<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Old Tree Still Standing. Alone</title>
	<atom:link href="http://luiggimikerk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://luiggimikerk.wordpress.com</link>
	<description>Berpikir, Berpendapat, Berdiskusi dan Bekerja Untuk Dunia Yang Hidup</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 10:37:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='luiggimikerk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Old Tree Still Standing. Alone</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://luiggimikerk.wordpress.com/osd.xml" title="The Old Tree Still Standing. Alone" />
	<atom:link rel='hub' href='http://luiggimikerk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>sila yang ada 5 itu, jati diri manusia</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/06/09/sila-yang-ada-5-itu-jati-diri-manusia/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/06/09/sila-yang-ada-5-itu-jati-diri-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 06:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, Bagi kita warga Negara Republik Indonesia, setiap tanggal 1 Juni sebenarnya adalah hari yang khusus. Hari istimewa. Karena doeloe kala pada 1 Juni 1945 pada rapat BPUPKI, Bung Karno berpidato tentang dasar negara yang akan lahir, Indonesia. Dengan susunan yang tidak sama persis dengan rumusan yang ada sekarang, beliau mengusulkan hasil penggaliannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=540&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Dear Sahabat Blogger</strong></span>,<br />
<a href="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/06/pancasila1-gbr.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-541" title="pancasila1-gbr" src="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/06/pancasila1-gbr.jpg?w=123&#038;h=150" alt="" width="123" height="150" /></a><br />
Bagi kita warga Negara Republik Indonesia, setiap tanggal 1 Juni sebenarnya adalah hari yang khusus. Hari istimewa. Karena doeloe kala pada 1 Juni 1945 pada rapat BPUPKI, Bung Karno berpidato tentang dasar negara yang akan lahir, Indonesia. Dengan susunan yang tidak sama persis dengan rumusan yang ada sekarang, beliau mengusulkan hasil penggaliannya, yaitu PANCASILA. Selengkapnya, Pancasila itu adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Ketuhanan yang Maha Esa</li>
<li>Kemanusiaan yang adil dan beradab;</li>
<li>Persatuan Indonesia:</li>
<li>Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan</li>
<li>Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
Begitulah Pancasila. Cuma itu. Sesederhana itu rumusannya tetapi ternyata tidak sesederhana itu konsekuensinya. Ribuan nyawa telah meregang tagal urusan anti dan mempertahankan Pancasila. Ada DI/TII Kartosuwiryo, ada PKI tahun 1948 di Madiun, Ada PRRI/Permesta, dan ada pula G30S yang bukan saja membuat pertumpahan darah yang misterius di tahun 1965 dan beberapa waktu sesudahnya tetapi juga menamatkan sama sekali karir politik sang Penggali Pancasila. Terhentikah? tidak juga. Di masa reformasi ini, muncul aneka rupa gerakan yang terang-terangan menyatakan anti-pancasila. Ada gerakan yang menyerukan dasar negara khalafah seperti yang di usung oleh hizbut tahrir Indonesia, ada pula gerakan yang ikut didomplengi oleh Noordin M. Top yang orang Malaysia itu. Terakhir ini muncul pula new NII yang tak jelas juntrungannya sampai saat ini. Tantangan bagi Pancasila bukan cuma secara ideologis tetapi juga oleh penyelewengan dalam menyelenggarakan negara oleh pengurus-pengurusnya. Di mulut mengaku Pancasilasis tetapi korupsi besar-besaran seperti kasus Bank Century, Gayus Tambunan dan yang mutakhir masalah pemberian uang oleh Nazarudin dari Partai Demokrat kepada sekjen MK dilakukan. Di mulut mengaku Pancasilais tetapi di depan sidang DPR dan ditontong jutaan rakyat tega memaki &#8230;bang (sensor) &#8230; Ketika anda mencuri uang milik rakyat maka sudah pasti anda mengingkari sila ke dua, ke tiga, ke empat dan ke lima &#8230;. dan jangan lupa, kejahatan seperti itu sama saja dengan anda mengingkari pengkauan Iman anda sendiri karena Tuhan tidak pernah mengajarkan untuk mencuri. So, sila pertama pun dilanggar oleh koruptor dan para bandit.</p>
<p>Apapun juga, Pasca 1998, Pancasila seperti kehilangan gigi. Tidak diajarkan di kurikulum sekolahpun semua seperti diam saja. Bermnculan UU dan peraturan daerah yang bertenang dengan Pancasilapun tak ada yang perduli. Pancasila hanya digaungkan di sekitar tanggal 1 Juni. Setelah itu habislah dalam sunyi. Sunyi tetapi tidak sepi karena di balik kesunyian Pancasila, orang gaduh mencuri, merusak acara pentas seni budaya yang tidak sesuai dengan hukum agama tertentu, menusuk pendeta yang konon gedung gerejanya tidak berizin, merazia tempat hiburan malam tanpa perduli hukum positif, membunuhi polisi dengan bom dan senjata hasil rampasan, mencuri, korupsi, memaksakan kehendak di PSSI hanya karean telah medapat bayaran, mencoblos dalam pemilu hanya karena sekantung kreses sembako&#8230;.masih banyak lagi daftar kegaduhan itu&#8230;.. Ya, di balik kesunyian Pancasila, hingar bingarlah kejahatan di republik tercinta ini. Bagi kaum penjahat dan egoisi ini, rumusan, Pancasila mungkin diganti seperti ini:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Keuangan yang maha esa;</li>
<li>Kemanusiaan yang tak perlu adil dan, bila perlu, biadab;</li>
<li>Persatuan suku saya, ras saya, pulau saya, partai saya;</li>
<li>Kerakyatan yang dipimpin oleh ketidak hormatan dan kekurang ajaran dalam adu jumlah pendukung, demonstrasi dan pengerahan massa bayaran serta kemampuan melakukan tawuran;</li>
<li>Keadilan sosial bagi seluruh keluarga saya, pendukung saya dan tim sukses saya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
Jika benar begitu maka, sepatutnya mereka itu kita tangisi beramai-ramai. Mengapa? Karena mereka, para bandit itu, telah kehilangan begitu banyak nilai-nilai kemanusiaan yang ada di dalam Pancasila. Mereka sesungguhnya telah kehilangan sebagain sisi kemanusiaanya. Franz Magnis Suseso dalam wawancaranya di televisi, menjelang pidato 2 mantan Presiden RI dan SBY sebagai Presidan RI hari ini dalam rangka peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 mengatakan bahwa di dalam Pancasila terselip begitu banyak dimensi kemanusiaan. Saya bergerak cepat dan lalu menemukan fakta bahwa paling kurang tiap Sila mengandung 1 dimensi manusia.</p>
<p>Dalam sila pertama terkandung dimensi manusia sebagai makhluk religius. Manusia selalu gelisah dan bertanya bahwa siapa aku yang berhubungan dengan sesama. Dari mana aku dan mereka berasal. Lalu manusia tunduk dan menyadari bahwa di luar aku dan mereka adalah sebuah misteri yang mengadakan sebagai pengada. Orang beragama mengatakan yang misteri itu adalah TUHAN.</p>
<p>Dalam sila kedua, dimensinya adalah bahwa manusia makhluk dinamis. Manusia aktif berhubungan dengan segala sesuatu yang eksistensial yang berbeda dengan benda lain di alam. Jika benda lain bereaksi karena hubungan sebab akibat dan karena ada keperluan maka manusia tidak memerlukan itu. Dinamika manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Dia berhubungan bukan hanya karena dia perlu tetapi kehendak bebasnya yang mendorongnya. Salah satu kehendak bebas itu adalah membangun relasi dengan sesama secara etis, yaitu sehakekat, satu derajat dan satu martabat, dimana saja manusia itu berada, siapapun dia. Manusia selalu rindu untuk mengasihi sesama.</p>
<p>Dalam sila ketiga terkandung dimensi filsafati yaitu manusia adalah makhuk multidimensional. Manusia adalah makhluk yang eksis dengan aneka dimensi kehidupan. Manusia adalah makhluk badani tetapi juga rohani. Dia menginginkan bukti nyata tetapi juga suka berkhayal. Semua dimensi yang anekarupa itu bersatu di dalam diri satu manusia. Maka secara sadar manusia itu adalah makhluk yang rindu akan persatuan.</p>
<p>Dalam sila keempat terkandung dimensi filsafat, yaitu manusia adalah makhluk yang bertanya. Manusia heran akan sekelilingnya lalu dia bertanya. Setiap bertanya dan mendapatkan jawaban maka selalu akan ada pertanyaan baru. Manusia bingung maka untuk itu dia memerlukan refleksi. Dalam refleksinya manusia berdiskusi baik dengan dirinya sendiri maupun juga dengan sesamanya. Dalam diskursus itu manusia bersepakat tentang jawaban-jawaban. Jadi, manusia sejak awal adalah makhluk yang berdiskusi, bermusyawarah dan bersepakat.</p>
<p>Dalam sila kelima terdapat dimensi filsafat lainnya, yaitu manusia adalah makhluk sosial yang berbudaya. Manusia dan sesama mula-mula bersepakat lalu membentuk kebudayaan. Budaya adalah proses humanisasi kesepakatan-kesepakatan yang intinya adalah apa yang kamu punya miliklah, apa yang aku punya kumiliki. Ketika aku kekurangan maka kemana lagi aku berlari jikalau bukan kepada engkaulah. Ketika engkau menderita, jangan kemana-mana tapi datanglah padaku. Hidup adalah saling memberi dan menerima. Adil bagi semua. Itulah dasar dari socius atau berteman. Teman dalam satu budaya boleh saja membikin negara. Jikalau dalam negara diperlukan pengurus-pengurus maka saya pilih kamu sebagai pengurus yang wajib menjamin ke-socius-an kita harus terus berjalan.</p>
<p>Dear sahabat,</p>
<p>Begitulah seharusnya Pancasila. Itulah sebabnya mengapa Pancasila amat sangat relevan bagi kita yang ditakdirkan untuk bersepakat hidup bersama-sama dalam keragaman di negeri indah bak Zamrud khatulistiwa ini. Negeri Nusa antara ini. Pertanyaannya adalah mengapa sekarang Pancasila terpuruk begini rupa? Ada banyak cara menjawab tapi saya memilih yang satu ini. Begini: yaitu Pancasila adalah visi kita bersama di Indonesia. Kita manusia yang memiliki visi ini adalah makhluk memiliki jiwa. Dalam konteks berbangsa, Pancasila mengenyangkan jiwa kita. Itulah jasa Bung Karno dan angkatannya. Tetapi angkatan ini lupa bahwa jiwa ada di dalam badan sedangkan badan memerlukan makanan. Memang kita adalah bangsa besar yang disegani sampai kemana-mana. Malaysia dan Singapura sampai merasa perlu meminta perlindungan Inggris karena begitu takutnya mereka pada Indonesia. Tapi sayang, apa daya, perut kita kosong. Kita lapar. Datanglah angkatan Soeharto yang rajin memberi makan bagi badan kita dan patutlah kita berterima kasih tetapi sayang urusan jiwa diabaikan. Kita hanya boleh tahu bahwa kita kenyang sedangkan jiwa kita hanya boleh seukuran yang ditentukan negara. Jiwa kita dikosongkan. Pragmatisme menjebak pada situasi perut kenyang tetapi tak lagi punya mimpi selain bagaimana menjadi kaya secepat-cepatnya. Pancasila yang adalah jiwa kita itu direduksi hanya menjadi rumus hafalan. Rusaklah jiwa kita. Di tahun 1997-1998 kita akhirnya tahu bahwa kita bukan cuma kehilangan jiwa tetapi perut kitapun kembali kosong. Di masa reformasi, demokrasi yang amat baik itu dijalankan tetapi ternyata hanya pada tataran prosedural. Esensinya hilang, yaitu kesejahteraan dan kesetaraan. Kita sering bergaduh sendiri. Jiwa seolah-olah terisi badan seolah-olah kenyang. Nyatanya tidak. Dalam keadaan demikian, segolongan orang yang menumpang pada prosedur demokrasi berusaha menyeragamkan Indonesia. Maka, pingsanlah Pancasila. Pancasila ditikam dari belakang. Pancasila dikhianati. Kitalah sekarang korbannya juga akhirnya. Sudah perut tidak kenyang-kenyang amat, jiwa kita compang camping tidak keruan.</p>
<p>Karena itu, kembalilah kepada jiwa bangsa yang benar karena di lima sila itu semua dimensi kita sebagai manusia disatukan. Anda boleh putih, saya biru kehijauan, dan mereka merah jingga tapi kita satu adanya. Jangan karena putih adalah atribut kebenaranmu maka kamu merasa berhak memakasakan bagi yang lainnya. Biarlah kita tetap dalam kamar yang berbeda tetapi rumah kita tetap satu jua akhirnya. Rumah Kita itu punya 5 kamar, yaitu Pancasila. Rumah kita itu akta hukumnya bernama UUD 1945. Rumah kita itu halamannya adalah Bhineka Tunggal Ika tempat semua bunga beraneka warna hidup lalu semerbak mewangi dan indah. Alamat Rumah Kita adalah Negara Kesatuan Republik INDONESIA. Meerrrdeeekkaaaaaaaaa.</p>
<h3 id="video-long-title-7pWtUBWOKec" style="text-align:center;"><a title="Franky S. - Pancasila Rumah Kita.wmv" href="http://www.youtube.com/watch?v=7pWtUBWOKec"><strong>Franky</strong> S. &#8211; <strong>Pancasila Rumah Kita</strong></a></h3>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#ff0000;"><strong>Tabe Tuan</strong></span> <strong><span style="color:#0000ff;">Tabe Puan</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=540&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/06/09/sila-yang-ada-5-itu-jati-diri-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/06/pancasila1-gbr.jpg?w=123" medium="image">
			<media:title type="html">pancasila1-gbr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>korupsi adalah racunnya preman</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/05/12/korupsi-adalah-racunnya-preman/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/05/12/korupsi-adalah-racunnya-preman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 03:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata reflektif tentang hidup dan kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, Bulan Mei di tahun 2011 sekarang ini. Tanpa terasa. Semua serba cepat&#8230;waktu berjalan begitu cepat &#8230;..war wer wir wur wer wor&#8230;chussszzzzzz&#8230;.kita di sini. Saat ini. Dengan keadaan begini dan begitu. BTW, saya baik. Anda bagaimana, baik semuanya-kah? I hope so. Terbetik berita bahwa adalah seorang sekertaris kementerian x di rekipliek terkasih ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=536&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><strong>Dear <span style="color:#ff6600;">Sahabat</span> Blogger</strong></span>,</p>
<p>Bulan Mei di tahun 2011 sekarang ini. Tanpa terasa. Semua serba cepat&#8230;waktu berjalan begitu cepat &#8230;..war wer wir wur wer wor&#8230;chussszzzzzz&#8230;.kita di sini. Saat ini. Dengan keadaan begini dan begitu. BTW, saya baik. Anda bagaimana, baik semuanya-kah? I hope so.</p>
<p>Terbetik berita bahwa adalah seorang sekertaris kementerian x di rekipliek terkasih ini ditahan oleh yang berwajib karena tertangkap tangan menerima suap lalu dalam proyek pembangunan gedung anu dalam rangka kegiatan anu &#8230;.was wis wus wes wos&#8230;chuuusszzzz&#8230; KPK bergerak cepat (herannya untuk persoalan Bank Century KPK lambat mirip keong..ah kasihan si keong tuh&#8230;) &#8230;&#8230;si ini diperiksa dan si itu ditahan&#8230;..lalu&#8230;karena sudah lebih dari 1 orang yang terperiksa maka bernanyilah mereka membentuk paduan suara atawa koor yang bunyinya&#8230;ehmm si bendahara partai anu terlibat, si anggota dpr nan cantik yang namanya si fulan terlibat&#8230;.watatitaaahhhh&#8230;apaaaaaaa????? lho bukannya si fulan orang top merkotop yang terlihat sangat alim tuuuhh????? Bukankah si fulan sedang ini dan itu tuhuuhhh?????? Mula-mula angin gosip bergerak perlahan semilir&#8230;wwwuuusssss&#8230;&#8230;tiba-tiba &#8230;.guussraakkkkkk&#8230;..patahlah pohon dihajar angin gosip yang kencang&#8230;.&#8221;enggak koq, aqyu ga terlibat, demi sandalku dech, sumpah pocong geth00oooo looohhhh&#8221;&#8230;Okey lah, memang belum tentu si fulan terlibat tetapi coba dihitung baik-baik tahanan KPK. Tak ada orang kecil hina dina. Semuanya &#8220;kakap&#8221;. Ada yang cantik ada yang gahar. Semuanya &#8220;orang besar&#8221; (tidak harus berbadan besar lho ya&#8230;.).</p>
<p>Mengapa orang-orang yang hidupnya sudah di atas angin masih harus korupsi? Kendati tetap saja adalah kejahatan akat tetapi jikalau pelaku penilep uang panas itu adalah si kromo yang idupnya pas-pasan, kemungkinan besar masih ada simpati barang 1 atau 1 dikit. Lha jikalau kalibernya sudah segolongan mister atau madame mantan menteri, mantan gubenur, mantan anggota dpr&#8230;.yooo opo tumon toh mas mbak? Kata anak Kupang, &#8220;kalo orang karmencong (orang kecil jelata) mencuri dapat dimengerti, mungkin karena terpaksa coz kampung tenga (perutnya) keroncongan&#8221;. Akan tetapi kalo yang raksasa mencuri????? Diskursus dalam pikiran kita mungkin akan seperti itu atau mungkin juga tidak begitu. Paling tidak, saya berpikiran begitu. Mengapa mereka masih juga suka mencuri kendati berkecukupan. Saya tak punya ilmu khusus untuk menjawab itu tetapi pikiran saya teringat akan salah satu hukum dasar ilmu nutrisi. Hukum itu adalah &#8220;the law of diminishing return&#8221; atau &#8220;hukum kenaikan hasil yang semakin berkurang&#8221;. Gerangan apa dan bagaimana hubungannya dengan yang tadi itu loh&#8230;&#8221;sumpah pocong&#8221;? Begini:</p>
