Selamat Merayakan Hari Maulud Nabi

Posted: Maret 19, 2008 in Storyabout
Tag:

Bagi kawan-kawan yang merayakannya saya ingin mengucapkan selamat berhari raya. Meskipun saya adalah Kristiani/Nasrani tetapi sebagai sesama warga bangsa/anak bangsa Indonesia, saya ikut bergembira bersama kawan-kawan sekalian. Semoga Keberkahan hari raya menyertai kawan-kawan semua dan menjadi sumber inspirasi untuk bekerja sebaik-baiknya bagi kejayaan Indonesia-NKRI tercinta.

Berikut saya kutipkan dari Wikipedia tentang perayaan Maulud Nabi:

Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak, pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya sendiri justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem. Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

Bagaimana tentang sosok Nabi Muhammad. Berikut saya kutipkan juga bagi kawan-kawan yang berbahagia:

Muhammad (bahasa Arab: محمد, juga dikenal sebagai Mohammad, Mohammed) adalah pembawa ajaran Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sebagai nabi Allah (Rasul) yang terakhir. Menurut biografi tradisional Muslimnya (dalam bahasa Arab disebut sirah), ia lahir sekitar tahun 570 di Mekkah (atau “Makkah”) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hejaz (Arab Saudi saat ini).

“Muhammad” dalam bahasa Arab berarti “dia yang terpuji”. Muslim mempercayai bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad S.A.W adalah penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Mereka memanggilnya dengan gelar Rasulullah (رسول الله), dan menambahkan kalimat sallallaahu alayhi wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti “semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya”; sering disingkat “S.A.W”) setelah namanya. Selain itu Al-Qur’an dalam Surat Ash Shaff (QS 61:6) menyebut Muhammad dengan nama “Ahmad” (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti “terpuji”.

Nah, begitulah kawan-kawan yang berbahagia. Selamat berhari raya sambil berusaha meniru teladan baik dari sang Nabi yang amat Terpuji itu. Khusus untuk kawan saya Bayu A.Victorino, saya ingin berpesan: tirulah teladan Nabi. Jadilah orang yang terpuji. Nah, menunda-nunda mengerjakan proposal penelitian adalah sungguh-sungguh perbuatan kurang terpuji …wakakakakak…..

Salam saya untuk Mas Bayu, Paman Siamin, Mas Kusnadi, Mbak CW, Mas Edo, Mas Budi, Mas Mardi, …semuanya saja……

Wassalam, sahabat anda sekalian
BigMike
Undana-Kupang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s