Dear Sahabat Blogger,
Pengaruh kemenangan Jerman atas Rusia berimbas juga pada semangat saya untuk membuat sebuah posting baru setelah berhenti 3 minggu lamanya. Tetapi sejujurnya bukan kemenangan itu yang secara langsung menerbitkan kembali selera saya untuk membuat posting baru melainkan sebuah ucapan dari mister Joachim Jogi Loew (JJL) ketika melakukan jumpa pers pascapertandingan. Dan perhatikanlah ucapan si mister JJL yang saya kutip dari www.goal.com berikut ini:
“Aku rasa para pemain sudah punya gen juara dalam diri masing-masing,”
Kita tahu bahwa selama 90 menit pertandingan + masa injury time kesebelasan Jerman, seperti biasa, tidaklah menampilkan permainan yang menawan kecuali daya juangnya. Rusia mendominasi dan membombardir gawang jerman dengan lebih dari 10 kali tembakan langsung ke arah gawang. Sementara Jerman hanya melakukan itu sebanyak kurang dari 7 kali. Pada menit ke 69, Boateng diberi kartu kuning keduanya alias sebuah kartu merah yang memaksa Jerman bermain hanya dengan 10 orang. Tercatat pula 2 buah pelanggaran di kotak penalti Jerman yang dilakukan oleh Ballack dan Friedrich tidaklah berbuah hukuman penalti. Jadi, menguasai nyaris total pertandingan dengan lawan yang incomplete, tetapi kalah sudah pasti amat menjengkelkan hati. Sang allenatore Rusia, yatu meneer Guus Hiddink (yang tidak ada hubungan persodaraan sama sekali dengan Gus Dur) terlihat amat kesal dan dongkol dan di dalam warta yang saya baca (www.detik.com) tertulis begini:
Mengomentari jalannya laga, Hiddink dengan nada ketus mengatakan bahwa seperti itulah karakter Jerman yang hanya mengandalkan serangan yang minim.
“Ini merupakan cerita lawas, Jerman hanya memerlukan satu peluang untuk mencetak gol,” tuturnya di Fifa.
“Kami memiliki tiga atau empat peluang matang yang tidak dapat berbuah menjadi gol. Namun sekarang kami harus puas dengan tempat di playoff.”
Tapi bukan tentang hal ini inti posting saya. Point saya ada pada pernyataan mister JJL bahwa “Jerman punya gen Juara”. Jikalau gen adalah faktor penentu maka apa gunanya latihan? Apa gunanya lingkungan? Betulkah gen menjadikan hidup bersifat deterministik?. Ahli ilmu sosial semacam Freud dan Karl Marx menolak cara pandang sperti itu lalu menancapkan teori bahwa adalah lingkungan budayalah yang menjadi faktor determinan dalam hidup manusia. Jika JJL benar maka alangkah kejamnya sang Pencipta gen? Alangkah sia-sianya kehendak bebas yang dimiliki manusia. Alangkah sia-sianya usaha manusia memperbaiki nasib. Alangkah sia-sianya usaha keras. Alangkah … dan … masih banyak lagi alangkah-alangkah seperti itu tetapi…..heiiii….bukankah gen adalah suatu fakta????
Riddley (1999) dalam bukunya tentang “genom” berkisah tentang 23 pasang gen yang ada dalam oragnisme manusia. Setiap 1 pasang gen membawa sifat-sifat hidup tertentu dan salah 2 di a
ntaranya adalah berisikan takdir dan naluri. Tanpa mau menjelaskan panjang lebar saya ingin menghapus takdir dalam kasus kesebelasan Jerman, dan juga saya. Mengapa demikian? Jerman tidak selalu berjaya menang. Ada saatnya, sudah bermin buruk kalahnya-pun memalukan. Sayapun demikian, ada kalanya sudah buruk rupa masih juga bersikap dan membuat keputusan yang gatot (gagal total). Memalukan. Tak ada gen berjaya dalam diri saya. Lalu, bagaimana?
Saya lebih memilih naluri. Saya tahu bahwa saya bodoh tetapi selalu ada naluri untuk tidak terus menerus berada di tanah da bercampur debu. Dalam keadaan tertekan, naluri Miroslav Klose mendorongnya bergerak ke arah ruang di antara bek Rusia, bola dan Kiper Afinkeev dan sembara “terbang” tipis di atas permukaan tanah ditanduklah bola itu dan… bergetarlah gawang Rusia. Selamat Jerman. Maaf, Rusia.
Pertanyaannya adalah siapakah yang menciptaan peluang dan menggerakan naluri dalam gen hidup kita? Ada banyak cara untuk menjawabnya. Anda-pun pasti punya jawaban jitu. Dalam kepandiran, saya memilih yang satu ini…..tiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan Kasih-Nya membimbingku …. Setuju tidak setuju, that’s all my friends.
Tabe Puan Tabe Tuan
“Lead Me, Guide Me”
by Elvis Presley
(words & music by Doris Akers)
Lead me oh Lord, won’t you lead me
I am tired and I need Thy strength and power
To guide me over my darkest hour
For just open my eyes that I may see
Lead me oh Lord, won’t you lead me
Lead me, guide me along the way
For if you lead me I cannot stray
Lord just open my eyes that I may see
Lead me oh Lord, won’t you lead me
I am lost if you take your hand from me
I am blind without thy light to see
Lord just always let me Thy servant be
Lead me oh Lord, won’t you lead me
Lead me, guide me along the way
For if you lead me I cannot stray
Lord just open my eyes that I may see
Lead me oh Lord, won’t you lead me
Amin bro Amin
—————————————————————————
A Mandarin Worship Song Let the morning bring me word of your unfailing love. for I have put my trust in you.show me the way I should go ( Mazmur 143:8 )
—————————————————————————
GOD LEAD ME , Mandarin Worship Song
hee..heee..
maaf.. yg bawah.. salah embed pidionya.. duuh.. (doble)
*mohon di hapus.
ma’af…
Yes, God lead me lead you lead us. Syalom
Amen Bro Amen