<p>Jika tumbuhan anda memerlukan nutrisi maka dia pasti dalam keadaan &#8220;kekurangan&#8221;. Maka berikanlah nutrisi a, b atau c. Jumlah pemberian akan meningkat sesuai kebutuhan untuk terus bertumbuh. Semakin cepat pertumbuhan, kebutuhan nutrisi semakin meningkat. Tapi awaslah, pada satu titik tertentu, tumbuhan anda akan memasuki masa &#8220;sudah cukup&#8221;. Jika anda masih saja terus memberikan nutrisi maka pertumbuhan memang masih meningkat tetapi dengan kecepatan yang berkurang. Penambahan nutrisi yang anda berikan tidak lagi diutamakan untuk percepatan pertumbuhan melainkan guna mendukung kebutuhan untuk bermewah-mewahan (luxury consumption) yang dalam dunia tumbuhan berarti menambah nilai nutrisi tumbuhan. Tetapi &#8230;heeiiiitt waspadalah&#8230;tanda merah mulai menyala, jika tumbuhan telah melewati batas &#8220;kecukupan&#8221; maka fase yang tersisa adalah &#8220;keracunan&#8221;. Pemberian nutrisi akan mematikan tumbuhan. Jadi, kata bapak/ibu dosen ilmu nutrisi tanaman, hentikan penambahan nutrisi pada tahap &#8220;keracunan&#8221; tersebut. Begitulah kira-kira keterangan bebas dari hukum &#8220;the law of diminishing returns&#8221;.</p>
<p>Jika saya analogikan dalam kehidupan sehari-hari urusan makan memakan oleh anda dan saya maka logika hukum di atas dapat seperti ini: pada saat anda kelaparan setelah tak makan 3 hari 3 malam makanlah 1 piring nasi. Pastilah dalam waktu singkat isi piring akan tandas tuntas licin bersih. Jika masih lapar makanlah makanan yang ada pada piring ke 2 atau ke 3. Akan tetapi awaslah ketika anda memakan isi piringan ke 4 dan kecepatan makan anda makin berkurang maka itu pertanda bahwa sebenarnya kelapran anda sudah terobati. Berhentilah makan karena jika anda menambahkan isi piringan ke 5 dan seterusnya ke dalam perut anda maka anda akan saluran pencernaan anda akan &#8220;tercekik&#8221; dan lalu anda akan mati kekenyangan. Bagi sohib yang ingin mencoba rumusan di atas ya silakan saja&#8230;wkwkwkwkwk&#8230;.saya tidak.</p>
<p>Ketika terbetik kabar seorang nenek tua terancam penjara karena mencuri 3 buah kakao, terenyuhlah hati kita. Dia mencuri karena lapar. Bahkan hakim yang memutuskan vonis bagi diapun harus bercucuran air mata ketika amengetuk palunya. Siapa yang salah? Moralitaskah? Bisa jadi begitu tetapi bukankah di rekipliek ini ada yang namanya konstitusi, yang kita kenal sebagai UUD 1945 (yang diamandemen), yang di bagian preambulenya mengatakan bahwa &#8220;negara wajib mensejahterakan masyarakatnya&#8221;? Pada titik ini kita harus mengatakan bahwa &#8220;negara harus bertanggungjawab terhadap orang-orang miskin itu karena anda dihadirkan antara lain untuk mengurus itu. Siapkan cara agar setiap warga negara bisa makan tanpa harus mencurui. Pelik? Ya iya lah tapi bukankah negara punya pengurus-pengurus yang dibayar rakyat? Anda dimana wahai pengurus negara?</p>
<p>Akan tetapi kita juga menjadi tahu bahwa ada sebagian kelompok masayarakat lain yang sudah tidak lagi berada dalam &#8220;zona kekurangan&#8221; karena telah berada di posisi &#8220;zona berkecukuan&#8221;. Menambah-nambah kekayaan hanyalah memberikan arti bagi naluri narsis dan berkemewahan. Penambahan kekayaan sebenarnya sudah tak memberikan arti lagi. Memang betul bahwa dalam filsafat, manusia adalah makhluk tak sampai. Tak pernah puas tetapi hukum &#8220;the law of dimisnhing returns&#8221; memberikan petunjuk bahwa ada saatnya kita harus tahu kata cukup. Enogh is enough. Melewati batas itu, racun namanya. Upaya terus saja menumpuk kepuasan melalui kekayaan dapat ditafsirkan sebagai KESERAKAHAN. Dan keserakahan tak punya makna apa-apa lagi kecuali akan menuntun kepada keracunan yang mematikan. Mematikan?</p>
<p>Ya tentu saja karena korupsi, yang berasal dari kata bahasa Latin corruptio &#8211; kata kerjanya adalah corrumpere &#8211; memutar balik, menyogok, merusak, menggoyahkan, dan melawan hukum. Jelaslah bahwa korupsi adalah racun yang mematikan bukan? Bagimana dengan mencuri? Mencuri (latin, furtum) atau steal (Inggris) adalah mengambil, menggondol, menyerobot, menggasak, menyambar dan melawan hukum. Mematikan? bisa saja iya tapi lihatlah perbedaannya dengan korupsi berikut ini. Corrumpere selalu berurusan dengan nomina yang besar sedangkan furtum urusannya adalah nomina yang kecil. Maka betul sudah bahwa si Nenek hanya mengambil 3 buah kakao seharga Rp. 3000-an tetapi dalam kasus Bank Century kerugian negara mencapai trilyunan rupiah. Harus dikatakan dengan tegas bahwa baik korupsi maupun mencuri memiliki kesamaan, yaitu melawan hukum. Akan tetapi cobalah ditilik dari aspek keadilannya. Katakan padaku wahai sahabat, yang mana yang lebih mematikan? Sebandingkah vonis 1 bulan penjara bagi si nenek pencuri kakao vs sumpah pocong? Lalu, perhatikanlah juga bahwa kata corrumpere selalu ditujukan kepada perlikau mereka yang memiliki kekuasaan. Lord Acton benar belaka: &#8220;power tend to corrupt&#8221;.</p>
<p>Tapi lihatlah nasib para koruptor pada babak akhir kehidupannya. Nyaris tak ada yang berakhir bahagia. Apa enaknya hidup enak berlimpah kemewahan di satu masa tetapi lalu harta anda habis terkuras di masa tua untuk mengurus perkara, membiayai perawatan kesehatan, membayar uang panas kepada pengurus-pengurus negara yang curang dan lain sebagainya. Pada saat-saat genting di zona keracunan, tak ada uang apapun juga yang mampu menolong anda untuk membeli kebahagiaan. Kejatuhan Marcos</p>
<h3 id="video-long-title-8gC9895yUdg" style="text-align:center;"><strong><a href="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/05/preman2.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-537" title="preman2" src="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/05/preman2.jpg?w=106&#038;h=150" alt="" width="106" height="150" /></a></strong></h3>
<p style="text-align:justify;">di Filipina, Soeharto di Indonesia dan Mubarak di Mesir adalah contoh perkara itu. Nama mereka akan dikenang sebagai kumpulan para manusia serakah. Uang berapapun tak bisa lagi membeli nama baik. Sumpah pocong demi sandal kesayangan pun tak ada artinya</p>
<h3 id="video-long-title-8gC9895yUdg" style="text-align:center;"></h3>
<p style="text-align:justify;">lagi. Siapa yang harus bertanggunjawab kalau sudah begini? Ada 2 pihak, yaitu moralitas pribadi dan keteguhan negara dalam menegakan hukum secara adil dan jujur. Negara jangan curang. Pencuri pisang ditangkap dan diinjak. Pencuri raksasa disayang-sayang. Jangan begitulah boss. Pesan moralnya adalah berhentilah hidup curang. Racun tuh. Preman tuh. Lho koq preman? &#8220;Mereka&#8221; memang bilang begitu. Koruptor adalah preman. Kesian eh Sekian.</p>
<h3 id="video-long-title-8gC9895yUdg" style="text-align:center;"><a title="Superkid- Preman- made by Ian Gomper" href="http://www.youtube.com/watch?v=8gC9895yUdg"><strong>Preman &#8211; Superkid</strong></a><strong></strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Tabe Tuan <span style="color:#0000ff;">Tabe Puan</span></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=536&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/05/12/korupsi-adalah-racunnya-preman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/05/preman2.jpg?w=106" medium="image">
			<media:title type="html">preman2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>di Getsemani: Jesus bukan penakut, dia sahabat</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/24/di-getsemani-jesus-bukan-penakut-dia-sahabat/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/24/di-getsemani-jesus-bukan-penakut-dia-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 08:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Kristiani, Berbahagialah kita, anda dan saya, yang merayakannya, karena Tuhan masih berkenan mempertemukan setiap kita dengan satu lagi Hari Raya Jumat Agung, Perayaan Perjamuan Kudus dan Paskah di tahun 2011. Ayanda dan Ibunda saya, misalnya, tak lagi merayakan hari-hari besar umat Kristiani ini dalam situasi yang sama dengan yang saya alami. Ayahanda &#8220;Robert [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=528&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dear Sahabat Kristiani,<a href="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/happy_easter_04.gif"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-531" title="happy_easter_04" src="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/happy_easter_04.gif?w=168&#038;h=80" alt="" width="168" height="80" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Berbahagialah kita, anda dan saya, yang merayakannya, karena Tuhan masih berkenan mempertemukan setiap kita dengan satu lagi Hari Raya Jumat Agung, Perayaan Perjamuan Kudus dan Paskah di tahun 2011. Ayanda dan Ibunda saya, misalnya, tak lagi merayakan hari-hari besar umat Kristiani ini dalam situasi yang sama dengan yang saya alami. Ayahanda &#8220;Robert SGT&#8221; dan Ibunda &#8220;Tien&#8221; mungkin merayakannya di dimensi lain dengan cara yang hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Penyanyi lagu-lagu balada kecintaan saya, Franky Sahilatua juga tak bisa merayakan Paskah seperti kita lagi. Dia telah berangkat meningga</p>
<p style="text-align:justify;">Berkenan dengan perayaan Jumat Agung dan Paskah kali ini, ada yang secara sangat serius ingin saya renungkan setelah sebelumnya saya gumuli beberapa waktu belakangan ini. Nah, lalu apa yang saya gumulkan dan renungkan itu. Adalah ini:</p>
<blockquote><p>„Ya, BapaKu, jikalu Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaKu: tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.“&#8230; Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PeluhNya menjadi seperti titik darah yang bertetesan ke tanah.“ (Luk.22:42-44)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ayat di atas menunjukkan secara kronologis detik-detik ketika Tuhan Yesus sedang menunggu &#8220;saat-NYA&#8221; yang sudah ditentukan oleh Sang Bapa. Setelah melaksakan perjamuan kudus di kamar loteng sebuah rumah pengikut-NYA, Tuhan Yesus lalu berjalan menuju Taman Getsemani ditemani 3 orang murid-Nya. Di sana Tuhan Yesus mengambil sewaktu dua waktu untuk berdoa menggumuli sesuatu. Apa yang digumulinya? Hampir semua tafsir Alkitab mengatakan bahwa ayat-ayat itu menujukkan sisi manusiawi Yesus. Apa itu? Yesus memiliki juga rasa takut. Takut apa? Takut menghadapi maut di Kayu Salib. Benarkah begitu? Aha, nanti dulu. Jangan terburu-buru berkesimpulan. Mari kita periksa lebih saksama.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata &#8220;takut&#8221; pada kutipan ayat di atas kelihatannya merupakan terjemahan dari kata dalam bahasa Yunani &#8220;αγωνία&#8221; atau &#8220;agwnia&#8221; atau &#8220;agonia&#8221;. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris maka kata itu akan menjadi &#8220;agony&#8221; yang memang berarti takut. Akan tetapi hasil penelusuran saya secara berhati-hati menemukan arti lain terkait kata &#8220;agoni&#8221;. Saya menemukan bahwa kata &#8220;agony&#8221; dalam bahasa Inggris ternyata berpadanan dengan lebih dari satu kata Yunani. Kata &#8220;agony&#8221; selain berpadanan dengan &#8220;αγωνία&#8221; ternyata juga berpadanan dengan kata &#8220;μαρτύριο&#8221; atau &#8220;martyrio&#8221; yang berarti penderitaan yang amat dalam. Karena itu saya tak heran jika dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) ayat ke 44 dari Kitab Lukas pasal 22 berbunyi<br />
&#8220;Yesus sangat menderita secara batin sehingga Ia makin sungguh-sungguh berdoa. Keringat-Nya seperti darah menetes ke tanah&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan pula terjemahan dalam versi lainnya sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Sedang ia dalam sengsara, maka ia meminta doa dengan lebih bertekun; maka peluhnya pun menjadi seperti titik-titik darah gugur ke bumi (Shellabear Draft, 1912)</li>
<li>Dan waktu dia ada dalam sngsara, dia minta do&#8217;a dngan lbeh tkun: dan dia punya ploh jadi sperti titek-titek darah mnitek di tanah (Melayu BABA, 1913)</li>
<li>Maka dalam sangsara jang besar itoe makin radjin ija meminta-doa dan peloehnja pon mendjadi saperti titik-titik darah jang besar berhamboeran kaboemi (Klinkert, 1879)</li>
<li>Dan sedang &#8216;ija kene parang pajah, maka makin radjin munadjatlah &#8216;ija. Maka pelohnja djadilah saperij titikh 2 darah kantal, jang malileh turon kabumi (Leydekker Draft, 1733)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pemahaman arti kata itu maka saya lalu memiliki 3 opsi perspektif dalam memahami makna ayat dalam Lukas 22: 44.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam banyak naskah-naskah renungan saya sering menangkap kesan bahwa Lukas 22: 42-44 memberi petunjuk kuat bahwa Yesus takut. Ya, Yesus dalam sisi manusiawinya ternyata ketakutan menghadapi peristiwa dahsyat dan mengerikan yang segera akan dijalaninya, yaitu penyaliban. Begitu takutnya Yesus, lalu Dia berusaha mencari jalan selamat untuk diri-NYA. Pada titik ini saya tertegun. Benarkah Yesus yang saya kagumi luar dalam itu adalah seorang yang penakut? Saya tidak main-main tentang hal ini karena di beberapa blog yang kontennya sangat sisnis terhadap Yesus menggunakan perkara ketakutan Yesus ini sebagai dasar argumen untuk menolak dimensi Ketuhanan-NYA&#8230;&#8221;heeeiiii, lihatlah&#8230;Yesus yang penakut itu pasti bukan Tuhan karena tak masuk akal Tuhan itu penakut&#8221;. Betulkah Tuhan Yesus ketakutan lalu diam-diam berusaha bernegosiasi dengan sang Bapa guna berusaha mencari selamat bagi diri-NYA sendiri? Jujur saja, saya tak yakin. Mengapa demikian? Saya punya referensi yang menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sama sekali bukanlah penakut dan pencari keselamatan untuk diri-NYA sendiri. Kisah Yesus Tuhan Yesus menghadapi pencobaan di padang gurun, Ceritera Tuhan Yesus yang mengusir roh jahat, bagaimana Tuhan Yesus menghadapi angin topan di tengah lautan dan kapal yang ditumpanginya nyaris karam, bagimana cara Tuhan Yesus menghadapi banyak orang yang marah dan ingin merajam si perempuan pezinah&#8230;dan wwwooowwww&#8230;masih amat banyak lagi referensi sejenis yang menunjukkan bahwa Tuhan Yesus bukanlah penakut dan juga bukanlah pula seorang pencari keselamatan bagi diri-NYA sendiri. Yang amat mengerikan dari perspektif Yesus ketakutan ini adalah bahwa jika benar Tuhan Yesus berusaha meloloskan diri dari kayu salib, sementara DIA tahu bahwa keadilan harus ditegakan (yaitu yang bersalah harus dihukum) maka yang terjadi adalah Tuhan Yesus sedang berusaha &#8220;mengembalikan&#8221; salib itu kepada si jahat yang sebenarnya, yaitu manusia. Jika benar begitu maka, maaf, ke Kristenan saya akan saya tanggalkan menit ini juga karena bukan Yesus seperti ini yang saya sembah. Dalam perspektif ini Yesus adalah penakut dan berusaha lari sejauh-jauhnya dari penghukuman. Saya membayangkan Tuhan Yesus seperti seorang yang sedang berusaha meloloskan diri dari bencana kapal yang karam. Yesus sedang berusaha berenang secepat-cepatnya supaya tidak ikut terbawa tenggelam terseret arus kapal karam. Saya membayangkan bahwa Yesus melakukan itu sambil tidak perduli apakah si anu dan si polan sedang termenggah-menggeh klelep mau mati tenggelam. &#8220;Walah kalo nulungin situ bisa-bisa gw ikutan klelep dunk, tak us-us aja ya&#8221;. Maaf, saya tidak yakin bahwa Yesus bertindak seperti itu. Itu bukan tipenya dech. Kalau tidak begitu lalu kalau begitu apa? Ada alternatif perspektif kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mendapat sedikit kelegaan ketika mengetahui bahwa ayat ke 44 Kitab hasil tulisan dokter Lukas pasal ke 22 ternyata dapat berbunyi dalam perspektif yang berbeda&#8230;.&#8221;Tuhan Yesus amatlah sengsara&#8221; &#8230; Oh, ternyata peristiwa doa di taman Getsemani tidaklah harus ditafsirkan bahwa Yesus adalah si penakut yang sedang berusaha mengelak dari Salib dan meletakkan salib pada bahu manusia. Tuhan Yesus ternyata amat menderita. Tetapi, logika berpikir juga mengatakan bahwa jika benar Yesus menderita maka apa yang membuat dia menderita? Bayangan dahsyatnya Salib dan penyalibankah? Menurut saya hal ini bisa jadi benar demikian tetapi sekarang saya punya perspektif baru, yaitu bahwa memang benar Tuhan Yesus gelisah akan apa yang segera menimpa-NYA tetapi hanya berhenti di situ. DIA gelisah tapi tak sedang berusaha menghindari hukuman. Yesus bukan takut tetapi mungkin sedang berbisik kepada Bapa-Nya&#8230;.&#8221;Bapa, masih bolehkan solusi lain dari penghukuman yang akan aku tanggung&#8221;. Terhadap kemungkinan ini, saya sedikit lega tetapi belum seluruhnya karena masih &#8220;bau&#8221; upaya meluputkan diri dari &#8220;cawan&#8221;. Sesuatu yang mustahil karena bukankah DIA dan Bapa sehakekat dan karenanya Yesus bisa saja mengambil jalan lain bukan? Apapun juga, dalam perspektif ini, Tuhan Yesus tidak harus ditafsir sebagai si pecundang yang sedang berusaha mengalihkan hukuman kepada orang lain. TIDAK. Yesus tahu bahwa hukuman harus dijalankan dan DIA tidak perlu menghindarkannya tetapi mungkin masih bisa dicarikan bentuk penghukuman yang lain. Saya teringat pengalaman saya beberapa waktu yang lalu sebagai salah satu pengurus dalam organisasi x. Salah satu petinggi di organisasi ini jelas-jelas bersalah menyalahgunakan kuasa dan melakukan korupsi. Mula-mula musyawarah pengurus memutuskan untuk memecat yang bersangkutan tetapi lalu dengan alasan &#8220;kasih&#8221; maka keputusan itu diubah hanya menjadi penundaan kenaikan gaji berkala. Hukuman tetap djatuhkan tetapi bentuknya dirubah dan bahkan lebih ringan. Bisa jadi model inilah yang &#8220;dinegosiasikan&#8221; oleh Yesus kepada sang Bapa. Boleh-boleh saja tetapi sekali lagi menurut hemat saya itu juga bukan tipe Yesus. Dalam perspektif ini masih saja tersimpan ganjalan, mengapa Yesus masih berpikir tentang alternatif lain?</p>
