tersyang, kami rindu mendengar opa pung marah-marah seakan-akan hidup terasa hening tanpa “bentakan” dari opa robert, beta rindu dengar opa pung sejuta nasihat yang sayang beta belum mampu mewujudkan banyak dari nasihat tesebut.
    akhir kata beta mewakili cucu-cucu ingin bilang kitong sayang opa. terlalu sayang….
    (norman)

  8. Anonymous mengatakan:

    Ikut berduka yg sedalam-dalamnya

  9. Anonymous mengatakan:

    A’a tana e: bapa Robert sudah pergi> Siapa tokoh Sabu yang dapat menggantikan peranannya?
    (Savunese)

  10. Anonymous mengatakan:

    Kami mendengar kabar tentang berpulangnya ayahanda pak Mike. Saya dan kawan-kawan di Jogja ikut berduka cita. Tuhan memberi Dia pula yang mengambil. Semoga pak Mike dan keluarga dikuatkan

  11. Anonymous mengatakan:

    Dalam keadaan berduka pun pak Mike masih sempat posting dan ikut berbagi sesuatu dan saya mendapatkannya, yaitu hidup hedaknya memiliki mimpi. Saya berterima kasih atas pak Mike dan semoga tabah (larry)

  12. Anonymous mengatakan:

    Bigmike, seperri tema blog ini: the old tree standing alone. Tegaklah berdiri mskipun badai duka menerpa //Pritha//

  13. Anonymous mengatakan:

    eh ketikan ku salah mlulu. Gua ikutan sedih nih bigmike //Pritha//

  14. Anonymous mengatakan:

    Pak Mike, Tuhan sudah menentukan. Terimalah dengan penuh rasa sykur. (Yossie)

  15. Anonymous mengatakan:

    Banjir manusia yg melayat menunjukkan siapa ayahanda bigmike. Luar biasa. Ayo, bigmike tirulah teladan ayahanda. Jadilah manusia berguna bagi sesama

  16. Anonymous mengatakan:

    Turut Beruduka Cita

    –Fikrulblog–

  17. Anonymous mengatakan:

    Mengucapkan turut berduka cita (agus)

  18. Anonymous mengatakan:

    Belajarlah menerima kenyataan bahwa Allah menentukan. Bigmike telah merumuskan hal itu dengan sangat baik dalam tulisan Kedahsyatan Mu Menggetarkan Hati Ya Allah, Ya Akbar..Fazroel-wP

  19. Anonymous mengatakan:

    Biarpun agak telat, saya ingin mengucapkan ikut berduka cita bersama bigmike dan seluruh kekuarga atas berpulangnya Ayahanda ke Rahmatullah..The Macks…

  20. Anonymous mengatakan:

    Mike, kami ikut berbagi duka dengan anda

  21. Anonymous mengatakan:

    Meski terlambat: jangan larut dalam kesedihan tetapi gunakanlah itu sebagai modal tindak produktif berikutnya. Kami menunggu posting baru dari pak Mike

  22. Anonymous mengatakan:

    Hallouuu BigMike….biarlah yg pergi didoakan saja. Life must go on man. Show me how the old tress will standing. Gua nunggu posting baru mu bosZ

  23. Anonymous mengatakan:

    Terima kasih atas semua empati dan simpati sahabat blogger terhadap saya. Dua Minggu sudah sang Guru Tua ini pergi meninggalkan kami, isteri dan anak-cucunya. Sejujurnya, kenangan tentang dia masih terlalu banyak untuk dilupakan. Inilah tipikal beliau dalam keluarga kami. Dia sangat mengintervensi pikiran kami ketika hidup dan ternyata, tetap saja dia mengintervensi pikiran kami meskipun dia sudah mati. Bapa Robert, kami mengenangmu dengan bangga meskipun tak susut jua air mata kami…(MikeRK)

  24. Anonymous mengatakan:

    Entah mengapa, sepanjang hari ini pikiranku melayang-layang. Hatiku begitu merindukan ayahku yang telah berpulang ke haribaanNya. Tuhan, mengapa Engkau memanggil ayahku begitu cepat? Tidak tahukah Engkau aku masih sangat membutuhkan dia disini? Jiwaku menjadi kosong tanpa tawanya, ocehannya, nasehatnya dan hardiknya.

    Ijinkan ku untuk menumpahkan isi hatiku disini lewat sebuah puisi ttg ayah.

    -k-

    Dad

    Dad…so many images come to mind
    whenever I speak your name;
    It seems without you in my life
    things have never been the same.

    What happened to those lazy days
    when I was just a child;
    When my life was consumed in you
    in your love, and in your smile.

    What happened to all those times
    when I always looked to you;
    No matter what happened in my life
    you could make my gray skies blue.

    Dad, some days I hear your voice
    and turn to see your face;
    Yet in my turning…it seems
    the sound has been erased.

    Dad, who will I turn to for answers
    when life does not make sense;
    Who will be there to hold me close
    when the pieces just don’t fit.

    Oh, Dad, if I could turn back time
    and once more hear your voice;
    I’d tell you that out of all the dads
    you would still be my choice.

    Please always know I love you
    and no one can take your place;
    Years may come and go
    but your memory will never be erased.

    Today, Jesus, as You are listening
    in your home above;
    Would you go and find my dad
    and give him all my love.

    -Judy Burnette

  25. Anonymous mengatakan:

    Bagi kami anak Sabu, Kehilangan bapa Robert bukan kehilangan kecil tetapi kehilanagn besar. Ketika kami bertikai di PERMASA dan seperti tidak bisa dipersatukan, bapa Robertlah yang menyatukan kami semua. Semoga a’a tana Bigmike bisa menjadi seperti bapa Robert. (Y. Willa)

  26. Anonymous mengatakan:

    Selamat Pak Mike. Anda memiliki Ayahanda yang setia pada Yesus sampai mati. Turutilah teladan itu. Banyak pikiran anda ditunggu orang. (Patrice)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s