<p style="text-align:justify;">Sampailah saya pada alternatif perspektif yang berikutnya yang saya yakini jauh lebih mendekati kebenaran Firman Tuhan tentang jati diri Yesus. Begini: Tuhan Yesus sadar bahwa Salib dan Penyaliban pasti terjadi karena keadilan Allah. Hukuman sudah dijatuhkan dan itu harus terjadi. Compromise no more. Tidak ada pilihan lain. Betuk penghukumannya juga sudah pasti seperti nubuat para Nabi. Ya, penyaliban yang adalah hukum yang amat mengerikan dan menghina itu tak boleh berubah. Tak bisa diubah. Harus seperti itu. Lalu apa yang membuat Yesus amat menderita? Menurut saya, Yesus amat menderita justru karena keterlibatan manusia, dalam hal ini Bangsa Israel sebagai ruang budaya kehidupan Yesus, dalam proses kejamnya Penyaliban. Mengapa tangan umat pilihan ini kembali harus berlumuran darah bahkan kali ini sampai hati membunuh anggota komunitasnya sendiri. Yesus yang mau memahami kedosaan manusia dengan segala konsekuensinya itu rupanya memasuki taman Getsemani dengan beban itu, yaitu bahwa Dia yang harus mati karena ulah manusia mengapa masih harus melewati jalan kematian di tangan manusia. Jika kematian-NYA adalah bentuk ultimat terhadap penebusan dosa bagaimana dengan tanggung darah oleh kaum pembunuh-NYA? Saya membayangkan dalam pergumulan batinnya yang dahsyat mungkin Tuhan Yesus berkata dalam hati-NYA</p>
<blockquote><p>&#8230;&#8221;mengapa ya Bapa, aku digariskan harus mati oleh tangan manusia yang aku cintai itu? Tak adakah jalan lainkah? Aku adalah harapan bangsa degil ini &#8230;. Akulah harapan sebenarnya bangsa sesat ini&#8230;..jika aku harus mati, siapakah harapan mereka? Ya Bapa, mengapa aku harus mati di tangan mereka? Karena keadilan MU, adakah mereka diloloskan dari hutang darah atas kematian KU? &#8230; Ya Bapa, mengapa, hanya karena berbeda visi dan klaim kebenaran sepihak, Penyaliban ini harus terjadi&#8230;.Ya Bapa, mengapa siklus pertumpahan darah atas nama perbedaan visi dan klaim kebenaran masih harus terjadi lama setelah Penyaliban ini?</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tentang ini saya mengajak anda semua untuk mengingat kisah Kain yang harus menerima hukuman atas pembunuhan yang dilakukan terhadap adiknya Habel. Anda juga tak boleh menutup mata terhadap fakta sejarah bahwa 40-50 tahun setelah penyaliban Yesus, Bangsa Israel dihancur leburkan oleh Romawi dan diserakan ke seluruh penjuru dunia. Kisah kelam bangsa Israel masih akan terus berlangsung amat lama sampai masa tangan berdarah si Monster Hitler yang membunuh 6 juta orang Yahudi. Anda harus mengingat bahwa ratusan juta nyawa meregang percuma selama perang Salib, perang antara kaum Protestan dan Katolik, di Eropa, WW I, WW II, Perang Vietnam, Perang Teluk, kerusuhan Mei 1998 di Indonesia, peristiwa 9-11 di New York dan ribuan peritiwa berdarah lainnya. Yesus mengetahui itu. Yesus mengenal betul kedegilan hati manusia kesayangannya itu. Pasti. Salib memang diperlukan tapi Yesus ragu akan kemauan manusia untuk belajar dari Salib. Dan karenanya Dia menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perspektif yang saya tawarkan ini pusat perhatian saya bukanlah upaya Yesus untuk bernegosiasi dengan Sang Bapa tentang keluputan-NYA dari Penyaliban melainkan CINTA KASIHNYA YANG AMAT MURNI DAN TAK TERBATAS BAGI MANUSIA. Sisi inilah yang mengejutkan dari Yesus seperti yang dikatakan oleh Tim Stafford (2010) dalam bukunya &#8220;Surprised by Jesus&#8221; bahwa pribadi Yesus adalah pribadi yang sugguh sangat mengejutkan bagi banyak orang yang mengaku mengenal Dia. Salah satu ciri khas Tuhan Yesus adalah beliau selalu berpikir dalam suatu kesatuan persekutuan. Itulah penjelasannya mengapa Yesus yang sama sekali tidak memiliki dosa tetapi malah menyerahkan diri-NYA untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Dia melakukan itu karena Dia solider dengan manusia yang berdosa dan membutuhkan pembaptisan. Itu pula penjelasannya mengapa Tuhan Yesus amat sering bergaul dengan mereka yang terpinggirkan, ayitu si pezinah, si pemungut cukai dan yang lainnya. Setiap tindak-tanduk Yesus selalu memberi petunjuk bahwa&#8230;.&#8221;hei, aku mencintai kalian dan karena itu aku mau masuk dalam penderitaanmu, dalam kesusahanmu, dan bahkan &#8230;. dalam dosamu. Bayangkan, di tengah ancaman Salib yang akan dikenakan kepada-NYA, Yesus malah memikirkan manusia. Luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkali-kali saya membaca Lukas 22: 42-44 dan saya selalu cemas akan &#8220;ketakutan&#8221; Yesus. Tetapi syukurlah, kali ini saya memahaminya dari perspektif yang berbeda. Yesus boleh saja menderita, cemas, gelisah atau takut sekalipun tetapi saya tahu kini bahwa obyek ketakutan-NYA bukanlah diri-NYA sendiri. Yesus pertama-tama tidak sedang berpikir kepentingan diri-NYA sendiri. Manusialah yang ada dibenak-NYA ketika DIA menghadapi maut. Itulah demonstrasi Cinta Kasih Yesus yang tak tertandingi. Di zaman ketika semangat mementingkan diri sendiri begitu merebak bukankah teladan YESUS terasa amat luar biasa? Ketika di Libya semua berperang melawan semua, ketika para pelaku teror bom di Indonesia hanya memikirkan isi kepalanya sendiri, dan ketika para petinggi DPR sibuk mencari-cari alasan pembenaran dalam pemborosan pembangunan gedung DPR yang baru, dan ketika para penggemar George Toisuta dan Arifin Panigoro sibuk memikirkan kepentingan diri mereka sendiri di PSSI maka teladan Yesus adalah oase penyejuk di tengah padang pasir kepentingan diri itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat Kristiani, jika perspektif ini bisa diterima maka jelaslah sudah Tuhan Yesus bukanlah pecundang nan penakut melainkan adalah sumber mata air cinta kasih yang teramat luas dan dalam. Inilah Yesus Tuhanku. Penebusku yang hidup. Kepada-NYA layak saya mempertaruhkan hidup dan peruntungan hidup. Ketika saya tak memperdulikan Dia malah Dia berpikir tentang saya. Dia menangis untuk saya. Dia gelisah karena saya. Dia takut karena memikirkan saya. Yesus memang Tuhan tapi Dia juga sungguh sahabat saya. Kepada saya dan anda YESUS telah menawarkan Syalom Allah. Maukah anda dan saya? Anda mau Yesus yang penakut atau Yesus yang bersahabat. Saya sudah membuat pilihan. Terserah anda.</p>
<p style="text-align:justify;">SELAMAT PASKAH</p>
<div style="text-align:justify;"><a title="What A Friend We Have In Jesus - Alan Jackson" href="http://www.youtube.com/watch?v=CLAg2NDcOt4"><strong>What A Friend</strong> We Have In <strong>Jesus</strong> &#8211; Alan Jackson</a></div>
<p style="text-align:justify;">Shalom Tuan Shalom Puan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=528&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/24/di-getsemani-jesus-bukan-penakut-dia-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/happy_easter_04.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">happy_easter_04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>koes plus bonus fideles</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/05/516/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/05/516/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 06:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, &#8220;Apalah arti sebuah nama&#8221; demikain Shakespeare berseru dan, kita, ada yang setuju tak kurang pula yang tidak setuju dengan itu. Kawan saya yang berasal dari daerah Manggarai diberi nama &#8220;Nganggur&#8221; karena ketika dia dilahirkan ayahandanya sedang tidak punya pekerjaan selain sebagai petani. Entah mengapa petani tidak dianggap sebagai sebuah pekerjaan. Saya diberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=516&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/koes2.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-524" title="KOES" src="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/koes2.jpg?w=143&#038;h=150" alt="" width="143" height="150" /></a></p>
<p id="post-body-3337308081498614623"><span style="color:#ff00ff;"><strong>Dear Sahabat Blogger</strong></span>,</p>
<div style="text-align:justify;">&#8220;Apalah  arti sebuah nama&#8221; demikain Shakespeare berseru dan, kita, ada yang  setuju tak kurang pula yang tidak setuju dengan itu. Kawan saya yang  berasal dari daerah Manggarai diberi nama &#8220;Nganggur&#8221; karena ketika dia  dilahirkan ayahandanya sedang tidak punya pekerjaan selain sebagai  petani. Entah mengapa petani tidak dianggap sebagai sebuah pekerjaan.  Saya diberi nama &#8220;Ludji&#8221; oleh almarhum Ayahanda Robert &#8220;SGT&#8221; Riwu Kaho  secara serius dengan maksud untuk mengingatkan bahwa sekali dan  seterusnya saya adalah orang Sabu dari suku Namata. Saya tak boleh  menjadi orang Australia misalnya biar kata nama babtis saya adalah  &#8220;michael&#8221;. Adik saya, Vicktor Riwu Kaho, mula-mula memberi nama &#8220;Haga&#8221;  kepada anak sulungnya. Belakangan dia merasa perlu untuk berjauh-jauh  dari Jakarta ke Pulau Sabu hanya untuk melakukan ritual budaya Sabu guna  mengganti nama &#8220;Haga&#8221; menjadi &#8220;Lobo&#8221;. Hebat.  So, bagi sebagian orang  nama bukanlah sembarangan perkara. Nama harus memiliki makna. Demikian  juga judul sebuah buku misalnya. Jangan memberi judul &#8220;mangga&#8221; ketika  isi buku anda mengulas tentang &#8220;sapu lidi&#8221;. Tak cocok itu bukan?  Haaalaaahhhh&#8230;begitulah adab kita. Budaya kita. Maka untuk sebuah nama  bila perlu tumpeng merah putih dibikin dan ..slaman slumun&#8230;jadilah  baik.&nbsp;</p>
<p>Tapi saya punya 1 pengalaman yang mirip. Tahun dulu semasa  duduk di bangku SMP di kota KUpang (SMPN 2) saya pernah dimarahi oleh  seorang guru, Ibu Guru. Beliau adalah wali kelas II E kelas dimana saya  berada.  Ibu Messkah namanya.  Saya ditegur gara-gara ada nama &#8220;ludji&#8221;  di absensi kelas. Beliau menghardik saya dan bilang&#8230;&#8221;kamu jangan pake  nama ludji lagi ya  sebab itu adalah halaik, pake saja nama babtismu, michael&#8221;&#8230;halaik  adalah kosa kata di Kupang untuk menyebutkan orang-orang yang tidak  beragama sesuai dengan peraturan yang berlaku.  Walah, saya malu tagal  hardikan Ibu Guru dan semenjak itu saya berusaha  mengaburkan nama  &#8220;ludji&#8221;. Sekali waktu nama &#8220;ludji&#8221; saya ganti dengan &#8220;rudy&#8221; (kebetulan  waktu itu rudy hartono adalah sebuah nama yang sedang ngetop abiz).  Giliran Ayahanda saya yang menghardik. Kebiasaan mengaburkan nama  &#8220;Ludji&#8221; tanpa sadar masih saja berlanjut sampai sekarang. Jikalau saya  harus menuliskan nama saya di daftar hadir atau yang sejenisnya. maka  pastilah saya akan menulis &#8220;L. Michael Riwu Kaho&#8221;. Jelas sudah bahwa  aforisme &#8220;what is a name&#8221;  tertolak oleh budaya di sekitar saya. Tak tahu jikalau anda. Ungkapan  itu mungkin tepat untuk orang-orang barat. Orang Belanda menggunakan  nama &#8220;Van de Kerkhoff&#8221; padahal itu artinya &#8220;kuburan&#8221;. Dulu ada pemain  sepak bola Belanda yang kembar bernama Rene dan Willie Van de Kerkhoff  yang artinya Rene dan Willie dari kuburan&#8230;waallaaahhhhh&#8230;..</p>
<p>&#8220;What  is a name&#8221;, kata Shakespeare. Saya pikir yang dimaksudkan oleh   Shakespeare adalah substansi. Mawar tetaplah mawar yang indah biar  berganti nama menjadi kapuk. Nama boleh  berganti dari &#8220;Ludji&#8221; menjadi  &#8220;Michael&#8221; tetapi jikalau malas ya tetap saja malas bukan? Lihat saja  para teroris yang diburu dan ditangkap oleh Densus 88. Nama aliasnya  banyak banget tapi  apakah mereka berubah menjadi sesuatu yang lain? Ya  tidak juga. Kelakuan mereka ya tetep itu ke itu juga.  Jikalau begitu  maka kendati  nama memang cuma sebuah atribut tanda identitas tetapi  sesungguhnya hal yang terpenting adalah nilai intrinsik yang terkandung  di dalam substansi.  Kata emas menjadi berarti karena nilai karatnya  bukan? Lalu judul tulisan di atas ingin mengingatan tentang substansi  intrinsik di maksud. Koes Plus adalah nama grup band. Bonus fideles  artinya mereka itu baik. Apanya yang baik dari Koes Plus? Lagu baru  dapat diciptakan lebih bagus dari lagu Koes Plus dan memang sudah banyak  lagu yang secara teknis artistik lebih indah ketimabang lagu-lagu Koes  Plus yang umumnya bersifat &#8220;3 jurus&#8221; itu. Kalau begitu apa?</p>
<p>Koes  Plus adalah sebuah grup band fenomenal di Indonesia. Di masa saya masih  duduk di bangku SD, memegang buku tulis yang ada gambar Koes Ploes  adalah &#8220;kewajiban&#8221;. Lagunya wajib dihafal dan di senandungkan. Grup ini  memang amat sangat hebat. Konon merekalah yang menjadi peletak dasar  perkembangan musik pop di Indonesia. Di masa mereka, grup band lain  seperti Favourites, The Mercy&#8217;s, D&#8217;Loyd dan yang lain-lainnya terasa  cuma varians dari Koes Plus. Grup band di masa sekarang dianggap  mengerjakan sesuatu yang merupakan pengembangan Koes Plus. Siapa mereka  ini? Saya pikir kebanyakan kita tahu bahwa grup ini digawangi oleh  bersaudara Koeswoyo, yaitu Koestoni (Tony), Koesroyo (Yok), Koesyono  (Yon) + 1 orang pemain drum yang bukan berasal dari klan Koeswoyo, yaitu  Murry.  Dominasi klan Koeswoyo sangat wajar karena sesungguhnya Koes  Ploes adalah terusan dari Koes Bersaudara dimana Koesnomo (Nomo) ada  posisi yang ditempati Murry sebagai drummer. Mengapa demikian? Pada  mulanya adalah Koes Bersaudara yang eksis terlebih dahulu dengan formasi  Toni, Yok, Yon, Nomo dan Koesdjono (John) pada tahun 1960. Lagu-lagu  seperti “Bis Sekolah”,<a title="Koes Bersaudara - Di Dalam Bui" href="http://www.youtube.com/watch?v=4YIF0hTOWsQ"><strong> Di</strong> Dalam <strong>Bui,</strong></a> “Telaga Sunyi”, dan “Laguku Sendiri”.  Pada  masa-masa di antara  1960-1965 gaya bermusik mereka amat dipengaruhi oleh gaya the &#8220;everly  brothers&#8221;  (yang kondang dengan lagu antara lain &#8220;let it be me&#8221;)  dan  &#8220;the bee gees&#8221;.</p>
<p>Pada tahun 1965, 1 Juli, mereka ditangkap oleh KOTI dan mengurung mereka di rumah tahanan Glodok dengan tuduhan bermusik &#8220;ngak ngik ngok&#8221; yang bukan budaya dhewek.  Penahanan tersebut tak lama karena pada tanggal 29 September 1965  tapi  ternyata ikut berpengaruh terhadap kisah grup mereka dan sekaligus  dunia musik Indonesia. Bertahun-tahun kita memahaminya sebagai bentuk  represif dari pemerintah Orla pimpinan Bung Karno. Tapi pada saat  wawancara di acara &#8220;Kick Andy&#8221;, Metro TV, mereka membuka rahasia bahwa  sebenarnya penangkapan mereka itu hanyalah sebuah sandiwara &#8220;operasi  rahasia&#8221; yang diperintahkan oleh Bung Karno guna mendukung operasi  &#8220;ganyang malaysia&#8221;. Jadi mereka sebenarnya berkolaborasi dengan  pemerintah. Entahlah mana yang benar tapi yang pasti ada masa mereka  terpaksa berhenti bermusik. Pasca kebebasan dari penjara, iklim  perpolitikan di Indonesia ternyata kurang mendukung perkembangan dunia  kesenian di Indonesia umumnya. Konstruksi politik Indonesia di awal Orba  yang dikuasai oleh Soeharto dan Tentara, yang menggantikan Bung Karno  dan Orla-nya, menciptakan banalitas yang masif. Penangkapan dan  pelenyapan orang-orang yang dideeksi atau dicurigai terkait PKI  menciptaan ketakutan kolektif dan suasana saling curiga mencurigai.  Banyak ketika pastian dan di masa inilah John keluar dari formasi. Koes  Bersaudara.</p>
<p>Sekali waktu, ketika Koes Bersaudara sedang melakukan  pertunjukan di daerah Tony mendapat kabar bahwa suasana Jakarta  memanas. Terjadi penangkapan besar-besaran. Beberapa teman dari Tony  menghilang begitu saja tak tentu rimbanya. Jakarta tidak aman dan Tony  diperingatkan oleh teman-temannya bahwa, mungkin. karena kedekatannya  dengan rezim Bung Karno maka Koes Bersaudara terancam. Terjadi dilema,  kembali ke Jakarta atau tidak? Situasi mencekam seperti itu menyebabkan  Nomo memutuskan untuk keluar dari grup. Dia memilih menjadi pedagang  besi-besi bekas. Tapi Tony dan adik-adik yang lain menetapkan 1 tekad,  harus kembali ke Jakarta dan harus terus bermusik. Tidak ada pilihan  lain selain bermusik karena itulah cinta mereka. Tony dan adik-adik  memilih untuk setia pada pilihan hidup mereka. Maka kembalilah mereka ke  Jakarta meski apapun yang akan terjadi. Balada ini mereka tuangkan  dalam lagu &#8220;kembali ke Jakarta&#8221; dan dimunculkan pada rekaman perdana  grup Koes Plus. Lho, mengapa Koes Plus? Ya, Koes Bersaudara dalam  formasi Toni, Yon, Yok dan Nomo hanya bertahan sampai 1968. Setelah Nomo  keluar masuklah Murry yang bukan Koeswoyo itu. Pada saat rekaman  pertama kali. Yok yang kurang sreg dengan adanya orang luar ke dalam  formais band memutuskan solider dengan Nomo lalu keluar dari Koes Plus.  Akibatnya, posisi sebagai basist kosong dan beberapa pemain tamu mengisi  posisi yang ditinggalkan Yok. John  Koeswoyo sering masuk formasi untuk  tujuan show panggung. Dan pada saat rekaman album perdana Koes Plus,  pemain tamu yang masuk formasi adalah Totok A.R. Inilah formasi dalam  rekaman perdana Koes Plus, yakni Tony, Yon, Murry dan Totok A.R.</p>
<p>Album  perdana itu memuat beberapa lagu seperti  Derita (Tonny), Awan Hitam  (Tonny), Tiba Tiba Aku Menangis (Tonny),  Bergembira (Tonny), Tjintamu  Telah Berlalu (Tonny), Dheg Dheg Plas (Tonny), Manis Dan Sajang (Tonny),  Hilang Tak Berkesan (Tonny), Kembali Ke Djakarta (Tonny), Biar Berlalu  (Yon)  dan  Lusa Mungkin Kau Datang (Tonny). Perhatikanlah deretan  lagu-lagu tersebut. Semuanya indah dan hebat. Beberapa di antaranya  bahkan rekam kembali berulang-ulang oleh berbagai penyanyi lainnya.  Menjadi legenda. Tapi jangan salah, album perdana itu setelah direkam  ternyata pada awalnya ditolak dimana-mana. Bahkan ada toko kaset yang  menertawakan lagu seperti <a title="Koes Plus &quot;Kelelawar&quot;" href="http://www.youtube.com/watch?v=sLxHbE33L8M">&#8220;<strong>Kelelawar</strong>&#8220;</a>.  Lagu aneh kata mereka. Maklumlah ketika itu  Koes Plus sedang  bertransformasi dari keterpengaruhan &#8220;everly brothers&#8221; dan &#8221; bee gees&#8221;  menjadi &#8220;lebih Indonesia&#8221;. Akibat tidak lakunya album perdana mereka  maka Murry kabur. Totok A.R. keluar. Adalah Tonny yang terus memupuk  semangat anggota Koes Plus yang lainnya lalu membujuk Yok dan Murry agar  masuk kembali dalam formasi band. Nasib baik memihak mereka dan pada  tahun 1970 akhir lagu mereka meledak di mana-mana. Dan kesuksesan  mengalir bersama mereka bertahun-tahun sampai meniggalnya Tony pada  tahun 1987.  Koes Plus pun  surut sesuai tuntutan jaman tetapi lagu-lagu  mereka abadi sampai hari ini. Inilah Grup tersukses di Indonesia. Apa  tolok ukurnya? belum ada Band di Indonesia, bahkan  di seluruh dunia, yang mampu merekam hampir 22 album dalam 1 tahun  seperti yang dilakukan Koes Plus pada tahun 1974-1975. Tidak ada pula  grup band yang mampu merekam lagu dalam genre yang sangat berbeda. Anda  mau tahu musik jenis apa yang pernah dimainkan oleh Koes Plus dan  semuanya sukses? Pop, Rock n Roll,  Rohani Natal, Qasidahan, Pop Jawa,  Instrumentalia, Dangdut, Keroncong dan kompulasi the best. Jangankan  band dalam negeri bahkan The Beatless, The Rolling Stones ataupun Led  Zepplin tak tercatat melakukan itu. Seorang editor wikipedia mengatakan  bahwa &#8220;Seandainya kelompok ini lahir di Inggris atau AS bukan tidak  mungkin akan menggeser popularitas Beatles&#8221;</p>
<p>Anda tahu apa rahasia mereka? Filsafat manusia mengajarkan tentang 3 bentuk kebaikan, yaitu kebaikan karena ada gunannya (bonum utile), kebaikan karena menyenangkan (bonum delectabile) dan kebaikan karena memang baik atau kebaikan yang sesungguhnya (bonum honestum).   Orang bisa saja berlaku baik kepada kita karena kita punya sesuatu  yang dia perlukan atau dia butuhkan dari kita. Kita menerima kebaikan  sejauh kita mendatangkan manfaat bagi oarng lain. Ada uang abang sayang  tak ada uang abang aku buang. Bisa juga terjadi orang bisa baik kepada  kita karena kita menyenangkan hatinya. Suami dan isteri sering  memutuskan bercerai karena tidak lagi saling menemukan kesenangan. &#8220;Tak  ada kecocokan lagi&#8221; katanya.  Tetapi syukurlah ada kebaikan jenis ketiga  dimana orang bisa baik kepada kita karena memang dia orangnya baik.  Kita mungkin tidak berguna dan tidak menyenangkan bagi dia tetapi dia  memang mau mencintai kita. Bonum begini adalah Bonum milik Allah yang  mengasihi kita secara sepihak. Tanpa memperhotungkan dosa dan kedegilan  kita, DIA mau memberi CINTA-NYA bagi kita. Bonum seperti ini bersifat  Ilahiat. Dan yang asik adalah bahwa bonum ini ditawarkan oleh Sang  Pencipta kepada manusia untuk memilikinya juga. Saya tak tahu anda dan  saya memilih yang mana tapi Koes Plus jelas memilih bonum honestum.  Ketika bermusik ternyata mendatang petaka, ketakutan dan kemiskinan  mereka tetap setia pada pilihan hidupnya. Dalam nama apapun grup mereka,  ataukah Koes Bersaudara ataukah Koes Plus,  adalah Tony dan adik-adik  telah mendemonstrasikan makna kesetiaan. Mereka tak bergeming kendati  dicekam situasi.  Berkarya dan terus berkarya kendati dizalimi, dicemooh dan miskin.  Itulah cinta. Itulah kesetiaan. Hal ini nyata sekali dalam lagu mereka &#8220;<strong><a title="koes plus kembali ke jakarta" href="http://www.youtube.com/watch?v=xAt7zgRYc4w"><strong> </strong><strong></strong><strong>kembali ke djakarta</strong></a></strong>&#8220;.  Apapun boleh terjadi tetapi &#8220;di djakarta&#8221; tetapi langkah kaki tak akan  berhenti untuk selalu kembali  &#8220;kesana&#8221;. Tony dan saudara dan kawan  mungkin tidak kaya raya karena pilihan ini tetapi mereka telah membuat  saya, mungkin anda dan jutaan orang lainnya berbahagia. Sungguh mereka  orang baik.  Sayapun  bermimpi sekali waktu saya bisa juga akan di sapa,  entah sebagai &#8220;Ludji&#8221; atau &#8220;Michael&#8221; atau &#8220;ludji michael:&#8230;&#8221;eh si  Ludji  Michael tuh &#8230; orangnya &#8230;  bonus fideles lho. Orang baik tuh&#8221;. Ahaaaaa, alangkah bahagianya.</p>
<p>Tabe Tuan Tabe Puan</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=516&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/05/516/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/koes2.jpg?w=143" medium="image">
			<media:title type="html">KOES</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sindroma lemming: went on until finally you&#8217;re exhausted</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/01/sindroma-lemming-went-on-until-finally-youre-exhausted/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/01/sindroma-lemming-went-on-until-finally-youre-exhausted/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 02:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, Sekarang bulan Februari. Bulan kedua dalam tahun 2011. Selamat bulan baru wahai Tuan dan juga Puan. Kita sudah di sini. Sampai di sini Tuhan sudah berjalan bersama kita. Anda sehat sejahtera? Saya sejahtera kendati kurang sehat. Tak Apa. C&#8217;est La Vie. That&#8217;s the life. Itulah hidup. Jalani saja. Sebagian sahabat baru saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=511&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/lemming3.png"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-526" title="lemming" src="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/lemming3.png?w=150&#038;h=136" alt="" width="150" height="136" /></a></p>
<div id="post-body-4170594360377903085">
<p>Dear Sahabat Blogger,</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>Sekarang  bulan Februari. Bulan kedua dalam tahun 2011. Selamat bulan baru wahai  Tuan dan  juga Puan. Kita sudah di sini. Sampai di sini Tuhan sudah  berjalan bersama kita. Anda sehat sejahtera? Saya sejahtera kendati  kurang sehat. Tak Apa. C&#8217;est La Vie. That&#8217;s the life. Itulah hidup.  Jalani saja.</p>
<p>Sebagian sahabat baru saja merayakan hari raya Tahun  Baru Imlek 2562. Shio kelinci logam., kata mereka yang paham.  Kelinci  si cerdas nan banyak teman tapi sangat berhati-hati. Gong Xi Fa Cai.  Semoga kemakmuran dan kesejahteraan beserta anda. Benarkah anda  memperoleh kemakmuran? Benarkah anda sejahtera? Mungkin ya dan mungkin  pula tidak. Probability is fifty. Di Shio kelinci ini semua bisa  terjadi. Ada yang bahagia. Ada yang berduka. Nurdin Khalid bahagia  karena pertemuan PSSI di Bali memberikan jaminan bahwa si do&#8217;i  masih  berkesempatan memimpin PSSI lagi kendati miskin prestasi dan banyak  musuh. Presiden Mesir, Husni Mubarak,pasti tidak sedang berbahagia  karena kursi empuk seusia 30 tahun digoyang ke kiri dan ke kanan. Pasti  pusing dia kendati tentara masih melindungi dia. Ahaaaaaa&#8230;.ternyata  tidak semua hal berjalan sesuai harapan kita bukan? Tapi mau bagaimana  lagi.  Tak Apa. C&#8217;est La Vie. That&#8217;s the life. Itulah hidup. Jalani  saja.</p>
<p>Ya jalani saja terus karena hidup memang harus terus  berlanjut apapun yang terjadi.  Hakekat dari berjalan adalah dinamika.  Hakekakat dari dinamika adalah perubahan. Ya perubahan memang terjadi  karena kita memang harus terus berjalan. Atau bisa  juga  dibaca sebagai  teruslah berjalan karena dengan demikian anda, saya, dia dan kita semua  akan menemukan perubahan. Jangan berhenti di satu titik jika ingin  berubah. atau  berubahlah dengan cara teruslah berjalan. Sahabat Pendeta  Sussy memberikan tips: &#8220;berubahlah dalam pola pikir dan perilaku&#8221;.   Simpel. Gampang . Benarkahkah? Ya benar belaka tetapi sekaligus dengan  itu kita bertemu dengan kesulitan yang tidak kecil. Amat besar bahkan.   Berubah yang bagaimana? Berubah sampai batas mana? Berjalan terus ke  arah mana? Mari kita  belajar dari kisah yang satu ini.</p>
<p>Di daerah bioma tundra di pegunungan Arktik Scandinavia dan atau Skotlandia  berhabitatlah hewan liar yang disebut Lemming (Lemmus lemmus).  Hewan ini tergolong hewan herbivora pengerat seperti tikus besar, lemur  atau hamster. Tampangnya mirip-mirip kelinci. Salah satu sifat dasar  dari hewan pengerat adalah cepat sekali berkembang biak. dan si Lemming  juga demikian adanya. Karena itu populasi Lemming secara berkala  mengalami booming lalu secara cepat menghabiskan sumberdaya pakannya.  Dalam situasi seperti ini, biasanya setiap 3-4 tahun sekali, populasi  Lemming menunjukan perilaku yang aneh. Ketika populasi Lemming booming,  hewan ini berkumpul lalu memulai perjalanan menuruni pegunungan menuju  ke arah laut secara bersama-sama. Sekali mereka bergerak maka tak ada  kuasa apapun juga yang mampu menghentikan ata membelokan arah pergerakan  gerombolan Lemming ini kendati ada yang mati kelelahan, diterkaman  elang, diinjakan sapi, dihanyutkan arus deras  sungai yang dilintasi,  serta berbagai ancaman serta hambatan lainnya.  Anehnya lagi, sembari  terus bergerak ke arah laut, mereka melanjutkan kebiasaan mereka  sehaari-haari. Lemming-lemming ini tetap berlari kian kemari, mencari  makan dan terus berkembang biak. Hidup seperti biasa dan terus bergerak  menuju laut. Tepi lautpun ternyata bukan akhir perjalanan kelompok besar  Lemming ini. Secara beramain-ramai gerombolan ini menceburan diri  kedalam laut. Jika tepi laut adalah tebing karam, kelompok Lemming tidak  ragu untuk meloncat dari atas tebing seberapapun curam dan tingginya  tebing tersebut. Di lautpun Lemming akan terus bergerak dengan cara  berenang. Kemana? Tak ada tujuan lain selain maju terus bergerak ke  depan dengan cara berenang. Ya, mereka terus berenang, berenang dan  berenang sampai kehabisan tenaga.  Sampai Lemming terakhir mati. Sungguh  fenomena yang dahsyat dan aneh. Disebut dahsyat karena gerak migrasi  tanpa kompromi menuju kematian itu jelas bertentangan dengan  naluri  setiap makhluk hidup untuk bertahan hidup. Mengapa Lemming  malah  menjemput kematian. dengan begitu bersemangat? Sampai sekarang, alasan  Lemming melakukan migrasi  bersama menuju kematian tersebut belum  sepenuhnya bisa dimengerti oleh para ahli. Sebagian pakar menyebutnya  sebagai upaya altruism Lemming dalam mengendalikan populasi. Sebagian  menyebutkannya sebagai fenomena bunuh diri Lemming. Ada perusahaan game  on line mengkreasikan game dengan tema bagaimana menghentikan perjalanan  Lemming. Anda harus mengupayakan agar Lemming yang pandai itu terhenti  perjalanannya. Perusahaan game lainnya menciptakan game untuk menolong  Lemming yang bodoh agar terhindar dari marabahaya dalam perjalannya.  Apakah anda akan memenangkan Lemming yang pandai atau bodoh, saya tak  pasti. Satu hal yang pasti, gerak maju Lemming tak terhentikan. Sekali  memutuskan bergerak maka Lemming akan berjalan, terus berjalan dan terus  sampai akhirnya berarak-arak menuju kematian. Fenomena ini disebut  sebagai sindroma Lemming<a title="Lemming Migration Along the Norwegian Coast." href="http://www.youtube.com/watch?v=vF_E10e4Bzo"><strong> (Lemming Migration</strong> Along the Norwegian Coast).</a></p>
<p>Apa  yang mau saya sampaikan dari kisah di atas adalah bahwa perubahan dan  perjalanan  ternyata tidak selamanya berakhir positif. Ternyata adapula  perjalanan yang berakhir pada kematian nan tragis. Karenanya saya  mengusulkan hendaknya pergerakan, perjalanan dan perubahan harus  memiliki defenisi yang jelas. Tanpa itu dinamika dapat berakhir tragis.  Dalam kaitan itu, dalam khasanah ilmu pengetahuan ekologi dikenal apa  yang disebut sebagai  ambang batas, yaitu daya dukung lingkungan  terhadap semua bentuk pemanfaatan sumberdaya lingkungan. Manfaatkanlah  lingkungan hidup anda sampai batas tertentu. Ketika anda melewati batas  itu &#8230;&#8230; watch out&#8230;.lingkungan akan menampar balik anda. Bencana.  Ketika ambang batas daya dukung lahan kehutanan atau aerah aliran sungai  dilewati maka yang tersisa adalah bencana longsor, kekeringan dan  banjir. Ketika ambang batas daya dukung atmosfir dalam mengendalikan  emisi gas-gas rumah kaca terlewati maka berubahlah iklim. Belakangan  dunia diancam oleh iklim yang berubah secara global dan mengancam  kehidupan manusia. Pertanyaannya siapa yang melanggar daya dukung itu?  Manusia dan prinsif antroposentrimenya, yaitu ambil sebanyak-banyaknya,  manfaatkan sepuas-puasnya, habiskan  setandas-tanasnya dan buang  sampahnya. Alam dikeruk habis-habisan melampaui ambang batas dan lalu  sistem lingkungan alam itu ambruk. Alam yang semula adalah pelayan  kehidupan lalu berubah menjadi predator bagi kehidupan. Ketika bencana  terjadi, semua terperangah lalu tiba-tiba semua berubah menjadi alim. Di  mana-mana dibikin acara doa bersama. Dimana-mana bermncuan posko peduli  bencana degan bendera partai atau bendera promosi produk  tertentu&#8230;.eeealaaahhhh, bencana koq malah dipolitisasi dan  dikomersialisasikan&#8230;.. theerrrlallluuuu&#8230;kata bang haji oma irama.  Tapi lihatlah, gejala alim tersebut berlangsung tak akan lama. Ketika  bencana berlalu,  kehidupan kembali  berjalan normal. Business as usual.   Ambil, manfaatkan, habiskan dan buang sampahnya. Bencana demi bencana  seolah tbukan pelajaran. Pada titik ini, terlihatlah bahwa ternyata ras  Manusia mengidap sindrom Lemming yang kronis. Semua terus bergerak  bersama-sama  ke arah 1 tujuan, yaitu lautan luas lalu habis tenggelam  di sana.  Peringatan, halangan, hadangan, dan becana tak menggoyahkan  arah pergerakan ini, yaitu menuju kebinasaan.</p>
<p>Jangan anda mengira  bahwa sindroma Lemming hanya dapat digunakan untuk menerangkan fenomen  kerusakan lingkungan. Oh, tidak. Perhatikan perkara berikut ini. Sejak  dahulu kala gejala korupsi itu sudah ada. Referensi saya yang bersal  dari Alkitab mencatatkan bahwa Judas Iskariot adalah bendahara kelompok  murid Yesus yang curang dan korup. Itu 2000 tahu yang lalu tapi  lihatlah, masa sekarang ini kita punya Gayus, mafia hukum, mafia  peradilan, penipu-penipu di Wallstreet dan koruptor-koruptor lainnya.  Orang tahu bahwa korupsi itu jahat dan salah tetapi mengapa hal itu  terus dilakukan? Kata Lord Acton: &#8220;power tend to corrupt&#8221;. Kita lalu  tahu bahwa akar korupsi adalah kekuasaan. Kekuasaan yang bagaimana?  Lihatlah ontoh berikut ini. Kerajaan Romawi, Kerajaan Mongol-nya si   Genghiz Khan, Napoleon Bonaparte di Perancisd dan atau Kerajaan 1000  tahunnya Hittler  meluaskan imperium mereka dengan cara menebar  kekerasan. Di bawah rezin kezaliman kekerasan, intimidasi dan pembunuhan  para penguasa haus darah ini menjajah hampir seluruh dunia. Tapi semua  kita juga tahu apa nasib imperium-imperium itu. Semuanya habis ditelan  samudera sejarah. Tapi perilaku fasisme kekuasaan ternyata amat  menggoda. Prinsip antropsenstrisme, yaitu ambil, manfaatkan, habiskan  dan buang sampahnya terus saja dipraktekkan berulang-ulang sampai  sekarang.  Polisi, jaksa, hakim (dalam konteks sekarang di Indonesia ada  Komisi III DPR RI dan KPK dan satgas pemerantasan mafia hukum)  dihadirkan oleh peradaban tetapi kekuasaan yang serong terus saja  dipraktekkan. Seperti barang biasa saja dan tak terhentikan. Business as  usual.</p>
<p>Seperti yang kita tahu bahwa dalam teorinya kekuasaan itu  dapat diselenggarakan melalui 3 cara, yaitu intimidasi rakyat dan  ciptakan ketakutan agar kekuasaan efektif dan efisien (Machiavellian),  institusionalkan kekuasaan dalam bentuk negara absolut (Hobbesian) dan  jalankan kekuasaan dengan mengedepankan moralitas (morality of power).  Cara 1 dan 2 sering digunakan dan membawa bencana tetapi terus saja  diulang-ulang dalam aneka varian. Cara ke 3 sering efektif tetapi tidak  efisien dan karenanya, kendati baik, malas dikerjakan.  Lalu bagaiman  dalam prakteknya? Ketiga cara bisa dilakukan secara campur aduk lalu  ditampilkan citra seolah semua sudah berlandaskan moral. Apa yang  dilakukan kroni-kroni Soeharto di masa ORBA dahulu adalah ambil  sebanyak-banyaknya lalu bikinlah 1 atau 2 yayasan sosial untuk membantu  anak yatim, membanganu mesjid, membangun gereja dan sejensinya. Apa  akibatnya? Adalah tatanan maasyarakat yang kehilangan orientasi  moralitas. Batas-batas antara yang baik dan buruk atau yang salah dan  yang benar sungguh dikaburkan. Anehnya, semua dijalankan secara  berjamaah tanpa ragu tanpa malu layaknya business as usual. Inilah wajah  dunia kemarin yang dipenuhi penguasa despot dan korup. Ini juga wajah  dunia hari ini yang munafik dan kejam dan nyaris total dikendalikan oleh  hukum besi pasar bebas. Korupsi, perang dan ancaman bencana perubahan  iklim global adalah sahabat kita hari-hari ini. Tidak belajarkah dunia?  Begitu tololkah dunia? Atau jangan-jangan semua sedang berjalan  mengikuti pola sindroma Lemming yang mengerikan itu&#8230;&#8230;..&#8221;went on  until finally you&#8217;re exhausted&#8221;&#8230;.</p>
<p>Pada titik inilah kita harus  jujur mengatakan bahwa dinamika, pergerakan, perubahan dan perjalanan  harus diberi batas. Batas itu adalah, izinkan saya memilih menggunakan  kata ini, yaitu moralitas. Moralitas yang bagaimana? Saya usulkan adalah  moralitas yang mengarah pada keadilan sosial. Sederhananya begini. Kita  memang harus terus bergerak tetapi arah pergerakan kita harus menuju  kepada area yang disebut sebabagi lautan keadilan.  Dalam hal ini bukan  keadilan yang diberi defenisi secara individual personal melainkan suatu  keadilan yang dapat diterima oleh semua orang. Bukan cuma itu, keadilan  dimaksud juga harus berlaku bagi alam semesta ini. Supaya bisa hidup  dengan berkeadilan maka moralitas  itulah pemandunya. Apa yang  dimaksudkan dengan hidup yang dituntun oleh moralitas. Saya mengusulkan  hal yang sederhana, yaitu hiduplah menurut martabat kita sebagai  manusia. Lalu bagiamana yang dimaksudkan dengan martabat manusia? Saya  mengusulkan lagi, yaitu hiduplah sebagaimana layaknya citra Sang  Pencipta. Apa itu citra Sang Pencipta? Dalam diri setiap manusia ada  citra Illahi yang dikaruniakan oleh Sang Pencipta. Dalam diri fana kita  ada kuasa Ilahi. Itulah, yang dalam posting lama, saya menyebutkannya  sebagai KASIH. Diri kita terbatas tetapi KASIH sungguh amat tak  terbatas.</p>
<p>Kerjakanlah KASIH dalam hidup kita setiap hari.  Siapapun kita karena KASIH adalah bahasa universal yang tidak boleh  dimonopoli oleh 1 kelompok tertentu. KASIH adalah bahasa bersama karena  itu adalah pengalaman bersama. Bukankah semua bayi dihidupkan oleh benda  yang sama, yaitu air susu? Bagaimana air susu bisa diperoleh bayi-bayi  itu jika bukan karena ada KASIH kerelaan dari si empunya? Dengan KASIH  maka prinsip antropsentris dapat diubah menjadi&#8230;ambil sesuai  kebutuhan, manfaatkan secara efektif dan efisien, konservasi nilai-nilai  kehidupan dan jangan meninggalkan sampah karena kita mendaurulangkan  kebaikan&#8230;.Dengan cara ini perjalanan kehidupan manusia bukanlah tiruan  dari sindroma Lemming melainkan suatu perjalanan menebarkan keadilan  yang dilakukan dengan penuh kasih sayang. Saya pikir hidup berkeadilan  dan penuh kasih adalah mudah diucapkan tetapi sunguh tidak mudah  dilaksanakan. padahal apalah hidup jika bukan pelaksanaan kata-kata.  Tapi jangan kuatir, kita bisa belajar dan itu bisa dimulai dari  sekarang. Tetap sulit?  Ya iyalah (bukan iya dong) tapi mau bagaimana lagi.  Tak Apa. C&#8217;est La  Vie. That&#8217;s the life. Itulah hidup. Jalani saja (karena hidup adalah  sesuatu yang baik).</p>
<h3><a title="Van Halen - Feels So Good (Official Music Video) WIDESCREEN" href="http://www.youtube.com/watch?v=I4BS9QN0Zeg"><strong>Van Halen</strong> &#8211; <strong>Feels So Good</strong></a></h3>
<p>Tabe Tuan Tabe Puan</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=511&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2011/04/01/sindroma-lemming-went-on-until-finally-youre-exhausted/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luiggimikerk.files.wordpress.com/2011/04/lemming3.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">lemming</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dolly, gus dur, ibunda tien, dan tahun baru: hati dan hari yang tak terselami</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2010/01/19/dolly-gus-dur-ibunda-tien-dan-tahun-baru-hati-dan-hari-yang-tak-terselami/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2010/01/19/dolly-gus-dur-ibunda-tien-dan-tahun-baru-hati-dan-hari-yang-tak-terselami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 01:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/2010/01/19/dolly-gus-dur-ibunda-tien-dan-tahun-baru-hati-dan-hari-yang-tak-terselami/</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, SELAMAT TAHUN BARU 2010. Semoga sahabat semua yang budiman dan budiwati sehat dan penuh berkat pada tahun yang baru ini. Itu dulu yang saya harus kasi ucap pada kesempatan pertama kali. Mengapa demikian? Oh ya, supaya saya tidak &#8220;didamprat&#8221; oleh sahabat blogger yang budiman. Apakah ada pengalaman untuk itu? Ya, ada dong [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=508&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dear Sahabat Blogger,</p>
<p style="text-align:justify;">SELAMAT TAHUN BARU 2010. Semoga sahabat semua yang budiman dan budiwati sehat dan penuh berkat pada tahun yang baru ini. Itu dulu yang saya harus kasi ucap pada kesempatan pertama kali. Mengapa demikian? Oh ya, supaya saya tidak &#8220;didamprat&#8221; oleh sahabat blogger yang budiman. Apakah ada pengalaman untuk itu? Ya, ada dong dan hal itu akan saya ceriterakan sehubungan dengan nama pertama dalam judul posting ini. Begini,</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 28 Desember lalu, dolly, ya nama ini tak lain dan tak bukan adalah isteri saya yang kinyis-kinyis, tepat berulang tahun ke 45. Saya pikir ada banyak harapan dan pergumulan dalam hatinya. Salah satunya, mungkin saja, adalah adanya perhatian ekstra dari suami terkasihnya. Ya, saya sendirilah. Tetapi ya ampyuuuunnnn&#8230;. sang suami, saya sendiri, mengawali hari dengan biasa-biasa saja. Semua berjalan normal kecuali 1 kecupan di kening&#8230;selamat HUT ya isteriku&#8230;.sudah dan hanya itu. Rupanya dolly kecewa. Dia berangkat ke kantor dan &#8230;. wuuuussszzzzz &#8230;. sejak siang sampai petang HP-nya dimatikan. Tak bisa dihubungi. Lalu saya tak tahu dia ada di mana. Setelah ke sana-kemari tak ketahuan juntrungan, tiba-tiba saya bisa mengontak dia dan&#8230;brrrrrrr&#8230;&#8230; berhamburan kata-kata keras dari dolly &#8230; &#8220;lu terlalu sibuk&#8221;&#8230;..&#8221;lu tidak punya waktu untuk beta&#8221;&#8230;. &#8220;lu urus saja diri sendiri&#8221; &#8230; waaaaaaa &#8230; dolly marah. Dia bertiwikrama. Intinya, dia protes keras karena HUT berjalan nyaris tanpa perhatian dari suami. Kejam oh kejam. Tetapi apa benar begitu? Heeiittt, jangan terburu-buru melancarkan vonis buruk kepada saya wahai bung dan soez. Hari itu, sebenarnya, saya tidak abai begitu saja kepada dolly dan HUT-nya. Sepintas memang saya tampak biasa-biasa saja tetapi diam-diam saya sedang menyiapkan kejutan untuknya. Ada hadiah khusus yang saya siapkan untuk mengejutkan dia. Tetapi sayang, sebelum saya mengejutkan dolly, saya sudah terlebih dahulu dikejutkan olehnya&#8230;.wuuueellleeeeehhhh&#8230;.emosi saya terpancing dan kami ribut besar hari itu &#8230; bla bla blaaa brrrr brrrr breketek wuuuhhgg heeeeghhh waaaawww wwwoowwww &#8230; Tetapi apakah dengan begitu hari itu kami berdua kehilangan cinta? Oh, tidak juga. Kami berdua akhirnya bisa menutup hari itu dengan damai. Cinta kami tidak hilang. Lha, cinta kok ya bertengkar hebat??? Dalamnya laut dapat diduga tetapi isi hati wanita? Tak ada yang tahu. Sayapun tidak dan cuma bisa bilang I love u full, dolly. Itulah hati yang tak terselami.</p>
<p style="text-align:justify;">Bicara soal hati yang tak terselami adalah Gus Dur, sang Guru Bangsa yang sudah pergi ke negeri abadi, merupakan satu teladan yang lain. Ketika dia pergi, semua kita tetap saja kaget kendati sudah mahfum bahwa Gus Dur lama sakit-sakitan. Dia adalah tokoh ulama Muslim yang humanis, nasionalis, demokrat dan sekaligus kontroversial. Saya kira kita semua sepakat tentang itu. Gus Dur adalah dedengkot NU. Gus Dur adalah pembela yang fanatik terhadap golongan minortas di negeri ini. Franky Sahilatua menyatakan dengan amat baik ketika menggambarkan sosok Gus Dur dalam hal itu&#8230;&#8221;Gus Dur adalah alamat. Gus Dur adalah addres bagi kami kaum minoritas. Dia mau mendengar. Dia mau dan berani membela&#8221;. Gus Dur juga pernah mengejutkan banyak orang di tahun 1980-an ketika dia menganjurkan untuk saling menyapa &#8220;selamat pagi&#8221; ketimbang mengucapkan uluk salam yang Islami. &#8220;Kita orang Indonesia&#8221; katanya. Dengan mengatakan begitu jelas dia adalah seorang Nasionalis tetapi sekaligus kontroversial. Cilakanya Gus Dur tak perduli dengan cap kontroversialnya itu. Mbah Soeharto almarhum pernah amat tersinggung gara-gara ucapan Gus Dur bahwa si mbah adalah orang bodoh. Akibatnya, Gus Dur mengalami kesulitan yang luar biasa besar ketika balas dikerjain si mbah. Puncak sikap kontroversial Gus Dur adalah ketika dia menyediakan diri dan mau menjadi presiden RI padahal seharusnya &#8220;hak itu&#8221; ada pada Megawati. Pada &#8220;tikungan terakhir&#8221; Megawati, sohibnya sendiri, disalip dan jadilah Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4. Humanis kok meelikng teman sendiri? Lalu, kapal Indonesia disetir bagai &#8220;the drunken master&#8221;. Julukan yang diberikan oleh Rizal Ramli, menterinya Gus Dur ketika itu. Kapal RI oleng ke kiri dan ke kanan sementara Gus Dur enak saja keluyuran ke luar negeri sambil mengatakan&#8230;&#8221;gitu aja kok repot&#8221;. Lalu kita sama tahu pada tanggal 23 Juli 2001, tanpa repot-repot Gus Dur dijatuhkan. Saya yang amat mengagumi Gus Dur sejak tahun 1980-an sering teramat bingung dengan pola tingkah lakunya. Ketika perilaku demokratisnya seolah tidak terbantahkan eh&#8230;..dengan enak Gus Dur mengatakan bahwa&#8230;&#8221;jikalau kyai anu sudah memerintah saya akan saya pasti aka melakukan. Lha, demokrat ko malah eksklusif? Di lain waktu situasi terbalik&#8230;&#8221;biar saya diperintah kyai polan tetapi demi masyarakat saya tak perduli&#8221;. Lha, humanis kok mencla-mencle? Tetapi di hari ketika Gus Dur pergi, saya termasuk orang pertama yang menaikkan bendera 1/2 tiang bahkan ketika belum ada pengumuman resmi untuk itu. Ternyata saya mengasihi orang ini. Banyak gagasannya baru dapat saya mengerti belakangan. Ah, Gus Dur sayang, selamat jalan. Sampeyan memang memiliki hati yang tak terselami.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 2 Januari 2010, persis sudah 1 tahun ibunda saya, Agustine Sabartinah, terkasih pergi menyusul kekasih hatinya, ayahanda SGT, ke negeri abadi. Ada sejuta kepedihan di hati saya tentang keprgiannya itu. Satu di antaranya harus saya akui hari ini, yaitu saya merasa &#8220;dibohongi ibunda&#8221;. Dia berjanji hanya pergi 2-3 bulan saja selama bulan hujan. &#8220;Nanti jikalau musim kemarau saya akan pulang&#8221;, demikian ibunda berjanji. &#8220;Kamu pulang dan bersihkan rumah supaya ketika saya pulang dia dalam keadaan bersih&#8221;, demikian perintahnya. Tetapi apa yang terjadi? Ibunda tidak pulang ke Kupang, dia malah berangkat ke negeri abadi. Berbohongkah ibunda? Tak sayangkah dia kepada anak dan cucunya yang amat mencintainya? Saya kira tidak juga tetapi itulah hati yang tak terduga. Saya kira suda memahamnya luar dalam tetapi nyatanya tidak juga. Ibunda sayang, I love you full. Selamat damai bersama ayahanda dan Tuhan. Engkau memiliki hati yang tak terselami.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2009 sudah kita tinggalkan. Semua yang terjadi sudah kita ketahui. Sudah tercatat dan menjadi sejarah. Tingal kita adalah mencari hikmahnya saja. Lalu, tahun 2010 sudah kita masuki. Apakah anda tahu apa yang akan terjadi di tahun 2010. Gelap Bung. Gelap Soez. Tak seorangpun tahu. Mama Loren dan Deddy Corbuzier-pun lebih banyak keliru ketimbang benarnya ketika mencoba meramal hari esok. Lalu apakah dengan demikian kita perlu untuk menghentikan perjalanan kita? Saya kira tidak perlu dan nyatanya tidak mungkin perjalanan kedepan terhenti. Hidup harus terus berlanjut bahkan ketika di depan kita adalah kepekatan kabut yang tak jelas. Hari di depan adalah hari yang samar-samar. Hari yang tak terselami.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia adalah makhluk paradoks. Pertama, dia adalah makhluk yang hanya akan bertindak ketika dia tahu. Saya makan karena saya tahu bahwa saya akan lapar jika tidak makan. Karena hari besok adalah gelap maka manusia memerlukan cara untuk menduga-duga hari besok. Cara baheula adalah dengan meramal menggunakan jasa para dukun. Cara moderen adalah dengan membuat visi dan misi lalu membuat perencanaan. Yang kedua, manusia selalu mau tahu lebih jauh lagi. Seolah-olah manusia sudah tahu semua hal lalu dia bertindak dan bersikap sok tahu akan segala perkara. Manusia adalah makhluk yang sebenarnya berpengetahuan terbatas tetapi memiliki wawasan yang tak terbatas. Singkat kata, manusia adalah makhluk yang tidak tahu tetapi sok tahu. Benturan keduanya membuat banyak hal menjadi tidak terselami. Cilakanya, manusia sering terlalu jumawa dan sok tahu. Dolly pikir bahwa suaminya sudah tidak punya perhatian. Nyatanya tidak begitu. Saya pikir dolly pasti suka dengan kejutan saya. Nyatanya dolly malah merasa kehilangan perhatian. Gus Dur berpikir semua orang harus memahami dia. Orang Indonesia pikir, mereka tahu semuanya tentang Gus Dur. Apa yang anda dan pikir tentang hari esok. Tahu atau sok tahu?</p>
<p style="text-align:justify;">Secara filosofis, ketimbang bersikap sok tahu lebih baik adalah belajar dengan penuh kerendahan hati. Jangan malu mengakui bahwa &#8230;&#8221;saya tak tahu banyak dan oleh karena itu saya perlu belajar banyak&#8221;. Manusia dengan keluasan wawasannya akan selalu mau tahu lalu bermimpilah dia. Marthen Luther King Jr. mengatakan bahwa &#8230;.&#8221;i have a dream&#8221;. Bagaimana mewujudkan mimpinya itu? Marten Luther Kin Jr. belajar dan bekerja. Dengan belajar maka impian tentang harapan hati dan cita-cita hari esok bukan cuma mimpi. Maka, saya mau terus belajar tentang Dolly, Gus Dur, Ibunda dan hari-hari mendatang. Andapun seharusnya begitu. Itulah yang harus dilakukan manusia guna memahami hati yang tak terselami. Hari yang tak terselami. So, BELAJAR-lah. Selamat menempuh perjalanan hati dan hari. Tuhan memberkati anda di tahun yang baru. That&#8217;s all dear folks.</p>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><strong>ABBA &#8211; I Have A Dream</strong></span></h1>
<p style="text-align:justify;">Tabe Tuan Tabe Puan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=508&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2010/01/19/dolly-gus-dur-ibunda-tien-dan-tahun-baru-hati-dan-hari-yang-tak-terselami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cecilia dan dialektika: habis gelap terbitlah terang</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/11/13/cecilia-dan-dialektika-habis-gelap-terbitlah-terang/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/11/13/cecilia-dan-dialektika-habis-gelap-terbitlah-terang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, Tahun dulu, sekitar tahun 1980-an, masa ketika saya masih imut-imut, belum amit-amit seperti sekarang ini, pernah saya menyaksikan wawancara antara Eddy Soed (ES &#8211; sekarang sudah almarhum) sebagai host acara (Kamera Ria Safari di TVRI) bersama seorang penyanyi pria nan kesohor. Ya, saya menyebutannya saja sebagai penyanyi tersohor (PT). Percakapan di dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=497&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwP4r62J4I/AAAAAAAABg4/OC5KIC8tMQA/s1600-h/New+Picture+%2878%29.png"><img style="width:93px;float:right;height:118px;cursor:pointer;margin:0 0 10px 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwP4r62J4I/AAAAAAAABg4/OC5KIC8tMQA/s200/New+Picture+%2878%29.png" border="0" alt="" /></a><a href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwPsnRhViI/AAAAAAAABgo/51dEfg89qBA/s1600-h/New+Picture+%2877%29.png"><img style="width:118px;float:right;height:89px;cursor:pointer;margin:0 0 10px 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwPsnRhViI/AAAAAAAABgo/51dEfg89qBA/s200/New+Picture+%2877%29.png" border="0" alt="" /></a><span style="color:#ff6600;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Dear <span style="color:#339999;">Sahabat</span> Blogger</span></span>,</p>
<div style="text-align:justify;">Tahun dulu, sekitar tahun 1980-an, masa ketika saya masih imut-imut, belum amit-amit seperti sekarang ini, pernah saya menyaksikan wawancara antara Eddy Soed (ES &#8211; sekarang sudah almarhum) sebagai host acara (Kamera Ria Safari di TVRI) bersama seorang penyanyi pria nan kesohor. Ya, saya menyebutannya saja sebagai penyanyi tersohor (PT). Percakapan di dalam wawancara itu kurang lebih begini (saya cukup ingat):</p>
<blockquote><p>ES: wah suara Bung xx bagus sekali dan masih terjaga dengan baik sampai sekarang. Apa sih resepnya?<br />
PT : wah terima kasih tetapi resepnya sederhana saja. Berdoa.<br />
ES: iya sudah barang tentu kita harus berdoa tetapi maksud saya apakah ada upaya lain?<br />
PT: tidak, cuma ya itu tadi, berdo&#8217;a.<br />
ES: iya Bung xx, tapi apakah tidak perlu latihan rutin, menjaga stamina atau menjaga tidak makan sembarangan misalnya?<br />
PT: iya, berdo&#8217;a<br />
ES: ya sudah, tepuk tangan yang meriah untuk Bung xx</p>
<p>(prok prok prok prok keeepppprrrooookkkk, begitulah suara tepuk tangan membahana)</p></blockquote>
<p>Saya bingung dan sekaligus &#8220;<em>eneg</em>&#8221; dengan cara PT menjawab. Apa iya, cukup dengan berdoa? Soalnya, saya menyaksikan sendiri bahwa ada banyak orang yang tiap hari rajin berdoa tetapi suaranya tetap saja tidak bagus-bagus amat kalau tidak mau dibilang pas-pasan. Singkat kata, sebagai pemirsa saya gondok karena tidak bisa belajar sesuatu tentang cara bernyanyi yang baik. Kendati saya satu agama dengan mister PT, dan oleh karena itu saya juga rajin berdoa seperti dia juga tetapi suara saya tidak merdu-merdu amat, saya dongkol berat. Memalukan. Tidak cukup hal positif yang bisa saya petik dari situ. Seandainya saja ketika itu lalu lintas omongan di antara kedua orang itu berjalan seperti ini:</p>
<blockquote><p>ES: wah suara Bung xx bagus sekali dan masih terjaga dengan baik sampai sekarang. Apa sih resepnya?<br />
PT : Waaah, terima kasih tetapi resepnya sederhana saja. Berdoa.<br />
ES: Ah, apa iya cuma berdoa, saya toh juga berdoa tetapi suara saya nggak bagus tuh?<br />
PT: iya mas, tetapi yang saya maksudkan adalah sambil berdoa, saya juga rajin berlatih saban hari&#8230;..<br />
ES: Ok, tetapi saya tidak yakin hanya begitu saja karena apakah suara akan tetap baik jika tenggorkan saya sering terkena radang gara makan sembarangan?<br />
PT: Oh iya juga sih Bung, anda saja yang tidak sabar karena saya tadi pas saya mau ngomong begitu, sampeya sudah main potong ucapan saya&#8230;ya, saya selain berlatih tetapi juga tidak sembarangan maka katak, ular, cicak, buaya dan lain-lainnya itu Mas&#8230; tapi ya&#8230;jangan lupa&#8230;..rajin berdoa juga yaaaaa&#8230;..<br />
ES: he he he &#8230;baiklah &#8230;ayoooo semuanya saja &#8230;. tepuk tangan yang meriah untuk Bung xx</p>
<p>(prok prok prok prok keeepppprrrooookkkk, begitulah suara tepuk tangan membahana)</p></blockquote>
<p>Sahabat terkasih, apakah anda melihat perbedaan di antara dua skenario wawancara di atas? Tak perlu repot-repot. Saya kasih tahu saudara bahwa ada perbedaan di antara keduanya. Wawancara pertama tidak menambah ilmu apa-apa bagi saya sedngkan pada wawancara kedua saya mendapat pengetahuan baru bahwa agar suara menjadi indah maka perlu beraltih, menjaga pola konsumsi dan juga rajin berdoa. Wawancara kedua menghasilkan hal yang amat positif. Tetapi lihatlah, pada wawancara kedua. Di situ terjadi proses saling menyangkal terlebih dahulu sebelum tiba pada konklusi positif pada akhirnya. Anda lihat, positivitas dihasilkan melalui proses yang penuh negativitas. Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengatakan hal itu sebagai dialektika. Ya, kita bisa menemukan kebaikan setelah sebelumnya kita terlibat dalam suatu proses yang saling menyangkal, menyakitkan dan negatif.</p>
<p>Pada titik ini, teringat akan sebuah lagu, yang menurut saya teramat keren, yang dinyanyikan oleh duet fenomenal favorit saya, &#8220;Simon &amp; Garfunkel&#8221;. Lagu itu berjudul &#8220;Cecilia&#8221;. Coba dengarkan ini:<br />
<span style="font-size:180%;"><br />
</span></p>
<div class="video-long-title" style="text-align:center;"><span style="font-size:130%;"><a id="video-long-title-S2e1Rpn5WGs" class="yt-uix-hovercard-target" title="Paul Simon -- Cecilia" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=S2e1Rpn5WGs"><strong>Paul Simon</strong> &#8212; <strong>Cecilia</strong></a></span><br />
<span style="font-size:85%;">dan berikut ini versi aslinya</span></div>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:180%;"><a style="color:#993399;font-weight:bold;" title="Symon &amp; garfunkel - cecilia - 1970" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=SvlM67QT-4E&amp;feature=related">Paul Simon &amp; Art Garfunkel &#8211; Cecilia</a></span></p>
<div style="text-align:justify;">
Mula-mula saya menyukai lagu ini karena <em>beat</em> dan sinkup lagunya yang luar biasa dan dinyanyikan dalam harmoni yang tak kalah luar biasanya. Dan saya tidak berboh<a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwR9jcEadI/AAAAAAAABhA/WTfRhTufiHM/s1600-h/New+Picture+%2876%29.png"><img style="width:128px;float:left;height:113px;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwR9jcEadI/AAAAAAAABhA/WTfRhTufiHM/s200/New+Picture+%2876%29.png" border="0" alt="" /></a>ong kepada sauara-saudara tetang hebatnya lagu ini karena lagu yang diciptakan oleh Paul Simon pada tahun 1970 ini menduduki tangga lagu # 4 di US chart. Sesudahnya tercatat lusinan pemusik dan penyanyi merekam kembali lagu ini dalam interpretasi mereka sendiri. Group Ace of Base, Madness, Faith No More dan Counting Crows adalah beberapa di antaranya. Lagu ini juga dimasukkan sebagai lagu thema di beberapa film Hollywood misalnya The Sopranos dan The Right Place Time. Oh iya, saya juga ingin mengatakan bahwa judul lagu ini sebenarnya mengingatkan saya kepada seorang sahabat masa kecil saya, ketika masih di bangku SD. Dia adalah tetangga saya yang juga bernama Cecilia. Entah di mana dia berada kini. Tak tahu lagi di mana rimbanya. Singkat kata, lagu ini adalah lagu yang bagus dan keren.</p>
<p>Belakangan baru saya sadari bahwa lagu ini bagus bukan semata-mata karena <em>beat</em> dan harmonisasi-nya saja yang hebat tetapi ada kekuatan tersendiri di balik lirik-liriknya. Salah satu interpretasi makna liriknya mengatakan bahwa lirik lagu ini berceritera tentang seorang kekasih yang berperilaku tidak menentu (<span style="font-style:italic;">capricious lover</span>) yang mendatangkan kesedihan yang amat sangat (<span style="font-style:italic;">anguish</span>) dan sekaligus kegirangan, yang juga teramat sangat, (<span style="font-style:italic;">jubilation)</span> bagi pasangannya. Bayangkan saja, baru saja si penyanyi kegirangan karena selesai bercinta eeehhhhh si Cecilia lenyap ketika ditinggal sebentaran ke kamar mandi. Cecilia melompat ke pelukan orang lain. Pada muanya si penyanyi membayangkan kekasih yang baik. Cecilia menjawab &#8230; s<span style="font-style:italic;">orry sir,  i&#8217;m not</span>. <span style="font-style:italic;">Gue kabur acchhh</span> &#8230;. Si penyanyi berharap dan memohon&#8230; c<span style="font-style:italic;">&#8216;mon home Cecilia</span> &#8230;. dan &#8230;wwwoouuw &#8230;. <span style="font-style:italic;">jubilation</span>&#8230;.Cecilia pulang kerumah dan &#8230; heii &#8230; <span style="font-style:italic;">loves him again</span>. Gilaaaa. Si penyanyi tertawa berguling-guling di lantai. Luar biasa. <span style="font-style:italic;">Amazing</span>. Ternyata, ada juga  dialektika di dalam dunia percintaan. Thheeerrrrrrllaallhhhuuuu&#8230;..</p>
<p>Lalu, apa ada hubungan antara Cecilia, <em>capricious lover, anguish, jubilation</em> dan dilektika. Untuk memahami hubungan ini, karang saya mencoba untuk meletakannya secara bersamaan dengan dinamika politik dan hukum kontemporer di Indonesia. Hari-hari belakangan ini kita di Indonesia dipusingkan dengan dampak perseteruan di antara cicak VS buaya VS godzilla VS kad<a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwUPebBxzI/AAAAAAAABhY/9qOgQpKHe7U/s1600-h/New+Picture+%2882%29.png"><img style="width:121px;float:right;height:92px;cursor:pointer;margin:0 0 10px 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwUPebBxzI/AAAAAAAABhY/9qOgQpKHe7U/s200/New+Picture+%2882%29.png" border="0" alt="" /></a>al dan entah apa lagi namanya itu. Pada awalnya adalah pesoalan hukum lalu merembet ke soal-soal politik. Mula-mula polisi dan jaksa mengatakan Bibit dan Chandra (BC) tersangka dalam kasus korupsi lalu ditahan. Satu juta Facebookers marah. BC menyangkal dan memberikan perlawanan. Mahkamah konstitusi membuka rekaman hasil sadapan KPK dan&#8230;.bbrrrrrrgghhhh&#8230;..Satu juta Facebookers marah. SBY bingung. Semula belia mengataan bahwa &#8230;. &#8220;saya tidak bisa campur tangan&#8221;&#8230;eeehhh&#8230;2 hari kemudian, menghadapi tekanan politik dari publik, beliau membentuk tim 8 dan lalu seminggu kemudian tim 8 menyimpulkan: &#8220;perkara BC tak bisa diteruskan karena bukti-bukti lemah&#8221;. Eh, Polri dan Kejakgung menyangkal kesimpulan komisi 8. Komisi III DPR &#8220;bersimpati&#8221; kepada Polri dan Kejakgung lalu bertepuk tangan dan berfoto bersama-lah mereka bareng tamu-tamunya yang menyambangi gedung DPR/MPR. Pengacara BC menyangkal bukti-bukti dari Polisi. Pengacara Anggodo mengatakan bahwa kliennya idak bersalah. Tiba-tiba Wiliardi Wizard berteriak di pengadilan Antasari Azhar &#8230; &#8220;gue cabut BAP karena sudah diskenariokan oleh petinggi Polri&#8221;&#8230; &#8220;Antasari memang sudah disasar untuk ditumbangkan Polisi&#8221;. Antasari menangis karena merasa terdzolimi. Tetapi besoknya Polisi menyangkal&#8230;.walaahhh&#8230;si WW dan AA bohong tuh, buktinya nih liat videonya waktu diperiksa, mereka cuma ketawa-ketawa tuh&#8230;. Adnan Buyung mengataan bahwa &#8220;ada gerakan operasi intelijen di balik pelemahan KPK&#8221;. Begitulah terjadi setiap hari. Satu pihak menyatakan sesuatu, besoknya dibantah oleh pihak lainnya. Ah, entahlah besok pernyataan dan bantahan terhadap pernyataan apa lagi. Lalu, rakyat dibuat bingung dan bengong. Di mana kebenaran. Adakah kebenaran bisa ditemukan dari ceritera yang saling menyangkal itu? Jangan-jangan semua ini adalah dialektika hari ini, yang memang harus terjadi, sebelum Indonesia berubah menjadi lebih baik besok hari.</p>
<p>Jujur saja, sayapun bingung tetapi dari pada bingung berkepanjangan maka baiklah saya mengajak, jikalau sahabat sudi, marilah kita coba menumpang pada filsafat kritis dari Hegel. Kebaikan bisa lahir karena ada saling menyangkal. Filsafat, sejak Aristoteles, amat memuja ketenangan. Hidup adalah untuk mengejar kebaikan dan menghindarkan penderitaan. Jauhkan pertentangan dan sangkal-menyangkal. Itu adalah penderitaan. Akan tetapi Hegel berpikir bahwa manusia adalah sebuah proses pencarian dan pembentukan. Di dalam proses itu manusia harus terus bergerak menuju kebahagiaan. Di situ, mau tidak mau ketidak tenangan harus dihadirkan guna menghindarkan kemapanan. Tesis harus dilawan dengan antitesis. Kritik mengeritik dan sangkal menyangkal diperlukan guna menghindari kemapanan. Mengapa demikian? Ya, karena ketika kritik ditiadakan maka yang terjadi adalah kebahagiaan dan ketenangan yang palsu dan artifisial. Ketika kritik ditiadakan maka kebaikan bisa datang semata-mata hasil tafsiran sekelompok orang yang disebut sebagai penguasa. Baik menurut sang penguasa haruslah baik untuk semua rahayat. Besar maupun kecil.</p></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">
Pengalaman empirik Bangsa Indonesia di masa ORBA menunjukan bukti kuat untuk itu. Semua yang menurut Soeharto baik adalah baik juga untuk semua orang. Jikalau menurut Tutut, Bambang dan Tommy berdagang dengan cara makelar adalah yang tebaik bagi Indonesia maka memang harus begitulah adanya tak perduli seberapa korupnya sistem itu. Toh Indonesia mengalami swasembada pangan, ketenangan dan keteraturan keamanan. Betulkah demikian? Mohon maaf, jawabannya adalah tidak. Ketika krisis besar di tahun 1997 datang menerpa, jatuhlah Indonesia kedalam malapetaka hutang dan krisis. Imbasnya masih terasa sampai hari ini. Inilah harga yag harus dibayar oleh minimnya kritik. Nihilnya dialektika. Kemapanan ternyata membawa celaka. Oleh karena itu, kritiklah kemapanan. Saling mengkritiklah kita. Hiduplah dalam situasi saling sangkal menyangkal. Pertarungan di antara tesis dan anti-tesis memaksa orang untuk terus menemukan tesis yang lebih baik. Lantas dari sana, kebenaran dan ketenangan sejati, yang tidak semu, dapat ditemukan. Bukan oleh segelintir orang, yang disebut elit, melainkan oleh kesepakatan banyak orang. Kebenaran tak boleh dimonopoli elit. Dia milik semua orang.</p>
<p>Sedemikian perlukah dialektika? Tak pasti juga tetapi marilah kita tengok apa kata Hegel tentang keutamaan dialektika. Dia bilang begini: &#8220;dengan demikian yang benar adalah kegilaan dari tari dewa mabuk &#8230; (bakhantik &#8211; yang berasal dari kata Dewa Bacchus yang adalah dewa<a href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwSf03RnHI/AAAAAAAABhI/J8t7Wl1ZmCw/s1600-h/New+Picture+%2880%29.png"><img style="width:129px;float:left;height:115px;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwSf03RnHI/AAAAAAAABhI/J8t7Wl1ZmCw/s200/New+Picture+%2880%29.png" border="0" alt="" /></a> anggur). Apa maksudnya ini? Franz Magnis Suseno membuat penafsiran yang sangat elok, yaitu berproseslah secara bersemangat bak orang mabuk dalam mencari kebenaran, bila perlu bertengkar dan saling menyangkal. Pada akhirnya adalah ketenangan bak orang mabuk yang tertidur lelap dalam kelelahan setelah menari-nari tak keruan. Setelah pertengkaran panjang dan melelahkan, percayalah akan ada hal-hal benar dan benar yang berhamburan yang dapat kita petik. Dan dunia menjadi tenang. Kedamaian datang setelah bertengkar.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">
Persoalannya adalah sangkal menyangkal dan bertengkar seperti apa yang dapat mendatangkan kebaikan? Merujuk kepada Hegel, jawabannya adalah berpikir kritis. Apa esensi berpikir kritis? Ini dia Bung dan Zoes: dialog <span style="font-style:italic;">zonder</span> pakai kekerasan. Ya jelas terang benderang: <span style="font-weight:bold;">dialog</span> dan bukannya &#8220;<span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">dia loe gue</span>&#8221; suka-suka sendiri lantas <span style="font-style:italic;">berantem </span>terus menerus tak <span style="font-style:italic;">keruan</span>. Saling gampar, saling bunuh dan atau saling meniadakan. Maka itu<span style="font-style:italic;">, </span>biarkan KPK, Polisi, Jaksa, Pengacara, Hakim, para tertuduh dan tersangka, Facebookers dan juga kita semua bertengkar tetapi jangan saling me-negasi. Silakan saling berdialog sekritis mungkin karena sesudah itu semua akan tenang kembali. Kebenaran akan datang memunculkan dirinya di ujung pertengkaran. <span style="font-style:italic;">So</span>, ikuti saja semua pertengkaran sembari menarik hikmah dan menghindarkan perilaku destruktif. Percayalah. Tuhan tidak tidur. Ada waktunya Dia menunjukkan kebenaran dihadapan para pemabuk yang lelah itu. Habis bertengkar da<a href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwS68cBjNI/AAAAAAAABhQ/YBLpJ1Kac6A/s1600-h/New+Picture+%2881%29.png"><img style="width:125px;float:right;height:83px;cursor:pointer;margin:0 0 10px 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwS68cBjNI/AAAAAAAABhQ/YBLpJ1Kac6A/s200/New+Picture+%2881%29.png" border="0" alt="" /></a>tanglah damai. Habis gelap terbitlah terang. Apakah Hegel benar? Silakan anda nilai sendiri. Kalau saya memilih untuk percaya bahwa Tuhan adalah benar. Kata-NYA: &#8220;sehabis hujan akan tampak pelangi nan indah&#8221;. Nah lho, apakah dengan percaya kepada Tuhan maka berpikir kritis harus ditiadakan? Ya, tidak juga. Bagaimana caranya percaya kepada Tuhan tetapi tetap kritis? Eh, nanti lain kali saya posting. Sekarang cukup ini saja dahulu. Itu saja Broth&#8217; and Sista&#8217;.</p>
<p><span style="color:#3333ff;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Tabe Puan <span style="color:#ff0000;">Tabe Tuan</span></span></span></div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=497&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/11/13/cecilia-dan-dialektika-habis-gelap-terbitlah-terang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwP4r62J4I/AAAAAAAABg4/OC5KIC8tMQA/s200/New+Picture+%2878%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwPsnRhViI/AAAAAAAABgo/51dEfg89qBA/s200/New+Picture+%2877%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwR9jcEadI/AAAAAAAABhA/WTfRhTufiHM/s200/New+Picture+%2876%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwUPebBxzI/AAAAAAAABhY/9qOgQpKHe7U/s200/New+Picture+%2882%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwSf03RnHI/AAAAAAAABhI/J8t7Wl1ZmCw/s200/New+Picture+%2880%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SvwS68cBjNI/AAAAAAAABhQ/YBLpJ1Kac6A/s200/New+Picture+%2881%29.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>cicak dan buaya dan kita semua: belajarlah dari ebony &amp; ivory</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/11/01/cicak-dan-buaya-dan-kita-semua-belajarlah-dari-ebony-ivory/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/11/01/cicak-dan-buaya-dan-kita-semua-belajarlah-dari-ebony-ivory/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 02:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, &#160; Satu dua hari belakangan ini, kita di Indonesia disibukkan dengan hingar bingar berita seputar &#8220;polisi VS KPK&#8221;, yang pernah dimetaforaka sebagai &#8220;cicak VS buaya&#8221;. Cicak adalah KPK sedangkan Buaya adalah polisi. Konon, Susno Duadji, seorang petinggi di jajaran kepolisian, pernah mengatakan begitu dan sudah barang tentu cicak bukanlah tandingan sang buaya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=493&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-body entry-content"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SuzxmLDnL0I/AAAAAAAABgQ/9uch_NdT9rA/s1600-h/New+Picture+%2873%29.png"><img style="float:right;cursor:pointer;width:121px;height:124px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SuzxmLDnL0I/AAAAAAAABgQ/9uch_NdT9rA/s200/New+Picture+%2873%29.png" border="0" alt="" /></a><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;color:#ff6600;">Dear <span style="color:#339999;">Sahabat</span> Blogger</span></span>,
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">Satu dua hari belakangan ini, kita di Indonesia disibukkan dengan hingar bingar berita seputar &#8220;polisi VS KPK&#8221;, yang pernah dimetaforaka sebagai &#8220;cicak VS buaya&#8221;. Cicak adalah KPK sedangkan Buaya adalah polisi. Konon, Susno Duadji, seorang petinggi di jajaran kepolisian, pernah mengatakan begitu dan sudah barang tentu cicak bukanlah tandingan sang buaya. Pernah mendengar lagu &#8220;cicak di dinding&#8221;?. Ah, anda yang pernah kecil pasti kenal betul lagu itu. Hafal liriknya. Dalam kontek barang perkara &#8220;cicak VS buaya&#8221;, liriknya mungkin perlu diubah menjadi begini:
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>Cicak cicak di dinding<br />
diam-diam menyadap<br />
datang seekor buaya<br />
haaaaaapppp&#8230;.<br />
cicak pun pingsan</p></blockquote>
<p>Bagaimana, setujukah? Mungkin anda kurang setuju tetapi maaf dalam dunia nyata di Indonesia hari-hari belakangan ini, itulah kenyataannya. Polisi dengan berbagai dalih akhirnya menangkap Bibit dan Chandra. Dua petinggi KPK yang sebelumnya telah dilucuti kekuasaannya alias di non-aktifkan. Polisi dan juga, Presiden SBY dan juga Deny Indrayana yang jauh hari sebelum diangkat menjadi staf khusus presiden terkenal bermulut tajam terhadap berbagai kisah korupsi tetapi belakangan berubah manis, yakin betul bahwa penahanan itu adalah konsekuensi logis dari pelaksanaan proses hukum. Akan tetapi banyak pihak di luar &#8220;dia-dia orang&#8221; yang, kendati meyakini kebenaran proses hukum, berpendapat bahwa proses penaanan Bibit dan Chandra amat bertentangan dengan perasaan keadilan masyarakat. Konon para facebooker sejumlah hampir 200.000 orang memilih untuk berada di belakang Bibit dan Chandra yang dianggap sebagai &#8220;simbol perlawanan&#8221; terhadap upaya kriminalisasi dan pelemahan KPK. Kegeraman sebagian orang semakin meninggi ketika mister Anggodo Wijaya, sang penelepon yang tersadap KPK mendatangi Mabes Polri guna melaporkan KPK karena merasa tercemar nama baiknya. Entahah, apakah sebelumnya mister Anggodo terkenal memiliki reputasi bernama baik.</p>
<p>Begitulah, sahabat blogger terkasih, situasi Indonesia di akhir bulan Oktober dan memasuki bulan November. Panas dan Panas. Mungkin terpengaruh kondisi iklim Indonesia yang amat panas di musim kemarau panjang yang diperkuat oleh munculnya fenomena &#8220;EL Nino&#8221;. Saya tak mau ikut-ikutan latah melakukan analisis siapa benar dan siapa salah. Silakan anda membuka lembar koran dan atau membuka halaman-halaman berita di dunia internet untuk membaca dan menganalisinya sendiri. Simpulkan sendiri dan lalu katakan kepada hati nurani anda, kemana rasa keadilan anda akan berpihak. Saya cuma sekedar heran mengapa polisi dan KPK harus terlibat dalam perseteruan seperti itu. Banyak pihak mengatakan bahwa yang bertengkar adalah oknum dan bukan lembaga. Pernyataan itu benar tetapi pertanyaan saya adalah apakah lembaga jika bukan terdiri atas oknum-oknumnya? Setahu saya polisi dan KPK adalah produk huku resmi milik semua warga bangsa. Polisi ada untuk menalankan ketertiban umum dengan motto &#8220;<span style="font-style:italic;">to protect and to serve</span>&#8220;. Bukankah KPK diadakan oleh kita semua agar kesejahteraan umum sebagaimana yang dimaksudkan di dalam Pembukaan UUD 1945 dapat berjalan tanpa &#8220;dicuri&#8221; oleh penyelenggaranya? Lalu, mengapa keduanya bertentangan? Atau jangan-jangan pemberi metafora &#8220;Buaya VS Cicak&#8221; terinspirasi oleh proses liar di dalam ekosistem alami, yaitu rantai dan jejaring makan.</p>
<p>Di alam, adalah tikus makan padi, ular makan tikus, ular dimakan elang dan seterusnya sampai ke puncak piramida makan-memakan, yaitu pemangsa terbesar adalah dia yang memakan semua yang berada di level bawahnya. Lawan dihancurkan. Bila perlu cukup dengan sekali <span style="font-style:italic;">kremus</span>-an. Tingkat makan memakan di dalam ekosistem alam itu dipahami sebagai upaya guna menggambarkan bahwa supaya hidup adalah sah saya memakan semua yang lebih lemah dari pada saya. Lah, supaya tidak musnah dimakan maka semua yang berada di level bawah hendaknya berusaha memakan apa saja yang bisa dikalahkan. Dan bagi yang mereka yang terlalu lemah untuk memakan maka yang dikebangkan adalah taktif defensif. Tumbuhan kaktus yang tidak bisa memakan kambing lalu mengembagkan duri untuk melindunginya. Kembang Mawar yang cantik tetapi lemah itupun memilih jalan serupa kaktus untuk melindungi dirinya. Rumput kecil lemah itupun sebenarnya tak berdaya ditelan si sapi dan si api. Sekali ragut habislah dedaunannya. Benar begitu? Belum tentu. Dengan &#8220;amat licik&#8221;, si rumput menyembunyikan titik tumbuhnya di bawah permukaan tanah sehingga kedati daunnya habis ditelan mangsa tetapi rumput tetap hidup. Bekerja sama dengan semua organ renik pengurai, si rumput diam-diam memperkaya diri di dalam tanah dan &#8230;ccccuurrrrrr&#8230;.begitu datang guyuran hujan, tumbuhah dia kembali penuh gaya di padang hijau itu. Begitulah di dalam alam, semua memakan semua dan semua berupaya menipu semua. Dalam konteks ini, buaya memang pemangsa yang lebih tangguh ketimbang cicak tetapi awas&#8230;.cicak bisa menipu. Ketika datang bahaya, ekorpun diputuskannya dan heeeeiiii&#8230;cicakpun lari bersembunyi sembari mengintip peluang untuk memakan nyamuk. Lihatlah, si cicakpun ternyata adalah pemangsa juga bukan?</p>
<p>Jadi bagaimana? Pertama, polisi dan KPK dan kita semua tidak hidup di dalam rimba raya tempat berlangsungnya proses makan memakan secara bebas demi hidup; Kedua, Polisi dan KPK dan kita semua ada dalam keunikan struktur dan fungsi sendiri-sendiri tetapi sekaligus dengan itu kita semua terpanggil oleh suatu keterarahan untuk berbuat baik, yaitu apa yang disebut sebagai panggilan hati nurani; Ketiga, jikalau benar bahwa kita memiliki nurani maka apa yang seharunya kita lakukan adalah bekerja dalam semua tugas dan fungsi kita masing-masing, sebaik-baiknya dalam harmoni yang sama agar terpancar kebaikan, kemuliaan dan kasih sayang. Untuk itu kita bisa belajar dari gading Ivory yang di dalam deretan tuts piano berfungsi untuk menghasilkan nada-nada mayor. Lalu berdampingan dengannya adalah potongan bilah kayu Ebony yang bertugas untuk menghasilkan nada-nada minor. Di tangan seorang komposer atau artist yang baik maka perpaduan antara Ivory dan Ebony menghasilnya nada-nada merdu<a href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SuzxmelvuvI/AAAAAAAABgY/7FZLdUP-H9s/s1600-h/New+Picture+%2874%29.png"><img style="float:right;cursor:pointer;width:131px;height:99px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SuzxmelvuvI/AAAAAAAABgY/7FZLdUP-H9s/s200/New+Picture+%2874%29.png" border="0" alt="" /></a> yang menyuarakan keindahan, kebaikan dan kasih sayang. Thomas Aquinas mengatakan bahwa &#8220;kita satu pada diri sendiri (<span style="font-style:italic;">unum in se</span>)&#8221; dan sekaligus &#8220;kita juga satu dalam keterarahan tujan yang sama (<span style="font-style:italic;">unum ordinis</span>)&#8221;. So, belajarlah kawan, untuk hidup berda<a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Suzx6OZqotI/AAAAAAAABgg/3gsL79Uacxo/s1600-h/New+Picture+%2875%29.png"><img style="float:left;cursor:pointer;width:129px;height:129px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Suzx6OZqotI/AAAAAAAABgg/3gsL79Uacxo/s200/New+Picture+%2875%29.png" border="0" alt="" /></a>mpingan secara harmonis kendati kita berbeda. Saya mau mengasihi anda justru karena anda berbeda dari saya. Jikalau Ebony dan Ivory bisa, mengapa kita tidak?</p>
</div>
<div class="video-long-title" style="text-align:center;"><span style="font-size:180%;"><a id="video-long-title-TZtiJN6yiik" class="yt-uix-hovercard-target" title="Ebony and Ivory - Paul McCartney and Stevie Wonder" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=TZtiJN6yiik"><strong><span style="color:#000000;">Ebony </span>and <span style="color:#ffcc33;">Ivory</span></strong> </a></span><br />
<a id="video-long-title-TZtiJN6yiik" class="yt-uix-hovercard-target" title="Ebony and Ivory - Paul McCartney and Stevie Wonder" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=TZtiJN6yiik">Paul McCartney and <strong>Stevie Wonder</strong></a>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align:left;"><span style="color:#000099;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Tabe Puan <span style="color:#ff0000;">Tabe Tuan</span></span></span></div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/493/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=493&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/11/01/cicak-dan-buaya-dan-kita-semua-belajarlah-dari-ebony-ivory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SuzxmLDnL0I/AAAAAAAABgQ/9uch_NdT9rA/s200/New+Picture+%2873%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SuzxmelvuvI/AAAAAAAABgY/7FZLdUP-H9s/s200/New+Picture+%2874%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Suzx6OZqotI/AAAAAAAABgg/3gsL79Uacxo/s200/New+Picture+%2875%29.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Jerman punya gen menang&#8221;&#8230;ga asal ngomong tuh mister???</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/10/11/jerman-punya-gen-menang-ga-asal-ngomong-tuh-mister/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/10/11/jerman-punya-gen-menang-ga-asal-ngomong-tuh-mister/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 04:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, Menyaksikan pertandingan kualifikasi Piala Dunia Afrika Selatan 2010 zona Eropa antara Rusia VS Jerman, menimbulkan semangat tersendiri. Jerman menang 1-0 atas Rusia. Gol si Raja Udara Miroslav Klose memenangkan Jerman. Satu umpan dari Mezut Ozil yang nyaris menyentuh tanah, masih sempat ditanduk oleh Klose dengan kecepatan dan akurasi yang mengagumkan dan GOOOOLLLLL. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=491&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFSnA_OF6I/AAAAAAAABf4/9M-UtLSjjW8/s1600-h/New+Picture+%2871%29.png"><img style="float:right;cursor:pointer;width:137px;height:102px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFSnA_OF6I/AAAAAAAABf4/9M-UtLSjjW8/s200/New+Picture+%2871%29.png" border="0" alt="" /></a><span style="color:#ff6600;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Dear <span style="color:#339999;">Sahabat</span> Blogger</span></span>,</p>
<div style="text-align:justify;">Menyaksikan pertandingan kualifikasi Piala Dunia Afrika Selatan 2010 zona Eropa antara Rusia VS Jerman, menimbulkan semangat tersendiri. Jerman menang 1-0 atas Rusia. Gol si Raja Udara Miroslav Klose memenangkan Jerman. Satu umpan dari Mezut Ozil yang nyaris menyentuh tanah, masih sempat ditanduk oleh Klose dengan kecepatan dan akurasi yang mengagumkan dan GOOOOLLLLL. Pergilah Jerman dengan sebuah tiket ke Afrika Selatan. Selamat, Jerman. Sori, Rusia.</p>
<p>Pengaruh kemenangan Jerman atas Rusia berimbas juga pada semangat saya untuk membuat sebuah posting baru setelah berhenti 3 minggu lamanya. Tetapi sejujurnya bukan kemenangan itu yang secara langsung menerbitkan kembali selera saya untuk membuat posting baru melainkan sebuah ucapan dari <span style="font-style:italic;">mister</span> Joachim Jogi Loew (JJL) ketika melakukan jumpa pers pascapertandingan. Dan perhatikanlah ucapan si mister JJL yang saya kutip dari www.goal.com berikut ini:</p>
<div style="text-align:center;">
<blockquote><p>&#8220;Aku rasa para pemain sudah punya gen juara dalam diri masing-masing,&#8221;</p></blockquote>
<div style="text-align:justify;">Mari kita tengok sebentar alasan mengapa sampai si mister berujar demikian.</p>
<p>Kita tahu bahwa selama 90 menit pertandingan + masa <span style="font-style:italic;">injury time</span> kesebelasan Jerman, seperti biasa, tidaklah menampilkan permainan yang menawan kecuali daya juangnya. Rusia mendominasi dan membombardir gawang jerman dengan lebih dari 10 kali tembakan langsung ke arah gawang. Sementara Jerman hanya melakukan itu sebanyak kurang dari 7 kali. Pada menit ke 69, Boateng diberi kartu kuning keduanya alias sebuah kartu merah yang memaksa Jerman bermain hanya dengan 10 orang. Tercatat pula 2 buah pelanggaran di kotak penalti Jerman yang dilakukan oleh Ballack dan Friedrich tidaklah berbuah hukuman penalti. Jadi, menguasai nyaris total pertandingan dengan lawan yang <span style="font-style:italic;">incomplete</span>, tetapi kalah sudah pasti amat menjengkelkan hati. Sang <span style="font-style:italic;">allenatore </span>Rusia, yatu <span style="font-style:italic;">meneer</span> Guus Hiddink (yang tidak ada hubungan persodaraan sama sekali dengan Gus Dur) terlihat amat kesal dan dongkol dan di dalam warta yang saya baca (www.detik.com) tertulis begini:</div>
<div style="text-align:justify;">
<blockquote><p>Mengomentari jalannya laga, Hiddink dengan nada ketus mengatakan bahwa seperti itulah karakter Jerman yang hanya mengandalkan serangan yang minim.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan cerita lawas, Jerman hanya memerlukan satu peluang untuk mencetak gol,&#8221; tuturnya di Fifa.</p>
<p>&#8220;Kami memiliki tiga atau empat peluang matang yang tidak dapat berbuah menjadi gol. Namun sekarang kami harus puas dengan tempat di playoff.&#8221;</p></blockquote>
</div>
<div style="text-align:justify;">Anda lihat, dengan 3 &#8211; 4 peluang matang goal bagi Rusia is nothing sementara hanya dengan 1 peluang, Jerman membikin goal dan berangkat menuju Afsel 2010. Kebetulan? bisa ya dan bisa pula tidak. Tapi ..ahaaaa&#8230;.lihalah statistik berikut ini, yaitu dari 32 laga resmi Rusia VS Jerman di berbagai ajang, RUSIA BELUM PERNAH MENANG. Dan atas dasar itulah, mister JJL, yang sebenarnya agak <span style="font-style:italic;">malu-malu kampret</span> tagal anak buahnya tidak beres di lapangan itu, sampai berucap bahwa Gen juara dalam diri pemain Jerman-lah yang memastikan satu tiket ke Piala Dunia tahun depan. Terkenanglah saya akan mister Hitler yang jumawa tempo doeloe itu tapi rasanya JJL tidak seperti itu. Dia hanya sekedar berapologi menutupi buruknya tampilan anak asuhannya. Tetapi begitulah kesebelelasan Jerman sepanjang sejarah yang saya tahu. Jarang tampil bagus tetapi kuat seperti karang. Kadang-kadang menderita kekalahan yang memalukan tetapi mampu bangkit dan unjuk gigi lagi. Kadang-kadang ditampar-tampar kesebelasan yang <span style="font-style:italic;">mboten-mboten</span> tapi lihatlah gelar juara dunia direngkuhnya 3 kali. Juara piala Eropa juga digenggamnya sebanyak 3 kali<span style="font-style:italic;"><span style="font-style:italic;">. </span></span>Saya suka sekali karaker seperti Jerman karena mirip saya. Buruk rupa tetapi kok enak dilihat (ehhhmmm&#8230;.ha ha ha ha). Bodoh, bebal dan agak malas tetapi ekis sebagai guru. Tolol dan emosional tapi terus menulis di blog. Ahhhaaaaa&#8230;.<span style="font-style:italic;">Germany is my favourite ones</span>&#8230;</p>
<p>Tapi bukan tentang hal ini inti posting saya. Point saya ada pada pernyataan mister JJL bahwa &#8220;Jerman punya gen Juara&#8221;. Jikalau gen adalah faktor penentu maka apa gunanya latihan? Apa gunanya lingkungan? Betulkah gen menjadikan hidup bersifat deterministik?. Ahli ilmu sosial semacam Freud dan Karl Marx menolak cara pandang sperti itu lalu menancapkan teori bahwa adalah lingkungan budayalah yang menjadi faktor determinan dalam hidup manusia. Jika JJL benar maka alangkah kejamnya sang Pencipta gen? Alangkah sia-sianya kehendak bebas yang dimiliki manusia. Alangkah sia-sianya usaha manusia memperbaiki nasib. Alangkah sia-sianya usaha keras. Alangkah &#8230; dan &#8230; masih banyak lagi alangkah-alangkah seperti itu tetapi&#8230;..heiiii&#8230;.bukankah gen adalah suatu fakta????</p>
<p>Riddley (1999) dalam bukunya tentang &#8220;genom&#8221; berkisah tentang 23 pasang gen yang ada dalam oragnisme manusia. Setiap 1 pasang gen membawa sifat-sifat hidup tertentu dan salah 2 di a<a href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFTm3X_rUI/AAAAAAAABgA/TBjEAsEQhpE/s1600-h/New+Picture+%2815%29.bmp"><img style="float:left;cursor:pointer;width:66px;height:89px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFTm3X_rUI/AAAAAAAABgA/TBjEAsEQhpE/s200/New+Picture+%2815%29.bmp" border="0" alt="" /></a>ntaranya adalah berisikan takdir dan naluri. Tanpa mau menjelaskan panjang lebar saya ingin menghapus takdir dalam kasus kesebelasan Jerman, dan juga saya. Mengapa demikian? Jerman tidak selalu berjaya menang. Ada saatnya, sudah bermin buruk kalahnya-pun memalukan. Sayapun demikian, ada kalanya sudah buruk rupa masih juga bersikap dan membuat keputusan yang <span style="font-style:italic;">gatot </span>(gagal total). Memalukan. Tak ada gen berjaya dalam diri saya. Lalu, bagaimana?</p>
<p>Saya lebih memilih naluri. Saya tahu bahwa saya bodoh tetapi selalu ada naluri untuk tidak terus menerus berada di tanah da bercampur debu. Dalam keadaan tertekan, naluri Miroslav Klose mendorongnya bergerak ke arah ruang di antara bek Rusia, bola dan Kiper Afinkeev dan sembara &#8220;terbang&#8221; tipis di atas permukaan tanah ditanduklah bola itu dan&#8230; bergetarlah gawang Rusia. Selamat Jerman. Maaf, Rusia.</p>
<p>Pertanyaannya adalah siapakah yang menciptaan peluang dan menggerakan naluri dalam gen hidup kita? Ada banyak cara untuk menjawabnya. Anda-pun pasti punya jawaban jitu. Dalam kepandiran, saya memilih yang satu ini&#8230;..tiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan Kasih-Nya membimbingku &#8230;. Setuju tidak setuju, <span style="font-style:italic;">that&#8217;s all my friends</span>.<a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFVtbjY-9I/AAAAAAAABgI/iM-DqcAcpFk/s1600-h/New+Picture+%28102%29.bmp"><img style="float:right;cursor:pointer;width:82px;height:125px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFVtbjY-9I/AAAAAAAABgI/iM-DqcAcpFk/s200/New+Picture+%28102%29.bmp" border="0" alt="" /></a></p>
<div style="text-align:center;"><a id="video-long-title-OoUnHnMlYYM" title="带领我, God Lead Me, Mandarin Worship Song" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=OoUnHnMlYYM"><span style="color:#cc33cc;font-size:130%;"><strong>God Lead Me</strong></span></a><br />
(<a id="video-long-title-OoUnHnMlYYM" title="带领我, God Lead Me, Mandarin Worship Song" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=OoUnHnMlYYM">Mandarin Song)</a></div>
<div style="text-align:center;"><a id="video-long-title-WqBbk7PNGpw" title="Lead me, guide me..." rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=WqBbk7PNGpw"><span style="color:#cc33cc;font-size:130%;"><strong>Lead Me</strong><span style="font-weight:bold;">, Guide </span><strong>Ge</strong><span style="font-weight:bold;"> </span></span></a><br />
<a id="video-long-title-WqBbk7PNGpw" title="Lead me, guide me..." rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=WqBbk7PNGpw">(elvis presley)</a></p>
</div>
<p><span style="color:#3333ff;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Tabe Puan <span style="color:#ff0000;">Tabe Tuan</span></span></span></div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/491/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=491&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/10/11/jerman-punya-gen-menang-ga-asal-ngomong-tuh-mister/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFSnA_OF6I/AAAAAAAABf4/9M-UtLSjjW8/s200/New+Picture+%2871%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFTm3X_rUI/AAAAAAAABgA/TBjEAsEQhpE/s200/New+Picture+%2815%29.bmp" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/StFVtbjY-9I/AAAAAAAABgI/iM-DqcAcpFk/s200/New+Picture+%28102%29.bmp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>senang, sedih, heran, sangsi dan keterbatasan</title>
		<link>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/09/20/senang-sedih-heran-sangsi-dan-keterbatasan/</link>
		<comments>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/09/20/senang-sedih-heran-sangsi-dan-keterbatasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 06:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luiggimikerk</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luiggimikerk.wordpress.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sahabat Blogger, Hari ini adalah hari Minggu. Harinya Dominggo. Saya senang. Semakin senang karena bisa menyaksikan betapa sahabat-sahabat Muslim saya, yang amat banyak itu, merayakan hari kemenangannya pasca Puasa. Kemenangan menghadapi godaan dunia lalu kembali menjadi fitri. Semakin lengkap perasaan senang saya karena dalam keadaan Fitri, sahabat-sahata saya yang ber-Lebaran itu sudi menerima permintaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=489&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8Q8XWMII/AAAAAAAABfQ/82RAGne_P6Q/s1600-h/New+Picture+%283%29.png"><img style="float:right;cursor:pointer;width:124px;height:101px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8Q8XWMII/AAAAAAAABfQ/82RAGne_P6Q/s200/New+Picture+%283%29.png" border="0" alt="" /></a><a href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8HT82XgI/AAAAAAAABfA/vI9gGSR0DwY/s1600-h/New+Picture+%282%29.png"><img style="float:right;cursor:pointer;width:138px;height:100px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8HT82XgI/AAAAAAAABfA/vI9gGSR0DwY/s200/New+Picture+%282%29.png" border="0" alt="" /></a><span style="color:#ff6600;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Dear <span style="color:#339999;">Sahaba</span><span style="color:#009900;">t</span> Blogger</span></span>,</p>
<div style="text-align:justify;">Hari ini adalah hari Minggu. Harinya Dominggo. Saya senang. Semakin senang karena bisa menyaksikan betapa sahabat-sahabat Muslim saya, yang amat banyak itu, merayakan hari kemenangannya pasca Puasa. Kemenangan menghadapi godaan dunia lalu kembali menjadi fitri. Semakin lengkap perasaan senang saya karena dalam keadaan Fitri, sahabat-sahata saya yang ber-Lebaran itu sudi menerima permintaan maaf saya atas semua kesalahan yang saya bikin selama ini kepada mereka. Kesalahan adalah hutang dan ketika hutang itu dihapuskan &#8230;wwwwoooowwww&#8230;.bahagia bukan? <span style="font-style:italic;">Aniway</span>, saya senang hari ini.</p>
<p>Tetapi pada saat bersamaan saya harus menghadapi perasaan masgul. Sedih. Semalam, tepat pukul 20.00 WITA, <span style="font-style:italic;">mama besar</span> (kosa kata Melayu Kupang untuk memanggil isteri dari om atau paman atau <span style="font-style:italic;">pakde</span>) saya, yaitu mama Lin Riwu Kaho-Udju Edo telah menutup mata untuk selamanya. Dalam keadaan sekarang inilah saat terakhir saya bisa bertemu dengan beliau. Mulai besok, hanya angin dan kenangan. Selama 4 tahun tinggal di Atambua, Belu, NTT, saya tinggal bersama mama besar. Jauh dari bapa robert dan mama Agustine. Lalu, sedikit banyaknya, hidup saya ikut dibentuk oleh mama besar. Mengenang itu, saya sedih. Aneh? Mungkin tidak bagi kebanyakan anda tetapi aneh bagi saya. Mengapa demikian? Di laptop saya tersedia 2 sistem operasi, yaitu Windows Vista dan Windows XP. Ketika saya ingin membuka Vista misalnya maka XP tidak dapat dibuka. Begitu pula sebaliknya. Kedua sistem tak mau jalan bersama. Lalu, jika mampu membuka keduanya secara bersamaan pastilah perkara aneh. Dengan demikian, sudah barang tentu saya merasa aneh karena dalam 1 diri 1 pribadi tercetus 2 perasaan sekaligus hari ini. Senang dan sedih.</p>
<p>Keanehan itu menimbulkan keheranan. Ketika masih amat kecil, saya heran mengapa bintang kerlap kerlip di angkasa malam hari tidak pada siang hari. Plato mengatakan bahwa &#8220;mata kita memberikan pengamatan, dan kita takjub&#8221; Lalu, dari rasa takjub itu timbulah niat ingin menyelidiki. Mengapa bintang berkerlip malam hari? Ketika memulai penyelidikan, saya merasa ragu: &#8220;apakah yang saya lihat itu betul-betul bintang atau jangan-jangan <span style="font-style:italic;">kue semprong </span>milik saya yang disimpan di lemari telah diambil seseorang lalu digantung di langit hitam pekat dan diberi nyala lilin?&#8221;. Descrates mengatakan bahwa &#8220;bergerak dari perasaan heran manusia mulai meragukan pengamatan panca inderanya&#8221;. Karena manusia cemas dalam ketidakpastian maka keraguannya perlu dibuktikan. Hasil penyelidikan dan pembuktian yang saya lakukan menunjukkan bahwa ternyata kue semprong yang ada di lemari masih utuh. &#8220;Heeeiiii&#8230;..masih <span style="font-style:italic;">anteru</span> (kosa kata Melayu Kupang yang berpadanan dengan kata utuh) kue ku&#8230;tidak ada yang hilang&#8221;. Maka, sudah pasti yang kerlap-kerlip di langit itu bukan kue semprong saya. Itu mungkin bintang. Dan itu harus saya buktikan tapi&#8230;.wwwaaaalllllaaaahhhhh&#8230;.tangan saya tidak sampai menjangkau langit. Bintang itu tak bisa kupegang. Ternyata saya terbatas. Kemampuan saya terbatas. Tagal keterbatasan itulah, maka saya terus tetap takjub menatap indahnya bintang yang gemerlapan di langit tinggi.</p>
<p>Bagitulah sahabat-sahabat budiman, mengapa sampai sekarang ini saya terus saja merasa takjub. Saya masih saja heran dan sangsi mengapa senang, mengapa sedih dan mengapa keduanya bisa terja<a href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8k68MUOI/AAAAAAAABfY/RLZckO-WdVQ/s1600-h/New+Picture.bmp"><img style="float:left;cursor:pointer;width:84px;height:118px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8k68MUOI/AAAAAAAABfY/RLZckO-WdVQ/s200/New+Picture.bmp" border="0" alt="" /></a>di bergantian dan bahkan&#8230;wow. terjadi bersamaan. Keseriusan berpikir kadang-kadang malah menuntun kepada kebingungan yang teramat sangat. Ada yang tidak dapat terpikirkan<span style="font-style:italic;"><span style="font-style:italic;">. </span>There is something out of my mind</span><span style="font-style:italic;"> while everything are done</span>.  Lalu, saya bilang kepada diri saya sendiri&#8230;&#8221;<span style="font-style:italic;">heeiiii mike, dari pad</span><span style="font-style:italic;">a pusing-pusing mikirin jawaban atas segala sesuatu bagaimana jikalau kamu bers</span><span style="font-style:italic;">ukur dahulu. Mungkin sesudah itu. jawaban&#8221;  akan diberikan kepadamu</span>&#8220;. Maka, &#8220;selamat datang senang. Selamat datang sedih. Silakan bercampur aduk menjadi satu. Saya memikirkan kalian berdua tetapi terlebih dari pada hanya berpikir, saya mau bersukur&#8221;.</p>
<p>Selamat hari Lebaran 1340 Hijriah. Minal Aidin wal Faidzin. Mohon dimaafkan lahir batin. Selamat jalan mama besar. Selamat berbahagia menuju negeri abadi. Sang Pencipta akan tersenyum menyambut engkau. Oh ya, titip salam untuk bapa besar, bapa robert dan mama agustine. Katakan pada mereka bahwa saya rindu. Kami rindu.</p>
<p>Bagi sahabat yang ingin menikmati segitiga: heran, ragu dan keterbatasan maka silakan menikmati sebuah lagu bagus dari Phill Collin berikut ini:</p>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:130%;"><a id="video-long-title-Nl2vFYpadLk" style="font-weight:bold;" title="Strangers Like Me - Phil Collins" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=Nl2vFYpadLk"><span style="color:#ff6600;font-size:180%;">Strangers Like Me</span> &#8211; <span style="color:#339999;">Phil Collins</span></a></span></div>
<p><span style="color:#333399;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Tabe Puan <span style="color:#cc0000;">Tabe Tuan</span></span></span></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luiggimikerk.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luiggimikerk.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luiggimikerk.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luiggimikerk.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luiggimikerk.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luiggimikerk.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luiggimikerk.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luiggimikerk.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luiggimikerk.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luiggimikerk.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luiggimikerk.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luiggimikerk.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luiggimikerk.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luiggimikerk.wordpress.com/489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luiggimikerk.wordpress.com&amp;blog=3463761&amp;post=489&amp;subd=luiggimikerk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luiggimikerk.wordpress.com/2009/09/20/senang-sedih-heran-sangsi-dan-keterbatasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3170c1f1c18ab90f65989fddb9f0f10c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">luiggimikerk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8Q8XWMII/AAAAAAAABfQ/82RAGne_P6Q/s200/New+Picture+%283%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8HT82XgI/AAAAAAAABfA/vI9gGSR0DwY/s200/New+Picture+%282%29.png" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SrW8k68MUOI/AAAAAAAABfY/RLZckO-WdVQ/s200/New+Picture.bmp" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
